Rabiot Jadi Pembeda: AC Milan Taklukkan Torino 2-1 di Laga Pembuka Serie A
Baca dalam 60 detik
- Milan menang berkat aksi impresif Rabiot yang mencetak satu gol dan satu assist setelah masuk sebagai pemain pengganti.
- Kemenangan ini menegaskan kedalaman skuad Milan dan potensi taktik baru di bawah arahan pelatih anyar.
- Hasil ini memberi sinyal persaingan ketat di papan atas Serie A musim ini.

Adrien Rabiot membuktikan nilai besarnya bagi AC Milan dengan tampil sebagai pahlawan kemenangan 2-1 atas Torino di Stadio Olimpico Grande Torino, Sabtu (17/8) malam WIB. Masuk dari bangku cadangan, gelandang asal Prancis itu langsung mengubah wajah permainan timnya, mempersembahkan assist untuk gol perdana Alphadjo Cisse di Serie A, lalu mencetak gol keduanya dalam rentang waktu dua menit.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Milan yang tengah dalam masa transisi. Pelatih baru Ruben Amorim harus meramu strategi tanpa sejumlah pilar, seperti Rafael Leao yang cedera, serta Luka Modric dan Rabiot yang baru bergabung setelah berlaga di Piala Dunia. Namun, kehadiran Mike Maignan di bawah mistar dan duet bek anyar Goncalo Ramos serta Mario Gila memberikan sedikit ketenangan di lini belakang.
Di kubu Torino, pelatih Ignazio Abate yang juga punya sejarah panjang dengan Milan, harus menerima kenyataan pahit. Timnya tampil impresif di babak kedua dan bahkan sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol spektakuler Che Adams di masa injury time. Namun, kegagalan memanfaatkan sejumlah peluang emas, termasuk tendangan voli Aboukhlal yang melambung dari jarak dekat, membuat mereka harus pulang dengan tangan hampa.
Keputusan Amorim memasukkan Rabiot dan menggesernya ke posisi lebih maju terbukti jitu. Sebelumnya, Milan kesulitan menembus pertahanan rapat Torino. Begitu Rabiot masuk, alur serangan menjadi lebih hidup. Umpan silangnya yang akurat pada menit ke-64 berhasil disambar Cisse dengan sepakan melengkung ke sudut jauh gawang. Dua menit berselang, Rabiot kembali menunjukkan instingnya dengan berada di posisi tepat untuk menyambut umpan Samuel Chukwueze.
Di sisi lain, performa Torino juga patut diacungi jempol. Mereka tidak gentar menghadapi tim besar dan beberapa kali mengancam gawang Maignan. Alieu Njie nyaris menyamakan kedudukan andai tembakannya tidak membentur tiang. Namun, ketajaman lini depan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Abate. Dari total 15 percobaan, hanya sedikit yang benar-benar berbahaya.
Bagi publik Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena menampilkan sejumlah pemain yang kerap menghiasi layar kaca, seperti Rafael Leao dan Mike Maignan. Selain itu, gaya bermain Milan yang atraktif di bawah Amorim bisa menjadi tontonan menarik sepanjang musim. Meski demikian, konsistensi tetap menjadi kunci, mengingat persaingan di Serie A musim ini diprediksi semakin ketat dengan menghangatnya performa tim-tim seperti Inter, Juventus, dan Napoli.
โRabiot adalah pemain yang bisa membuat perbedaan. Ia punya kualitas dan pengalaman untuk mengubah jalannya pertandingan,โ ujar pengamat sepak bola Italia, Matteo Bonetti, dalam analisisnya.
Ke depannya, Milan dihadapkan pada ujian sesungguhnya saat menghadapi tim-tim papan atas. Pertanyaan besarnya, akankah Amorim mempertahankan taktik dengan memainkan Rabiot di posisi lebih maju? Atau justru akan ada eksperimen lain yang lebih berani? Yang jelas, kemenangan ini memberi sinyal positif bagi Milan untuk bersaing di papan atas.



