Norris Menangkan GP Belanda, Verstappen Tersingkir Kecelakaan di Lap Pertama
Baca dalam 60 detik
- Lando Norris memanfaatkan strategi pit stop yang cerdik untuk menyalip Kimi Antonelli dan memenangkan GP Belanda, sekaligus memangkas jarak di klasemen.
- Max Verstappen mengalami kecelakaan hebat di lap pertama karena lintasan basah, memicu bendera merah dan mengubah jalannya balapan.
- Kemenangan ini menegaskan kebangkitan McLaren dan memperketat persaingan gelar, dengan Antonelli masih unggul 59 poin atas Russell.

Lando Norris membuktikan diri sebagai kandidat kuat gelar juara dunia Formula 1 musim ini. Pebalap asal Inggris itu tampil gemilang dengan memenangkan Grand Prix Belanda di Sirkuit Zandvoort, Minggu (25/8), setelah menjalankan strategi pit stop yang sempurna untuk mengalahkan pebalap Mercedes, Kimi Antonelli. Kemenangan ini menjadi yang kedua beruntun bagi Norris setelah sebelumnya menjuarai GP Hungaria, sekaligus menegaskan bahwa McLaren kini menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan.
Balapan yang berlangsung dramatis ini diwarnai kecelakaan hebat yang menimpa pebalap tuan rumah, Max Verstappen, di akhir lap pertama. Dalam kondisi lintasan yang masih basah setelah hujan, Verstappen kehilangan kendali mobil Red Bull-nya saat melintasi tikungan terakhir yang diambil dengan kecepatan tinggi. Bagian dalam rodanya menyentuh garis cat yang licin, menyebabkan mobilnya berputar dan menghantam dinding pembatas dengan keras. Beruntung, Verstappen selamat tanpa cedera dan mampu keluar dari mobilnya sendiri, meski balapannya harus dihentikan sementara dengan bendera merah.
Insiden tersebut mengubah total peta persaingan. Setelah restart, Antonelli yang start dari posisi ketiga berhasil menyalip Norris yang sempat melambat karena sisi dalam grid lebih basah. Namun, Norris tidak tinggal diam. Dengan kecerdasan membaca balapan, ia memilih untuk menunda pit stop keduanya hingga lap ke-47, sementara Antonelli sudah lebih dulu masuk pit pada lap 40. Keunggulan ban yang lebih segar membuat Norris mampu mengejar dan menyalip Antonelli dengan manuver berani di tikungan Tarzan, kemudian melewati Lewis Hamilton yang memimpin saat itu.
Kemenangan ini membawa Norris naik ke posisi keempat klasemen dengan 83 poin di belakang Antonelli yang masih memimpin. Meski selisihnya masih cukup besar, performa Norris dan McLaren dalam dua balapan terakhir menunjukkan tren positif yang mengancam dominasi Mercedes. Sementara itu, di kubu Mercedes, terjadi ketegangan internal ketika George Russell diperintahkan untuk memberi jalan kepada Antonelli di akhir balapan. Russell awalnya menolak karena khawatir kehilangan podium, namun akhirnya mematuhi perintah tim setelah adanya dua kali virtual safety car yang membantunya mengamankan posisi ketiga di depan Hamilton.
Di sisi lain, Fernando Alonso kembali menunjukkan kelasnya. Pebalap veteran asal Spanyol yang membela Aston Martin ini berhasil finis di posisi kesembilan dengan strategi satu kali pit stop yang berani. Alonso memulai balapan dari posisi ke-18 dan bertahan dengan ban lunak selama 34 lap sebelum berganti ke ban keras. Meski di akhir balapan ia dikejar oleh Pierre Gasly dan Yuki Tsunoda yang memiliki ban lebih segar, Alonso mampu menjaga ritme dan finis hanya satu detik di depan Gasly. Hasil ini menjadi poin perdana bagi Aston Martin sejak GP Monako dan memberikan sinyal positif atas perkembangan mesin Honda yang baru mereka gunakan.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, persaingan musim ini semakin menarik untuk diikuti. Dengan Norris yang mulai konsisten, Antonelli yang masih memimpin, dan Verstappen yang mengalami nasib sial, kejuaraan dunia musim 2025 diprediksi akan berlangsung ketat hingga balapan terakhir. Apakah McLaren mampu mempertahankan momentum dan mengejar ketertinggalan 83 poin? Atau akankah Antonelli semakin menjauh? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun yang jelas, musim ini menyajikan drama yang tidak pernah tidur.



