Gerindra Bungkam Isu Percepatan Pemilu 2029: Fokus Kawal Program Prabowo, Bukan Spekulasi Politik
Baca dalam 60 detik
- Gerindra menegaskan tidak membahas wacana pemilu dipercepat, menilai isu tersebut terlalu dini dan mengganggu fokus pemerintahan.
- Pernyataan Budi Arie tentang potensi percepatan pemilu menuai spekulasi, namun Gerindra memilih untuk tidak terpengaruh dan mengalihkan pertanyaan ke yang bersangkutan.
- Sikap Gerindra ini menegaskan prioritas partai pada stabilitas pemerintahan dan keberhasilan program Prabowo, sekaligus meredam gejolak politik menjelang 2029.

Partai Gerindra secara tegas menepis wacana percepatan pemilu yang sempat dilontarkan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, dengan menyatakan bahwa internal partai tidak memiliki agenda pembahasan mengenai kontestasi 2029. Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menegaskan bahwa prioritas partai saat ini adalah mengawal dan menyukseskan program-program Presiden Prabowo Subianto, bukan terjebak dalam spekulasi politik yang dinilai prematur.
Sugiat, yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, menggarisbawahi bahwa pernyataan Budi Arie yang merekam potensi pemilu lebih cepat hanyalah opini pribadi yang tidak menjadi bahan diskusi di tubuh Gerindra. "Kami fokus menyukseskan program Pak Prabowo, tidak ada pembahasan untuk 2029, masih jauh untuk dibahas," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa. Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Gerindra berusaha menjaga jarak dari isu-isu yang dapat mengganggu stabilitas pemerintahan yang baru berjalan.
Wacana percepatan pemilu sendiri muncul setelah beredar rekaman video di media sosial yang memperlihatkan Budi Arie berbincang di samping Presiden ke-7 Joko Widodo mengenai kemungkinan momentum politik yang lebih cepat. Video tersebut memicu beragam spekulasi di publik, mulai dari skenario perpanjangan masa jabatan hingga percepatan agenda demokrasi. Namun, Gerindra memilih untuk tidak larut dalam perdebatan tersebut. Sugiat justru meminta publik untuk mengonfirmasi langsung kepada Budi Arie perihal maksud pernyataannya. "Hanya Budi Arie yang tahu sendiri maksudnya apa, silakan ditanya ke yang bersangkutan, kita tidak terpengaruh," tegasnya.
Sikap Gerindra ini dapat dibaca sebagai upaya untuk meredam gejolak politik yang berpotensi mengganggu konsentrasi pemerintahan. Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial, partai berlambang garuda ini memilih untuk berdiri di belakang penuh agenda prioritas Prabowo, seperti program hilirisasi, ketahanan pangan, dan pengentasan kemiskinan. Dengan menegaskan tidak adanya pembahasan Pemilu 2029, Gerindra juga ingin menunjukkan bahwa partai tidak akan terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah fokus koalisi pemerintahan.
Bagi pengamat politik, langkah Gerindra ini merupakan strategi yang cerdas. Dengan menolak terlibat dalam perdebatan, partai pemenang pemilu 2024 itu dapat memproyeksikan citra sebagai partai yang matang dan fokus pada pemerintahan, bukan pada kepentingan elektoral jangka pendek. Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah sikap ini akan bertahan mengingat dinamika politik yang kerap berubah cepat. Apalagi, hubungan antara Gerindra dan Projo, yang selama ini dikenal sebagai pendukung setia Jokowi, juga menjadi sorotan.
Ke depan, publik akan mencermati apakah pernyataan Budi Arie hanyalah isapan jempol belaka atau memiliki maksud tertentu yang belum terungkap. Sementara itu, Gerindra tampaknya akan terus berpegang pada narasi stabilitas dan keberhasilan program. Pertanyaan yang menggantung: akankah isu percepatan pemilu ini benar-benar mereda, atau justru menjadi bumerang politik yang menguji soliditas koalisi pemerintahan? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun yang jelas, Gerindra telah memilih untuk tidak bermain-main dengan isu yang dapat menggoyahkan konsentrasi pembangunan.



