Werder Bremen Resmi Pinjam Moussa Ndiaye dari Anderlecht untuk Perkuat Sisi Kiri
Baca dalam 60 detik
- Bek kiri asal Senegal, Moussa Ndiaye, dipinjam Werder Bremen dari Anderlecht hingga akhir musim 2026/27.
- Ndiaye punya pengalaman di Bundesliga 2 bersama Schalke, membantu tim promosi ke kasta tertinggi.
- Kedatangan Ndiaye menjadi rekrutan ke-13 Bremen di bursa transfer, menambah opsi di lini belakang.

Werder Bremen resmi mengumumkan perekrutan bek kiri asal Senegal, Moussa Ndiaye, dengan status pinjaman dari Anderlecht untuk sisa musim 2026/27. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Bremen memperkuat skuadnya setelah awal musim yang kurang meyakinkan di Bundesliga.
Ndiaye, yang berusia 24 tahun, bukan nama asing di sepak bola Jerman. Pada Januari lalu, ia menjalani masa peminjaman di Schalke 04 dan berperan penting dalam membawa tim asal Gelsenkirchen itu promosi kembali ke Bundesliga. Pengalaman itulah yang diyakini pelatih kepala Bremen, Daniel Thioune, akan memberi dimensi baru pada sisi kiri pertahanan timnya.
"Dia sangat cocok dengan profil yang kami butuhkan: kuat dalam tekel, mampu membantu serangan, dan punya keseimbangan antara bertahan dan maju. Dia sudah membuktikan diri di Jerman dan akan memberi kami lebih banyak variasi di sisi kiri," ujar Thioune dalam pernyataan resmi klub.
Ndiaye sendiri mengaku antusias bergabung dengan Bremen. Ia menilai atmosfer sepak bola Jerman sangat intens dan penuh gairah, sesuatu yang sudah ia rasakan saat bermain di Schalke. "Werder adalah klub dengan tradisi besar, dan sejak awal pembicaraan saya sudah punya firasat baik. Saya ingin membantu tim dengan pengalaman saya," katanya.
Kepindahan Ndiaye ke Weserstadion menambah daftar belanja Bremen yang sudah cukup panjang di bursa transfer ini. Dengan kedatangannya, total ada 13 pemain baru yang direkrut klub berjuluk Die Werderaner tersebut. Ini menunjukkan ambisi manajemen untuk memperbaiki performa tim yang musim lalu sempat terpuruk di papan bawah.
Namun, awal musim Bremen belum sepenuhnya mulus. Mereka menang telak 3-0 atas Lüneberger SK Hansa di putaran pertama DFB-Pokal, tetapi kemudian tumbang 1-4 dari Freiburg di laga perdana Bundesliga. Hasil itu menjadi alarm bagi Thioune untuk segera menemukan komposisi terbaik, terutama di lini belakang yang kebobolan empat gol dalam satu pertandingan.
Ndiaye diharapkan bisa menjadi solusi jangka pendek sekaligus jangka panjang. Dengan kontrak pinjaman hingga akhir musim, Bremen punya waktu untuk mengevaluasi apakah pemain tersebut layak dipertahankan secara permanen. Sementara itu, peluang debutnya terbuka lebar saat Bremen menjamu RB Leipzig pada akhir pekan ini.
Bagi pengamat sepak bola Jerman, keputusan Bremen meminjam Ndiaye terbilang cerdas. Pemain yang pernah merasakan atmosfer Piala Dunia ini membawa pengalaman internasional yang berharga, meski belum pernah tampil di turnamen tersebut. Kombinasi antara pengalamannya di Jerman dan kematangan usianya bisa menjadi aset penting bagi tim yang tengah membangun kembali identitas permainannya.
Dari perspektif Indonesia, langkah Bremen ini menarik untuk disimak, terutama bagi penggemar Bundesliga yang kerap mengikuti perkembangan pemain Afrika di liga top Eropa. Ndiaye menjadi contoh bagaimana pemain dari benua Afrika bisa berkembang di kompetisi sekelas Bundesliga, sekaligus membuka peluang bagi pemain Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk menembus liga elite Eropa.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Ndiaye mampu langsung beradaptasi dengan skema Thioune dan memberikan dampak signifikan. Jika ya, bukan tidak mungkin Bremen akan mempermanenkannya. Namun, jika tidak, ia hanya akan menjadi bagian dari proyek jangka pendek yang gagal. Semua akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan.



