Registrasi Produsen Layang-Layang Basant 2027 Dibuka, Pakistan Perketat Pengawasan Demi Keselamatan
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Lahore membuka pendaftaran produsen layang-layang untuk Basant 2027 mulai 5 September, dengan kewajiban NOC dan pemantauan ketat.
- Langkah ini merupakan kelanjutan dari kebangkitan Basant tahun ini setelah 18 tahun larangan, dengan fokus pada pencegahan kecelakaan akibat benang layang-layang.
- Registrasi lebih awal diharapkan membangun rantai pasok yang terlacak dan memastikan hanya produk aman yang beredar saat festival berlangsung.

Pemerintah distrik Lahore, Pakistan, resmi membuka pendaftaran bagi para produsen layang-layang dan perlengkapan terkait untuk festival Basant 2027. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pengawasan ketat demi kelancaran dan keamanan perayaan yang dijadwalkan berlangsung pada 12โ14 Maret tahun depan.
Menurut sumber resmi di administrasi Lahore, pendaftaran yang dimulai 5 September ini hanya diperuntukkan bagi produsen. Adapun para penjual, pedagang, dan asosiasi akan diminta mendaftar pada Januari atau Februari mendatang. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah memastikan ketersediaan layang-layang dan bahan baku yang cukup dengan harga terjangkau jauh sebelum hari perayaan tiba.
Keputusan ini muncul hanya beberapa bulan setelah Lahore menjadi tuan rumah Basant pada Februari lalu, menandai kembalinya festival tersebut setelah vakum selama 18 tahun. Pemerintah provinsi Punjab ketika itu mengizinkan penerbangan layang-layang di bawah kerangka regulasi yang ketat, menyusul sejarah panjang kecelakaan fatal yang disebabkan oleh benang layang-layang yang dilapisi bahan kimia atau kawat logam.
Deputi Komisaris Lahore, pensiunan Kapten Muhammad Ali Ijaz, menegaskan bahwa setiap produsen wajib memperoleh sertifikat bebas keberatan (NOC) sebelum memulai produksi. Pendaftaran melalui portal khusus Basant menjadi keharusan, dan lokasi produksi akan dipantau serta diinspeksi secara berkala. Sistem ini dirancang untuk mencegah pembuatan dan penjualan material terlarang, serta memastikan hanya produk yang telah disetujui yang sampai ke pasar.
Dalam pesan yang diunggah di akun X, Ijaz menyatakan bahwa hanya layang-layang dengan ukuran yang diizinkan dan benang katun yang akan diperbolehkan dalam program "Safe Basant 2027". Pihaknya mengancam akan bertindak tegas terhadap penggunaan benang berlapis kimia dan kawat logam. Benang tradisional yang dikenal dengan sebutan pinna serta benang katun harus memenuhi spesifikasi yang ditetapkan, dan produsen wajib mendapatkan izin sebelum memulai produksi. Tim khusus dari administrasi distrik akan memeriksa fasilitas manufaktur dan memantau proses produksi untuk memastikan tidak ada material terlarang yang diproduksi atau dipasok.
Langkah pendaftaran dini ini menjadi sorotan karena kebangkitan Basant tahun ini merupakan uji coba yang penuh kehati-hatian. Festival yang telah lama menjadi identitas budaya Lahore ini sempat kontroversial akibat banyaknya korban jiwa yang disebabkan oleh benang layang-layang yang tajam. Pemerintah Punjab akhirnya mencabut larangan berkepanjangan melalui Punjab Regulation of Kite Flying Act 2025, yang disahkan oleh Majelis Punjab pada Desember 2025. Namun, perayaan tahun ini sengaja dibatasi hanya di Lahore dan dianggap sebagai proyek percontohan yang akan menentukan masa depan festival tersebut.
Pengawasan yang ketat pun diberlakukan. Wilayah Lahore dibagi menjadi zona-zona berisiko, dengan pengerahan tim polisi dan administrasi, serta pengawasan 24 jam melalui kamera Safe City dan drone. Langkah-langkah keselamatan jalan, pemantauan atap, dan koordinasi dengan Rescue 1122 serta perusahaan listrik turut dimasukkan dalam rencana keamanan yang diajukan ke Pengadilan Tinggi Lahore. Sebelum festival tahun ini, ratusan produsen, penjual, dan pedagang telah mendaftar, dan polisi juga menyiapkan inspeksi atap serta pembatasan sepeda motor tanpa pengaman.
Bagi Indonesia, fenomena ini menawarkan pelajaran berharga. Tradisi layang-layang juga populer di berbagai daerah, namun seringkali menimbulkan kecelakaan serupa. Regulasi yang ketat dan pendaftaran produsen seperti yang dilakukan Pakistan dapat menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah di Indonesia bisa mengatur festival layang-layang agar tetap meriah namun aman. Dengan adanya sistem pelacakan dan pengawasan, risiko kecelakaan dapat ditekan tanpa harus melarang tradisi yang sudah mengakar.
Keputusan untuk membuka pendaftaran sedini September ini menandakan upaya administrasi Lahore untuk memberikan waktu lebih bagi pengawasan dan membangun rantai pasok yang dapat dilacak sebelum layang-layang kembali diterbangkan. Pertanyaannya, apakah model pengawasan ketat ini akan mampu menjaga keseimbangan antara kelestarian tradisi dan keselamatan publik dalam jangka panjang? Atau justru akan memicu perdebatan baru tentang pembatasan kebebasan budaya?



