Kebangkitan Borussia Mönchengladbach: Bisakah Tim Kleindienst Kembali Membawa Die Fohlen ke Papan Atas?
Baca dalam 60 detik
- Setelah nyaris terdegradasi, Gladbach memulai musim baru dengan perombakan besar-besaran dan ambisi menembus papan atas.
- Kembalinya Tim Kleindienst dari cedera menjadi kunci utama untuk mengatasi krisis gol yang melanda klub musim lalu.
- Dengan 10 pemain baru dan filosofi menyerang dari pelatih Eugen Polanski, Gladbach siap bersaing di Bundesliga 2026/27.

Borussia Mönchengladbach mengawali musim 2026/27 dengan harapan besar setelah musim lalu nyaris terdegradasi. Di bawah asuhan Eugen Polanski, yang mengambil alih di tengah musim, tim asuhan Die Fohlen berhasil mengamankan posisi di Bundesliga, finis di peringkat ke-12 dengan koleksi 38 poin. Kini, dengan skuad yang dirombak dan sang kapten Tim Kleindienst kembali pulih, Gladbach berambisi untuk kembali bersaing di papan atas klasemen, sebuah pencapaian yang terakhir kali mereka raih pada musim 2020/21.
Musim lalu merupakan ujian berat bagi Gladbach. Mereka hanya mencetak 42 gol, jumlah terendah sejak kembali ke Bundesliga pada 2008/09. Ketergantungan pada penyerang pinjaman Haris Tabaković, yang mencetak 13 gol, menjadi bukti betapa tumpulnya lini depan mereka. Bahkan bek tengah Kevin Diks menjadi pencetak gol terbanyak kedua dengan lima gol, empat di antaranya dari titik penalti. Cedera lutut yang diderita Kleindienst sejak awal musim membuat tim kehilangan sosok penyerang utama yang pada musim 2024/25 mampu mencetak 16 gol dan membawanya masuk skuad timnas Jerman.
Menghadapi musim baru, Gladbach melakukan perombakan besar-besaran. Kepergian gelandang Rocco Reitz ke RB Leipzig dan legenda klub Nico Elvedi ke Leeds United membuka ruang bagi 10 pemain baru untuk datang. Di antara rekrutan anyar tersebut, nama Ko Itakura menonjol. Bek asal Jepang yang sempat hengkang ke Ajax musim panas lalu itu kembali ke Borussia-Park setelah hanya setahun pergi. Direktur olahraga Rouven Schröder mengungkapkan kegembiraannya, "Kami sangat senang bisa mendapatkan pemain dengan kualitas dan pengalaman yang sesuai dengan profil yang kami cari setelah kepergian Nico Elvedi." Itakura, yang telah tampil 80 kali untuk Gladbach dalam tiga tahun, diharapkan menjadi pilar pertahanan yang kokoh mendampingi Kevin Diks.
Selain Itakura, Gladbach juga mendatangkan Isac Lidberg dari Darmstadt. Penyerang yang menjadi pencetak gol terbanyak kedua Bundesliga 2 musim lalu dengan 17 gol ini diharapkan dapat meringankan beban Kleindienst di lini depan. Kehadiran Lidberg memberikan opsi tambahan dalam serangan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu pemain. Sementara itu, pelatih Polanski, yang kini memiliki musim pramusim penuh untuk menerapkan idenya, mengisyaratkan pergeseran ke gaya bermain yang lebih agresif dan menyerang. Ini terlihat dari hasil pramusim yang impresif, termasuk kemenangan telak 15-0 atas Rottach-Egern dan 8-0 atas Velbert, meski lawan yang dihadapi masih tergolong lemah.
Konteks Indonesia: Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, kebangkitan Gladbach menarik untuk disimak, terutama dengan hadirnya Ko Itakura, bek andalan timnas Jepang yang kerap menjadi lawan Timnas Indonesia di ajang internasional. Performa Itakura di Bundesliga akan menjadi sorotan, mengingat persaingan ketat di lini belakang Jerman. Selain itu, gaya bermain menyerang yang diusung Polanski bisa menjadi tontonan menarik bagi pecinta Bundesliga di tanah air, yang biasanya terpaku pada dominasi Bayern Munich atau Borussia Dortmund.
Meski ada optimisme, tantangan tetap ada. Gladbach akan menghadapi RB Leipzig di laga pembuka, yang merupakan ujian berat bagi pertahanan baru mereka. Selain itu, konsistensi menjadi kunci; musim lalu mereka sering kehilangan poin di laga-laga yang seharusnya bisa dimenangkan. Para pemain muda seperti Hugo Bolin dan Wael Mohya juga diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan, mengingat mereka akan mendapat lebih banyak menit bermain di lini tengah dan sayap. Jika semua elemen ini berpadu, bukan tidak mungkin Gladbach kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Bundesliga.
Pertanyaan besarnya: akankah Gladbach mampu mempertahankan performa pramusim yang impresif saat menghadapi lawan-lawan kuat di musim reguler? Dengan kembalinya Kleindienst dan tambahan amunisi baru, para penggemar Die Fohlen tentu berharap musim ini tidak lagi dihantui oleh ketakutan degradasi, melainkan mimpi untuk menembus papan atas klasemen.



