Kejutan di Nagoya: Hoshoryu Kalah Lagi, Shishi Pemimpin Tunggal
Baca dalam 60 detik
- Yokozuna Hoshoryu menelan kekalahan kedua setelah keputusan wasit dibatalkan oleh dewan juri.
- Pegulat asal Ukraina, Shishi, menjadi satu-satunya peserta dengan rekor sempurna 6-0 di turnamen Nagoya.
- Kotozakura terancam degradasi setelah kekalahan beruntun, membutuhkan setidaknya delapan kemenangan tersisa.

Turnamen sumo Grand Sumo Tournament di Nagoya memasuki hari keenam dengan kejutan besar. Yokozuna Hoshoryu harus mengakui keunggulan Hakunofuji setelah keputusan wasit yang semula menguntungkannya dibatalkan oleh dewan juri. Kekalahan ini menjadi yang kedua bagi Hoshoryu dalam enam pertandingan, sementara pegulat peringkat bawah asal Ukraina, Shishi, justru tampil sempurna dan memuncaki klasemen sendirian.
Dalam pertandingan yang berlangsung di IG Arena, Nagoya, Hoshoryu sempat unggul posisi dengan meraih pegangan sabuk lengan kiri. Namun, Hakunofuji, yang berada di peringkat maegashira No. 3, menunjukkan kegigihan luar biasa. Saat Hoshoryu mencoba menjatuhkan lawan dengan kuncian lengan kanan, Hakunofuji justru membalas dengan teknik bantingan lutut memutar yang spektakuler. Kedua pegulat jatuh bersamaan, dan wasit awalnya menunjuk Hoshoryu sebagai pemenang. Setelah peninjauan ulang oleh dewan juri di pinggir ring, keputusan dibalik: kemenangan diberikan kepada Hakunofuji. Hasil ini membuat rekor Hoshoryu menjadi 4-2, sedangkan Hakunofuji naik ke 5-1.
Sementara itu, yokozuna lainnya, Onosato, berhasil meraih kemenangan beruntun pertamanya di turnamen ini dengan mendorong keluar Hiradoumi (maegashira No. 3). Onosato kini memiliki rekor 3-3, masih mencari konsistensi. Di sisi lain, Shishi terus menunjukkan performa impresif. Pegulat kelahiran Ukraina itu dengan mudah mendorong Asakoryu (maegashira No. 16) keluar ring, mempertahankan rekor sempurna 6-0. Ini adalah awal terbaik Shishi sejak naik ke divisi elite makuuchi.
Pertarungan sengit juga terjadi di level ozeki. Kirishima, yang tengah berjuang untuk promosi menjadi yokozuna, berhasil mengatasi perlawanan ketat Yoshinofuji dan menang dengan dorongan. Rekornya kini 5-1. Namun, nasib berbeda dialami Kotozakura. Ozeki yang berstatus "kadoban" (terancam degradasi) ini menelan kekalahan keduanya secara beruntun setelah didorong keluar oleh Gonoyama (maegashira No. 2). Kotozakura gagal menemukan celah dalam pertahanan lawan yang agresif. Setelah mencatat rekor negatif di turnamen musim panas Mei lalu, ia kini membutuhkan setidaknya delapan kemenangan dari sisa pertandingan untuk mempertahankan pangkat ozeki.
Sekiwake Aonishiki, yang juga berasal dari Ukraina, tampil cepat mengalahkan Oho. Dengan pegangan sabuk lengan kiri, ia menjatuhkan lawan melalui lemparan memutar. Aonishiki yang sempat turun pangkat karena cedera kini berpeluang besar merebut kembali status ozeki jika mampu meraih 10 kemenangan di turnamen ini. Sementara itu, sekiwake Atamifuji mendorong keluar Fujinokawa, dan Kotoshoho dikalahkan oleh Takanosho. Di pertandingan lain, Wakanosho (maegashira No. 11) mengalami kekalahan pertamanya setelah kalah dalam duel dorong dengan Fujiryoga, dan dalam prosesnya ia cedera lutut kanan.
Dengan masih tersisa sembilan hari pertandingan, persaingan di puncak klasemen semakin menarik. Mampukah Shishi mempertahankan rekor sempurnanya? Ataukah Hoshoryu dan Kirishima akan bangkit dan merebut kembali keunggulan? Jawabannya akan terjawab dalam pekan-pekan mendatang.



