Atalanta Akhiri Puasa Kemenangan di Era Sarri: Raspadori dan Krstovic Bawa Dea Tundukkan Sassuolo 2-1
Baca dalam 60 detik
- Kemenangan perdana Atalanta di bawah arahan Maurizio Sarri terwujud setelah menaklukkan Sassuolo dengan skor 2-1 di Stadion Gewiss.
- Gol cepat Giacomo Raspadori pada menit keenam membuka keunggulan, namun Sassuolo sempat menyamakan kedudukan lewat aksi Cas Odenthal sebelum Nikola Krstovic memastikan tiga poin.
- Hasil ini menjadi sinyal positif bagi adaptasi skuad La Dea terhadap filosofi Sarri, sekaligus memperbaiki posisi mereka di klasemen Serie A.

Atalanta akhirnya memetik kemenangan perdana di bawah kepelatihan Maurizio Sarri. Bertanding di hadapan pendukung sendiri, La Dea menundukkan Sassuolo dengan skor tipis 2-1 pada lanjutan Serie A, Minggu (16/2) malam WIB. Dua gol kemenangan tim tuan rumah masing-masing dicetak oleh Giacomo Raspadori dan Nikola Krstovic, sementara gol balasan tim tamu dilesakkan Cas Odenthal.
Kemenangan ini tentu menjadi pelega bagi Sarri yang sebelumnya mendapat sorotan tajam setelah hasil imbang tanpa gol melawan Hapoel Tel-Aviv di leg pertama play-off Conference League. Hasil tersebut sempat memunculkan keraguan mengenai kecocokan taktik Sarri dengan materi pemain Atalanta. Namun, pada laga ini, perlahan terlihat pola permainan yang diinginkan pelatih asal Italia tersebut mulai terbentuk, meski masih ada beberapa celah yang perlu dibenahi.
Dari sisi tim tamu, Sassuolo yang diasuh Alberto Aquilani harus tampil tanpa sejumlah pilar utamanya. Domenico Berardi, Andrea Pinamonti, hingga Ismael Kone absen karena cedera. Meski demikian, Sassuolo tetap memberikan perlawanan sengit dan nyaris mencuri poin di kandang lawan. Kehilangan banyak pemain kunci jelas menjadi faktor yang memengaruhi kualitas permainan mereka, tetapi semangat juang yang ditunjukkan patut diacungi jempol.
Jalannya pertandingan sejak awal sudah berlangsung intens. Atalanta langsung tancap gas dan berhasil memecah kebuntuan pada menit keenam. Berawal dari kesalahan pemain belakang Sassuolo, Gianluca Gaetano melepaskan umpan terobosan kepada Raspadori yang dengan tenang menaklukkan kiper lawan. Tembakan kerasnya melesak ke sisi atas gawang, membuat publik tuan rumah bergemuruh. Gol ini menjadi spesial bagi Raspadori karena ia lahir dan besar di kota Sassuolo.
Setelah gol tersebut, pertandingan berjalan terbuka. Sassuolo mencoba keluar dari tekanan dan beberapa kali mengancam gawang Atalanta yang dijaga Marco Carnesecchi. Peluang emas sempat didapat Kieron Bowie dan Nicola Zalewski, namun penyelesaian akhir mereka masih belum sempurna. Di sisi lain, Atalanta juga beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat yang dipimpin Davide Zappacosta dan Armand Laurientรฉ, tetapi kiper Sassuolo, Arijanet Muric, tampil sigap mengamankan gawangnya.
Memasuki babak kedua, Sassuolo berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-55. Umpan panjang Josh Doig disambut sundulan Odilon Kossounou yang secara tidak sengaja menjadi assist bagi Cas Odenthal untuk mencetak gol dari jarak dekat. Gol ini sempat membuat pertandingan semakin menarik, namun Atalanta tidak butuh waktu lama untuk kembali unggul. Pada menit ke-65, umpan panjang dari Carnesecchi disambut Macchioni yang kemudian mengarahkan bola ke Nikola Krstovic. Penyerang asal Montenegro itu dengan dingin melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau kiper Sassuolo.
Kemenangan ini membawa Atalanta naik ke peringkat kelima klasemen sementara Serie A dengan koleksi 38 poin dari 22 pertandingan. Sementara itu, Sassuolo tertahan di posisi ke-14 dengan 25 poin. Bagi Sarri, hasil ini menjadi modal berharga untuk membangun kepercayaan diri timnya menghadapi laga-laga berikutnya, termasuk leg kedua play-off Conference League melawan Hapoel Tel-Aviv.
Bagi pecinta sepak bola Indonesia, hasil ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana adaptasi seorang pelatih top Eropa seperti Sarri tidak selalu berjalan mulus di awal. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang kerap berganti pelatih dengan filosofi berbeda. Konsistensi dan kesabaran dalam membangun skuad menjadi kunci, sebagaimana yang tengah dijalani Atalanta.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Atalanta mampu mempertahankan performa ini secara konsisten? Sarri dikenal sebagai pelatih yang perfeksionis dan menuntut permainan menyerang yang atraktif. Jika para pemainnya mampu menyerap filosofi tersebut dengan cepat, bukan tidak mungkin La Dea akan menjadi pesaing serius di papan atas Serie A musim ini.



