Brighton Kunci Transfer Femi Azeez, Rekor Penjualan Milwall Terancam Pecah
Baca dalam 60 detik
- Kesepakatan Brighton dan Millwall untuk winger Nigeria Femi Azeez mencapai tahap final, dengan nilai transfer awal 12,5 juta poundsterling.
- Kedatangan Azeez akan menjadi rekrutan ke-11 Brighton pada bursa musim panas ini, memperkuat lini serang mereka setelah sukses menjual Carlos Baleba ke Manchester United.
- Kepergian Azeez akan memecahkan rekor penjualan termahal Millwall, sekaligus menandai ambisi klub London Selatan itu untuk bersaing di papan atas Championship.

Brighton & Hove Albion akhirnya mencapai kata sepakat dengan Millwall untuk memboyong winger Nigeria, Femi Azeez. Kesepakatan ini mengakhiri drama negosiasi yang sempat berlarut-larut, dengan nilai transfer awal mencapai 12,5 juta poundsterling atau berpotensi naik melewati angka 15 juta poundsterling jika berbagai bonus terpenuhi.
Kabar ini menjadi angin segar bagi Azeez yang sejak lama mengincar panggung Premier League. Sepanjang musim lalu, pemain berusia 25 tahun itu tampil impresif bersama Millwall dengan mencetak 11 gol dan delapan assist dari 37 pertandingan. Catatan itu mengantarnya masuk dalam Tim Terbaik PFA Championship musim 2024/2025, sebuah pengakuan atas konsistensinya di kompetisi kasta kedua Inggris.
Bagi Millwall, kepergian Azeez bukan sekadar kehilangan pemain kunci. Ini adalah momen bersejarah karena nilai transfernya akan menjadi rekor penjualan tertinggi sepanjang sejarah klub. Sebelumnya, Millwall telah menolak sedikitnya tiga tawaran dari Brighton dalam beberapa pekan terakhir, menunjukkan betapa sulitnya melepas pemain yang menjadi tulang punggung tim.
Azeez sendiri bergabung dengan Millwall dari Reading pada awal 2024 dengan biaya sekitar 1 juta poundsterling. Kontraknya yang tersisa dua tahun lagi menjadi faktor krusial dalam negosiasi, mengingat posisi tawar Millwall yang semakin lemah seiring berjalannya waktu. Manajer Alex Neil bahkan telah mencoret namanya dari tiga skuad pertandingan terakhir, sebuah sinyal bahwa transfer ini memang sudah di ambang pintu.
Di sisi Brighton, kedatangan Azeez menjadi bagian dari strategi besar klub dalam bursa transfer musim panas ini. Ia akan menjadi rekrutan ke-11 The Seagulls, setelah sebelumnya memecahkan rekor klub dengan mendatangkan bek tengah Tottenham, Luka Vuskovic, senilai 45 juta poundsterling. Aktivitas belanja yang agresif ini dimungkinkan oleh pendapatan besar dari penjualan pemain, termasuk transfer Carlos Baleba ke Manchester United yang mencapai 70 juta poundsterling.
Ketertarikan pada Azeez tidak hanya datang dari Brighton. Klub Championship lainnya, Wrexham, juga dikabarkan memantau situasi pemain tersebut. Namun, daya tarik Premier League dan proyek ambisius Brighton tampaknya menjadi faktor penentu bagi Azeez untuk memilih pindah ke pantai selatan Inggris.
Bagi pengamat sepak bola, transfer ini menunjukkan pola menarik dalam strategi Brighton yang konsisten memanfaatkan jaring pemantauan global mereka untuk menemukan talenta muda berbakat di divisi bawah. Azeez, yang memiliki kecepatan dan kemampuan dribel di atas rata-rata, diharapkan mampu bersaing memperebutkan tempat di lini sayap Brighton yang juga dihuni pemain-pemain seperti Yankuba Minteh, yang tengah dikaitkan dengan kepindahan ke Liverpool.
Konteks Indonesia: Kehadiran Azeez di Premier League tentu menjadi perhatian bagi penggemar sepak bola Tanah Air, terutama yang mengikuti perkembangan pemain-pemain Nigeria. Namun, yang lebih menarik adalah bagaimana klub-klub Eropa semakin agresif dalam merekrut pemain dari liga-liga sekunder, sebuah tren yang bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia dalam mengelola aset pemain muda. Kesuksesan Millwall dalam meraup keuntungan besar dari penjualan Azeez bisa menjadi contoh bagaimana klub dengan sumber daya terbatas dapat memaksimalkan nilai jual pemain.
Dengan selesainya negosiasi ini, pertanyaan selanjutnya adalah apakah Azeez akan langsung menjadi starter di Brighton atau harus bersabar menunggu kesempatan. Mengingat persaingan ketat di lini depan The Seagulls, ia mungkin perlu beradaptasi dengan cepat. Namun, jika mampu meniru performa impresifnya di Championship, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu pemain kunci Brighton musim ini.



