Gagal ke Lyon, Fofana Bisa Mendarat di Turki: Milan Masih Punya Harapan
Baca dalam 60 detik
- Kesepakatan pinjaman Youssouf Fofana ke Lyon batal karena Les Gones tak kunjung melepas Malick Fofana sebelum batas akhir registrasi Ligue 1.
- Milan kini membuka peluang negosiasi dengan Besiktas, yang sebelumnya sudah lama mengincar gelandang timnas Prancis itu.
- Jendela transfer Turki yang masih terbuka empat hari menjadi penyelamat bagi Milan untuk melepas pemain yang tidak masuk rencana utama.

Gagalnya kepindahan Youssouf Fofana ke Olympique Lyonnais pada menit-menit akhir bursa transfer membuat AC Milan harus berpikir ulang. Klub raksasa Serie A itu kini kembali membuka peluang bagi Besiktas, yang sejak awal serius ingin memboyong gelandang asal Prancis tersebut. Situasi ini menjadi teka-teki baru di tengah hiruk-pikuk bursa transfer Eropa yang baru saja ditutup untuk sejumlah liga besar.
Kesepakatan antara Milan dan Lyon sejatinya sudah mencapai titik final. Fofana bahkan telah menandatangani kontrak dengan skema pinjaman senilai 2 juta euro plus opsi pembelian di akhir musim sebesar 12 juta euro. Namun, kebuntuan justru terjadi di kubu Lyon. Klub asal Prancis itu tidak bisa mendaftarkan pemain baru sebelum berhasil menjual Malick Fofana, yang notabene memiliki nama belakang sama namun tidak memiliki hubungan keluarga.
Proses penjualan Malick Fofana berlarut-larut sepanjang hari. Sunderland dan Crystal Palace saling menaikkan tawaran, baik untuk biaya transfer maupun gaji pribadi, membuat pemain muda itu kebingungan menentukan klub mana yang akan dibelanya. Akibatnya, Lyon gagal memenuhi tenggat registrasi pemain Ligue 1 yang berakhir pukul 19.00 waktu Inggris atau 20.00 waktu setempat. Hingga batas waktu tersebut, Youssouf Fofana tidak terdaftar, dan kesepakatan pun batal demi hukum.
Bagi Milan, kegagalan ini menjadi pukulan telak. Mereka sudah menyiapkan ruang di skuad dan berharap Fofana segera hengkang untuk mengurangi beban gaji. Namun, kabar baiknya, jendela transfer Turki masih terbuka selama empat hari ke depan. Besiktas, yang sebelumnya kalah bersaing dengan Lyon dalam perebutan tanda tangan Fofana, kini kembali muncul sebagai kandidat terdepan. Klub asal Istanbul itu disebut-sebut sangat serius dan siap bergerak cepat. Galatasaray dan Fenerbahce juga dikabarkan masih memantau situasi.
Di sisi lain, Milan juga masih menghadapi masalah lain. Mereka belum berhasil melepas Warren Bondo dan Fikayo Tomori. Negosiasi Tomori dengan Fulham dikabarkan gagal, sehingga bek asal Inggris itu kemungkinan besar bertahan di San Siro hingga musim dingin. Situasi ini membuat manajemen Milan harus bekerja ekstra untuk merampingkan skuad, terutama jika mereka ingin mendatangkan pemain baru di sisa bursa.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kisah ini menarik karena menunjukkan betapa rumitnya dinamika bursa transfer Eropa. Keputusan menit akhir sering kali menjadi penentu nasib pemain dan klub. Bagi Fofana, pilihan untuk bergabung dengan Besiktas bisa menjadi peluang emas untuk kembali mendapatkan menit bermain reguler, sekaligus menjaga peluangnya tampil di Piala Dunia 2026 bersama Prancis. Namun, ia juga harus mempertimbangkan perbedaan level kompetisi antara Serie A dan Liga Turki.
Ke depannya, pertanyaan besarnya adalah: akankah Fofana akhirnya memilih Besiktas, atau justru bertahan di Milan dan berjuang merebut tempat di lini tengah? Keputusan ini akan berdampak tidak hanya pada kariernya, tetapi juga pada strategi transfer Milan di masa mendatang. Satu hal yang pasti, drama bursa transfer kali ini masih menyisakan babak akhir yang belum tuntas.



