Harry Kane Ukir Sejarah: Pemain Inggris Pertama Raih Gelar Pemain Terbaik Jerman 2026
Baca dalam 60 detik
- Kane memenangkan penghargaan tahunan Kicker dengan 272 suara, unggul atas rekan setimnya Michael Olise.
- Musim lalu, striker Bayern Muenchen itu mencetak 61 gol di semua kompetisi, membawa timnya meraih double dan menembus semifinal Liga Champions.
- Penghargaan ini memperkuat posisi Kane sebagai kandidat kuat Ballon d'Or 2026 yang akan digelar di London, sekaligus menandai dominasi pemain Inggris di panggung sepak bola Eropa.

Harry Kane resmi dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Jerman 2026, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih pemain Inggris sebelumnya. Penghargaan yang digagas majalah Kicker dan dipilih oleh 695 anggota asosiasi jurnalis olahraga Jerman ini menjadi bukti nyata dominasi Kane di Bundesliga sejak bergabung dengan Bayern Muenchen.
Striker berusia 32 tahun itu mengumpulkan 272 suara, mengungguli rekan setimnya, Michael Olise, yang harus puas di posisi kedua dengan 203 suara. Olise sendiri merupakan runner-up pada 2025 di belakang Florian Wirtz. Raihan ini makin istimewa karena Kane menjadi pemain Inggris pertama yang memenangkan penghargaan tersebut, sekaligus menegaskan pengaruhnya di sepak bola Jerman.
Musim lalu, Kane tampil memukau dengan mencetak 61 gol di semua kompetisi. Kontribusinya membawa Bayern Muenchen meraih double winner (liga dan Piala DFB) serta menembus semifinal Liga Champions. Performa konsisten ini membuatnya layak dinobatkan sebagai pemain terbaik, melampaui para pesaing seperti Florian Wirtz dari Bayer Leverkusen dan pemain-pemain top Bundesliga lainnya.
Direktur Olahraga Bayern, Max Eberl, memberikan pujian setinggi langit kepada Kane. "Hampir mustahil menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan Harry Kane. Kadang saya kehabisan kata-kata," ujarnya. "Dia sudah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Inggris, dan sekarang juga menang di Jerman." Pujian ini menegaskan betapa berharganya Kane bagi tim, baik di dalam maupun luar lapangan.
Penghargaan ini juga membuka peluang Kane untuk meraih Ballon d'Or 2026 yang akan digelar di London pada Oktober mendatang. Jika berhasil, ia akan menjadi pemain Inggris kedua yang memenangkan trofi tersebut saat membela klub Jerman, setelah Kevin Keegan yang meraihnya pada 1978 dan 1979 bersama Hamburg. Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Inggris dan semakin mengukuhkan kualitas Kane di level tertinggi.
Selain Kane, pelatih Bayern, Vincent Kompany, dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik 2026, sementara kapten tim wanita Bayern, Giulia Gwinn, meraih penghargaan untuk pemain wanita terbaik. Ketiganya akan dihormati dalam seremoni sebelum laga pembuka Bundesliga melawan VfB Stuttgart di Allianz Arena, Jumat mendatang. Bayern sendiri mengawali musim dengan manis setelah menaklukkan Borussia Dortmund 2-1 di Piala Super Jerman, dan Kane juga baru saja menerima Sepatu Emas 2026 sebagai pencetak gol terbanyak di liga-liga top Eropa.
Bagi Indonesia, pencapaian Kane ini menjadi inspirasi bagi para pemain muda yang bercita-cita berkarier di Eropa. Keberhasilan Kane menunjukkan bahwa kerja keras dan konsistensi bisa mengantarkan pemain dari liga mana pun ke puncak pengakuan individu. Di tengah gencarnya naturalisasi pemain untuk Timnas Indonesia, kisah Kane bisa menjadi motivasi bahwa pemain Asia pun bisa bersaing di level tertinggi jika diberi kesempatan dan dukungan yang tepat.
Dengan segala pencapaiannya, Kane kini berdiri di ambang sejarah. Akankah ia mampu membawa pulang Ballon d'Or dan melengkapi koleksi gelar individunya? Atau justru ada kejutan dari kandidat lain? Yang jelas, musim 2026/2027 akan menjadi panggung pembuktian bagi Kane untuk terus menorehkan tinta emas dalam kariernya.



