Nottingham Forest dan Palace Berebut Pape Matar Sarr: Calon Penerus Elliot Anderson?
Baca dalam 60 detik
- Nottingham Forest dan Crystal Palace dikabarkan saling berkejaran untuk mendapatkan gelandang Tottenham, Pape Matar Sarr, yang nilainya diperkirakan hanya £30 juta.
- Kepergian Elliot Anderson ke Manchester City dengan rekor £116 juta membuat Forest wajib mencari pengganti sepadan, dan Sarr dinilai punya profil teknis serta atletis yang mirip.
- Kedalaman skuad menjadi sorotan utama, terlebih cedera Ibrahim Sangare dan minimnya opsi di lini tengah mengancam ambisi Forest menjauh dari zona degradasi.

Nottingham Forest dan Crystal Palace disebut-sebut tengah bersaing ketat untuk mendaratkan gelandang Tottenham Hotspur, Pape Matar Sarr, pada bursa transfer Januari ini. Langkah ini muncul sebagai respons atas kepergian Elliot Anderson ke Manchester City dengan nilai transfer memecahkan rekor klub, £116 juta, yang meninggalkan lubang besar di lini tengah The Tricky Trees.
Menurut laporan The Telegraph yang dikutip Mike McGrath, Forest telah mengirimkan pertanyaan resmi terkait ketersediaan pemain berusia 23 tahun asal Senegal tersebut. Sarr, yang kesulitan menembus tim utama Spurs di bawah arahan Roberto De Zerbi, diyakini bisa dilepas dengan banderol sekitar £30 juta—angka yang tergolong murah di tengah inflasi harga pemain Premier League saat ini.
Ketertarikan ini tidak lepas dari kebutuhan mendesak Forest untuk menambah daya gedor dan kreativitas di lini tengah. Pelatih anyar, Oliver Glasner, yang sebelumnya menukangi Crystal Palace, telah memboyong Xaver Schlager, tetapi cedera Ibrahim Sangare mempertegas bahwa skuad masih membutuhkan kedalaman dan dinamisme. Anderson, yang dibeli dari Newcastle United seharga £35 juta pada 2024, tumbuh menjadi salah satu gelandang terbaik Eropa sebelum dijual dengan keuntungan berlipat. Kini, Forest berharap bisa mengulangi resep sukses serupa dengan merekrut Sarr.
Sarr sendiri bukanlah nama asing bagi penggemar Premier League. Pada musim 2023/24, ia tampil impresif di bawah asuhan Ange Postecoglou, dengan sorak-sorai "Sarr-man" dari tribun Spurs. Meski hanya 13 kali menjadi starter di liga musim lalu, statistiknya menunjukkan potensi besar: ia berada di 13 persen teratas untuk jarak lari per 90 menit, serta masuk 20 persen teratas untuk kontribusi defensif, duel udara, dan dribel sukses. Profilnya yang lengkap—energik, agresif, dan teknis—mengingatkan banyak pihak pada gaya bermain Anderson.
Namun, Forest tidak sendirian. Crystal Palace, yang kini ditangani manajer baru, juga dikabarkan mengincar Sarr untuk dipasangkan dengan Adam Wharton di lini tengah. Persaingan ini menambah bumbu rivalitas antara kedua klub yang belakangan kerap bersitegang, termasuk dalam urusan transfer pemain.
Bagi Forest, merekrut Sarr bukan sekadar menambal lubang, melainkan investasi jangka panjang. Pemilik klub, Evangelos Marinakis, dikenal berani menggelontorkan dana untuk pemain muda berbakat. Keberhasilan mengembangkan Anderson menjadi bukti bahwa klub asal Midlands ini mampu mengubah potensi menjadi performa nyata. Jika Sarr mampu beradaptasi dengan cepat, ia bisa menjadi fondasi lini tengah Forest untuk musim-musim mendatang.
Di sisi lain, keputusan Tottenham melepas Sarr dengan harga murah bisa menjadi bumerang. Sejarah menunjukkan bahwa pemain yang gagal bersinar di Spurs kerap menemukan performa terbaiknya di klub lain. Anderson adalah contoh nyata: setelah kesulitan di Newcastle, ia justru bersinar di Forest dan kini menjadi salah satu gelandang termahal di dunia. Apakah Sarr akan mengikuti jejak serupa? Atau justru Palace yang berhasil memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat skuad mereka?
Jendela transfer musim dingin memang selalu penuh kejutan. Bagi Nottingham Forest, yang musim lalu nyaris terdegradasi, mendatangkan pemain sekaliber Sarr bisa menjadi sinyal ambisi untuk kembali bersaing di papan atas. Namun, persaingan dengan Palace yang juga haus akan penguatan lini tengah membuat saga transfer ini belum berakhir. Satu hal yang pasti: kedua klub tidak akan menyerah begitu saja untuk mendapatkan tanda tangan pemain yang berpotensi menjadi bintang masa depan Premier League.



