Setelah Romawi Tengah Dibangun, Man United Kini Incar Bek Kiri: Siapa yang Akan Datang?
Baca dalam 60 detik
- Man United telah menggelontorkan dana 155 juta poundsterling untuk merevolusi lini tengah, dengan Carlos Baleba sebagai rekrutan termahal ketiga dalam sejarah klub.
- Bek kiri menjadi prioritas berikutnya, dengan Lewis Hall dari Newcastle sebagai target utama, namun klub enggan melepasnya dan United enggan membayar mahal.
- Kondisi finansial klub yang menanggung utang transfer 405,75 juta poundsterling membuat keputusan belanja berikutnya bergantung pada penjualan pemain, seperti Joshua Zirkzee.

Setelah menghabiskan lebih dari 155 juta poundsterling untuk membangun kembali lini tengah, Manchester United kini mengalihkan fokus ke sektor bek kiri. Dengan jendela transfer yang akan ditutup pada 1 September, pertanyaan besarnya adalah: akankah ada wajah baru yang tiba di Old Trafford untuk mengisi pos yang selama ini dihuni Luke Shaw?
Investasi besar di lini tengah, yang diakhiri dengan kedatangan Carlos Baleba dari Brighton seharga 70 juta poundsterling, menandai ambisi United untuk kembali bersaing di papan atas. Namun, satu kekalahan mengejutkan dari Hull City di laga pembuka Premier League telah memicu kekhawatiran tentang kedalaman skuad, terutama di posisi bek kiri.
Luke Shaw, yang tampil gemilang musim lalu dengan memulai semua 38 pertandingan liga, memiliki catatan cedera yang mengkhawatirkan sebelumnya. Antara Februari 2024 dan April 2025, ia lebih banyak absen daripada bermain, dan kini jadwal padat musim ini mengancam kebugarannya. Situasi ini membuat manajer Michael Carrick harus berpikir keras untuk mencari pelapis yang mumpuni.
Target utama United adalah Lewis Hall dari Newcastle United. Pemain berusia 21 tahun itu dianggap memiliki profil ideal untuk menantang posisi Shaw. Namun, Newcastle enggan melepasnya, dan United telah menunjukkan keengganan untuk membayar mahal di bursa transfer musim panas ini. Alternatif lain seperti Jorge Salinas dari Racing Santander dan Alejandro Balde dari Barcelona juga masuk radar, tetapi masing-masing memiliki kendala tersendiri.
Kendala finansial menjadi faktor krusial. United masih memiliki utang transfer yang besar, dan tambahan pinjaman $125 juta yang diumumkan pada Juni belum jelas penggunaannya. Untuk mendatangkan pemain baru, United mungkin perlu menjual pemain terlebih dahulu. Joshua Zirkzee, yang tampak kelebihan pemain, bisa menjadi kandidat utama untuk dijual, meskipun minat dari Serie A belum pasti.
Di sisi lain, Carrick sebenarnya memiliki opsi internal. Diogo Dalot dan Noussair Mazraoui bisa dimainkan di posisi bek kiri, sementara Baleba sendiri pernah berperan sebagai full-back di Brighton. Namun, opsi-opsi ini dianggap kurang ideal untuk jangka panjang. Harry Amass, pemain muda berusia 19 tahun, juga menjadi pelapis Shaw selama pramusim, tetapi ia tidak masuk skuad saat melawan Hull dan kemungkinan akan dipinjamkan atau dijual.
Konteks Indonesia: Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, perkembangan bursa transfer Manchester United selalu menarik perhatian. Klub ini memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Keputusan United untuk berhemat di bursa transfer mencerminkan tren klub-klub Eropa yang lebih berhati-hati dalam belanja pemain, sejalan dengan regulasi Financial Fair Play yang semakin ketat. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang mulai berinvestasi besar di liga domestik.
"Kami tidak akan terburu-buru membeli pemain hanya karena tekanan. Kami punya rencana jangka panjang," ujar seorang sumber internal United, yang enggan disebut namanya.
Dengan waktu seminggu tersisa, situasi di bursa transfer masih dinamis. United tampaknya akan tetap berhati-hati, tetapi jika ada peluang untuk mendapatkan pemain bek kiri dengan harga wajar, mereka tidak akan ragu. Pertanyaannya, apakah mereka akan mengambil risiko untuk mendatangkan pemain baru atau bertahan dengan skuad yang ada? Keputusan ini akan sangat menentukan performa United di sisa musim ini.



