Bos ANTAM Terjun Langsung ke Mempawah: Titik Api Dipastikan Bukan dari Operasional Perusahaan
Baca dalam 60 detik
- Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, meninjau langsung lokasi karhutla di Mempawah, Kalimantan Barat, untuk memastikan efektivitas penanganan dan dukungan logistik.
- Sebanyak 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat dari berbagai wilayah Indonesia dikerahkan oleh grup MIND ID untuk mempercepat pemadaman dan mencegah perluasan area terdampak.
- ANTAM menegaskan bahwa api tidak berasal dari aktivitas operasionalnya, namun perusahaan tetap mengambil langkah proaktif sebagai bagian dari komitmen ESG dan tanggung jawab sosial.

Mempawah, Kalimantan Barat โ Direktur Utama PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTAM), Untung Budiharto, turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Mempawah, Kalimantan Barat, pada akhir pekan ini. Kehadirannya bukan sekadar seremonial; ia memastikan kesiapan personel dan dukungan perusahaan di lapangan, sekaligus menegaskan bahwa titik api yang terjadi tidak berasal dari area operasional tambang.
Dalam peninjauan tersebut, ANTAM bersama anak usahanya, PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI), serta grup holding MIND ID mengerahkan tim tanggap darurat (Emergency Response Group/ERG) untuk melakukan penyisiran, penyemprotan, dan pembasahan lahan. Operasi ini berjalan terpadu dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, pemerintah daerah, dan kelompok Masyarakat Peduli Api. Langkah ini menjadi penting mengingat karhutla di Kalimantan Barat kerap memicu kabut asap lintas batas yang berdampak pada kesehatan dan aktivitas ekonomi.
Untung menegaskan bahwa prioritas utama adalah mengendalikan api secepat mungkin dan meminimalkan dampak terhadap warga serta lingkungan. "Kami berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dan mengerahkan sumber daya yang dibutuhkan untuk memperkuat penanganan di lapangan," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (6/9/2026). Ia juga mengapresiasi kerja sama semua pihak, termasuk personel ERG yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Yang menarik, grup MIND ID tidak hanya mengirim personel dari sekitar Kalimantan, tetapi juga mengonsolidasikan 60 petugas pemadam bersertifikat dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, hingga Papua. Ini menunjukkan skala mobilisasi sumber daya yang tidak biasa, mengingat karhutla di Mempawah dinilai memerlukan penanganan cepat. Perlengkapan seperti foam pemadam dan alat pelindung diri (APD) juga dikirim untuk melindungi petugas dan warga dari kabut asap.
Bagi investor dan pelaku industri, langkah ANTAM ini mencerminkan bagaimana perusahaan pelat merah menyeimbangkan operasional dengan tanggung jawab lingkungan. Meski titik api dipastikan bukan berasal dari aktivitas tambang, ANTAM tetap mengambil peran proaktif. "Keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat," kata Untung. Ini sejalan dengan tren global di mana investor semakin memperhatikan kinerja ESG (Environmental, Social, and Governance) sebelum menanamkan modal.
Di tengah meningkatnya frekuensi karhutla akibat fenomena El Nino dan praktik lahan yang tidak berkelanjutan, keterlibatan korporasi seperti ANTAM menjadi sorotan. Pertanyaannya, apakah respons cepat ini akan berkelanjutan atau hanya reaktif saat krisis? Ke depan, publik akan mengawasi apakah ANTAM dan grup MIND ID akan memperkuat program pencegahan karhutla jangka panjang, seperti pengelolaan lahan gambut dan edukasi masyarakat, atau sekadar memadamkan api ketika sudah terjadi.



