Paredes Buka Suara soal Masa Depannya di Timnas Argentina Usai Hukuman 10 Laga
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Boca Juniors itu mengisyaratkan potensi pensiun dari skuad Albiceleste setelah sanksi FIFA dan keputusan Messi mundur.
- Insiden kontroversial di final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol menjadi pemicu hukuman berat yang diterimanya.
- Keputusan akhir Paredes akan diumumkan setelah berdialog dengan pelatih Lionel Scaloni dalam waktu dekat.

Gelandang tim nasional Argentina, Leandro Paredes, mengisyaratkan bahwa peluangnya untuk kembali memperkuat Albiceleste semakin tipis setelah menerima sanksi larangan bermain selama sepuluh pertandingan dari FIFA. Hukuman tersebut merupakan konsekuensi dari aksinya yang memicu keributan di akhir laga final Piala Dunia 2026, saat Argentina takluk 0-1 dari Spanyol.
Pemain berusia 32 tahun yang kini membela Boca Juniors itu secara blak-blakan mengungkapkan keraguannya untuk melanjutkan karier internasionalnya. Selain mempertimbangkan beratnya sanksi yang harus dijalani, keputusan Lionel Messi yang memutuskan pensiun dari tim nasional turut memengaruhi pikirannya. "Akan sulit bagi saya untuk bertahan di tim nasional," ujarnya, seperti dikutip dari BBC Sport. "Karena sanksi ini, juga karena keputusan Leo. Akan sulit jika semuanya berjalan seperti sebelumnya."
Keraguan Paredes muncul di tengah gejolak besar yang melanda skuad juara dunia 2022. Kepergian Messi yang diumumkan beberapa waktu lalu menjadi pukulan telak, tidak hanya bagi para penggemar, tetapi juga bagi rekan-rekan setimnya yang selama ini mengandalkan sosok kapten legendaris tersebut. Paredes sendiri mengakui bahwa meskipun mereka sudah menduga final Piala Dunia akan menjadi laga pamungkas Messi, kenyataan itu tetap terasa berat untuk diterima.
Dalam wawancaranya, Paredes juga menyampaikan apresiasi mendalam atas warisan yang ditinggalkan Messi. "Warisan Leo akan hidup selamanya karena apa yang dia raih, karena tidak pernah menyerah, dan karena menunjukkan bahwa mimpi itu sulit diraih, dikejar, dan pada akhirnya terwujud," tuturnya. Messi menutup karier internasionalnya dengan catatan gemilang: 125 gol dalam 207 penampilan, menjadikannya pencetak gol terbanyak dan pemain dengan caps terbanyak sepanjang sejarah Argentina.
Paredes belum berbicara secara resmi dengan pelatih Lionel Scaloni mengenai masa depannya. "Saya belum mendiskusikannya dengan pelatih, tetapi kami akan membicarakannya dan melihat keputusan apa yang akan saya ambil," katanya. Ketidakpastian ini menambah daftar panjang pertanyaan yang harus dijawab oleh Argentina dalam masa transisi pasca-Messi.
Bagi pengamat sepak bola, situasi ini menjadi ujian besar bagi regenerasi tim Argentina. Kehilangan Messi dan kemungkinan ditinggalkan Paredes dalam waktu bersamaan memaksa Scaloni untuk segera mencari pengganti yang mampu mengisi kekosongan di lini tengah dan memberikan kepemimpinan baru di lapangan. Beberapa nama muda seperti Enzo Fernandez dan Alexis Mac Allister diharapkan mampu mengambil peran lebih besar, namun tekanan untuk mengikuti jejak para pendahulunya tentu tidak ringan.
Di Indonesia, kabar ini mungkin tidak berdampak langsung, tetapi bagi para penggemar sepak bola yang mengikuti perkembangan tim-tim besar dunia, dinamika internal Argentina selalu menarik untuk disimak. Terlebih, Argentina memiliki basis penggemar yang besar di tanah air, dan keputusan Paredes akan memengaruhi peta kekuatan tim yang kerap menjadi langganan turnamen besar.
Paredes sendiri masih memiliki kontrak dengan Boca Juniors hingga 2027, dan fokusnya kini adalah kembali pulih dari cedera serta menjalani sisa musim bersama klubnya. Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah ia akan bersedia kembali memperkuat Argentina setelah masa sanksinya berakhir? Atau akankah ia memilih untuk menutup babak internasionalnya lebih awal? Keputusan yang akan diambilnya dalam waktu dekat tidak hanya menentukan masa depannya, tetapi juga arah baru tim nasional Argentina di era tanpa Messi.



