Debut Alonso di Chelsea: Trio Palmer-Rogers-Joao Pedro Bersinar, tetapi Kiper Sanchez Jadi Titik Rawan
Baca dalam 60 detik
- Kemenangan perdana Xabi Alonso bersama Chelsea di Premier League diwarnai performa impresif lini depan anyar yang mencetak tiga gol.
- Cole Palmer kembali ke performa terbaiknya setelah musim lalu diganggu cedera, sementara rekrutan mahal Morgan Rogers langsung memberi dampak.
- Kekhawatiran utama tetap pada kiper Robert Sanchez yang melakukan dua blunder, memicu spekulasi perekrutan kiper baru sebelum bursa transfer ditutup.

Xabi Alonso memulai era kepelatihannya di Stamford Bridge dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Fulham dalam laga Premier League, Senin malam. Namun, di balik tiga poin perdana tersebut, tersimpan pekerjaan rumah besar: kiper Robert Sanchez kembali menjadi sorotan setelah dua kesalahan yang nyaris menggagalkan kemenangan timnya.
Laga yang berlangsung sengit di Craven Cottage itu menjadi panggung bagi trio lini depan baru Chelsea. Morgan Rogers, yang baru direkrut dari Aston Villa dengan rekor transfer klub senilai 117 juta poundsterling, langsung tampil memukau di laga perdananya. Ia berkolaborasi apik dengan Cole Palmer dan Joao Pedro, yang ketiganya sukses mencetak gol. Joao Pedro bahkan membuka keunggulan hanya dalam 31 detik, memanfaatkan umpan Palmerโgol tercepat Chelsea sejak Oktober 2016.
Palmer, yang musim lalu diganggu cedera pangkal paha dan akhirnya dicoret dari skuad Inggris untuk Piala Dunia, menunjukkan penampilan terbaiknya lagi. Ia tidak hanya mencetak gol, tetapi juga mencatatkan assist yang menyamai total assistnya musim lalu. "Musim panas ini saya beristirahat, memulihkan tenaga, dan saya siap serta lapar," ujar Palmer kepada Sky Sports. Mantan bek Manchester United, Gary Neville, menyebut penampilan Palmer "sensasional" dan "seperti Palmer lama yang kita kenal".
Di sisi lain, performa Sanchez menjadi momok. Kiper asal Spanyol itu gagal mengantisipasi tembakan Josh King yang seharusnya mudah ditangkapโnilai expected goals on target (xGoT) hanya 0,05, yang menurut data menjadi gol dengan peluang terendah di pekan pembuka Premier League. Ia juga melakukan kesalahan kedua yang berujung gol Gonzalo Garcia. Jamie Carragher, mantan bek Liverpool, dengan tegas menyatakan, "Mereka tidak akan pernah memenangkan liga dengan Sanchez di gawang." Kritik serupa dilontarkan Neville yang menyebut masalah kiper ini "akan menggerogoti semua yang sedang dibangun".
Alonso sendiri memilih bersikap defensif. Ia menekankan tanggung jawab kolektif tim dan menyebut proses perbaikan masih berjalan. "Kami harus menerima dan belajar dari kesalahan ini. Ini akan menjadi sebuah proses," katanya. Namun, pernyataan Alonso sebelumnya bahwa "pemain harus menunjukkan kemampuan mereka di lapangan" mengindikasikan peluang bagi kiper kedua, Mike Penders, untuk tampil. Dengan bursa transfer yang masih terbuka, spekulasi perekrutan kiper baru pun menguat.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena menampilkan dua pemain yang sempat dikaitkan dengan Timnas Indonesia melalui jalur naturalisasi, yakni Morgan Rogers dan Joao Pedro. Meski keduanya memilih membela negara asal, performa mereka di panggung Premier League menunjukkan kualitas yang bisa menjadi pembanding bagi pengembangan pemain muda Indonesia. Selain itu, gaya bermain Alonso yang mengedepankan penguasaan bola dan transisi cepat bisa menjadi referensi bagi pelatih lokal yang ingin mengadopsi filosofi modern.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Chelsea akan bergerak cepat di bursa transfer untuk merekrut kiper baru, atau tetap memberi kepercayaan pada Sanchez. Keputusan ini akan menentukan apakah ambisi juara klub London barat itu realistis atau sekadar mimpi. Jika lini depan terus tampil tajam, tetapi lini belakang rapuh, musim Chelsea bisa menjadi roller coaster yang menegangkan. Mampukah Alonso menyeimbangkan kedua kutub tersebut?



