Norris Kembali Menang di GP Belanda, Antonelli Kokoh di Puncak Klasemen F1
Baca dalam 60 detik
- Lando Norris memenangi GP Belanda untuk kedua kalinya beruntun, sekaligus mempertahankan tradisi kemenangan dari posisi pole di Zandvoort.
- Kimi Antonelli finis kedua dan memperlebar jarak di puncak klasemen, kini unggul 59 poin atas duo Mercedes, Russell dan Hamilton.
- Insiden tabrakan Max Verstappen di lap pembuka memaksa restart, mengubah dinamika balapan dan memberi peluang bagi pembalap lain.

Lando Norris memastikan kemenangan kedua beruntunnya di musim ini dengan menjuarai Grand Prix Belanda di Sirkuit Zandvoort, Minggu (23/8). Pebalap McLaren itu tampil dominan sejak start dari posisi terdepan, meski sempat kehilangan posisi saat balapan diulang setelah kecelakaan yang melibatkan Max Verstappen di lap pertama.
Kemenangan ini menjadi yang ketiga secara beruntun bagi McLaren di Zandvoort, setelah Norris menang pada 2024 dan Oscar Piastri pada musim lalu. Namun, sorotan utama tetap tertuju pada Kimi Antonelli, pebalap muda Mercedes yang finis kedua dan semakin kokoh di puncak klasemen sementara. Dengan tambahan 18 poin, Antonelli kini mengoleksi 242 poin, unggul 59 poin atas George Russell dan Lewis Hamilton yang sama-sama mengantongi 183 poin.
Balapan berlangsung dramatis sejak awal. Verstappen, yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri, terlibat insiden di tikungan pertama dan harus rela keluar dari balapan. Insiden itu memicu bendera merah dan balapan diulang dari posisi start. Pada restart, Antonelli sempat memimpin, namun Norris dengan cepat merebut kembali posisi terdepan dan tak pernah lagi melepaskannya.
"Kami harus terus membawa upgrade dan performa. Pertarungan masih panjang," ujar Norris usai balapan, mengisyaratkan persaingan gelar yang belum usai. Kemenangan ini menjadi yang kedua beruntun bagi Norris setelah sukses di Hungaria bulan lalu, sekaligus menegaskan konsistensinya di paruh kedua musim.
Di sisi lain, keputusan tim Mercedes untuk memerintahkan Russell memberi jalan kepada Antonelli pada lap-lap akhir menjadi sorotan. Russell, yang sebelumnya memenangi sprint race Sabtu, mengaku keputusan itu tepat karena Antonelli menggunakan ban yang lebih segar. "Dengan ban baru, dia pasti akan menyalip, jadi ini keputusan yang benar," kata Russell. Ia kemudian berhasil menahan laju Lewis Hamilton dari Ferrari untuk mengamankan posisi ketiga.
Hasil ini semakin memperketat persaingan di papan atas. Ferrari, yang musim ini tampil impresif, hanya mampu menempatkan Charles Leclerc di posisi kelima, sementara Piastri harus puas di urutan keenam. Liam Lawson, yang menggantikan Isack Hadjar yang cedera di Red Bull, finis ketujuh. Nico Hulkenberg (Audi) berada di posisi kedelapan, disusul Fernando Alonso (Aston Martin) yang kembali mencetak poin dengan mesin Honda yang lebih bertenaga, dan Pierre Gasly (Alpine) melengkapi posisi sepuluh besar.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, dominasi Antonelli yang masih berusia 19 tahun menjadi tontonan menarik. Ia adalah generasi baru pebalap yang lahir setelah era Michael Schumacher, dan kini ia memimpin klasemen dengan nyaman. Pertanyaannya, akankah ia mampu mempertahankan keunggulan ini hingga akhir musim? Atau akankah Norris, dengan momentumnya, mampu mengejar ketertinggalan? Musim ini masih menyisakan banyak balapan, dan persaingan di puncak klasemen dipastikan akan semakin seru.



