Rafael Leao Ucapkan Salam Perpisahan untuk Milan: 'Saya Salah Satu dari Kalian'
Baca dalam 60 detik
- Leao resmi pindah ke Galatasaray dengan nilai transfer โฌ38 juta plus klausul penjualan 20 persen.
- Dalam tujuh musim di San Siro, pemain sayap Portugal itu mengoleksi 80 gol dan 65 assist dari 291 penampilan.
- Kepergiannya meninggalkan warisan trofi, termasuk scudetto 2021-22 dan Coppa Italia 2024-25.

Rafael Leao secara resmi mengucapkan selamat tinggal kepada pendukung AC Milan melalui sebuah video emosional yang diunggah di Instagram, hanya beberapa hari setelah kepindahannya ke Galatasaray. Dalam pesan berdurasi singkat itu, pemain sayap asal Portugal menegaskan bahwa ia pergi dengan senyuman dan akan selalu menganggap dirinya sebagai bagian dari keluarga Rossoneri.
Kepindahan Leao ke klub raksasa Turki itu mengejutkan banyak pihak, mengingat ia telah menjadi ikon di San Siro sejak didatangkan dari Lille pada 2019. Galatasaray mengonfirmasi nilai transfer sebesar โฌ38 juta, ditambah klausul penjualan kembali sebesar 20 persen. Angka ini dinilai cukup wajar mengingat kontribusi Leao yang besar selama tujuh musim, meski performanya sempat menurun dalam dua musim terakhir.
Dalam video perpisahannya, Leao menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para penggemar. Ia menyebut perjalanan tujuh tahunnya di Milan sebagai pengalaman yang indah dan terasa lebih lama karena sejak awal ia dan keluarganya merasa betah. "Saya pergi dengan senyuman, karena saya bisa bermain dan menunjukkan versi terbaik dari diri saya," ujarnya, seraya menambahkan bahwa ini bukanlah perpisahan karena ia akan selalu mendukung Milan dari mana pun berada.
Statistik menunjukkan betapa pentingnya peran Leao selama berseragam merah-hitam. Ia mencatatkan 80 gol dan 65 assist dalam 291 penampilan di semua kompetisi. Puncak kariernya terjadi pada musim 2021-22 ketika ia menjadi motor utama Milan meraih scudetto pertama dalam 11 tahun, sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik Serie A. Ia juga turut mengantarkan tim menembus semifinal Liga Champions 2022-23 dan memenangkan Coppa Italia 2024-25.
Kepergian Leao menjadi sorotan di Indonesia, mengingat banyak penggemar Serie A di tanah air yang mengikuti perjalanan kariernya. Bagi para pengamat sepak bola nasional, transfer ini juga menjadi cermin bagaimana klub-klub Eropa mulai berani melepas bintangnya demi regenerasi dan keseimbangan finansial. Langkah Galatasaray yang berani memboyong pemain sekaliber Leao juga menunjukkan ambisi mereka untuk bersaing di level tertinggi Eropa, sekaligus menjadi daya tarik bagi pasar Asia, termasuk Indonesia.
Di usianya yang ke-27, Leao masih berada di puncak karier, dan kepindahannya ke Istanbul menandai babak baru yang penuh tantangan. Ia diharapkan menjadi tulang punggung serangan Galatasaray yang musim ini tampil impresif di kompetisi domestik maupun Eropa. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan konsistensi dan kembali menunjukkan performa terbaiknya di bawah tekanan publik yang tinggi? Atau justru kepindahan ini menjadi awal dari penurunan karier yang sebelumnya gemilang? Hanya waktu yang akan membuktikan.



