League Cup 2026/2027 Diusulkan ke AFC, Pintu Klub Indonesia ke Kompetisi Asia Mulai Terbuka
Baca dalam 60 detik
- I-League menyiapkan League Cup 2026/2027 sebagai jembatan bagi klub Indonesia untuk menembus kompetisi antarklub Asia.
- Presiden Direktur I-League Ferry Paulus menyatakan pihaknya akan mengajukan turnamen ini ke AFC, dengan opsi AFC Challenge atau kasta ketiga.
- Pemilihan venue final, termasuk opsi SUGBK, masih menunggu ketersediaan karena padatnya agenda Timnas Indonesia.

I-League resmi mengusulkan League Cup 2026/2027 ke Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sebagai kompetisi yang dapat memberikan slot bagi klub Indonesia untuk tampil di level Asia. Langkah ini menjadi terobosan penting karena selama ini klub Tanah Air kerap kesulitan menembus kompetisi antarklub Asia melalui jalur reguler.
Presiden Direktur I-League, Ferry Paulus, mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengajukan League Cup sebagai salah satu kontestan di AFC, baik untuk AFC Challenge maupun kasta ketiga. "Tujuan dari I-League ini, akan kami usulkan kepada AFC sebagai bagian salah satu kontestan di AFC, entah itu di AFC Challenge atau kasta ketiga di AFC," kata Ferry Paulus.
Turnamen yang melibatkan 38 klub ini tidak sekadar menjadi perebutan trofi. Ada misi lebih besar: membuka akses bagi klub-klub peserta untuk bersaing di level Asia, yang selama ini menjadi hambatan bagi sepak bola Indonesia. Jika disetujui AFC, League Cup bisa menjadi jalur alternatif yang kompetitif dan prestisius.
Ferry menjelaskan bahwa rencana ini juga mendorong I-League untuk menyiapkan venue netral bagi pertandingan final. Menurutnya, venue final harus mampu mendukung status kompetisi sekaligus meningkatkan daya saing klub yang nantinya mendapatkan slot ke kompetisi Asia. "Sehingga perlu satu tempat yang betul-betul bisa menambah daya saing. Jadi, slot nantinya ini benar-benar menjadi slot yang sangat kompetitif, sangat prestisius," ujar Ferry.
I-League berencana memilih venue terbaik dengan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum pertandingan final digelar. "Kami akan carikan tempat yang bagus dari semua aspek," lanjutnya. Salah satu venue yang kemudian ditanyakan kepada Ferry adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Namun, penggunaan stadion tersebut masih bergantung pada ketersediaan karena banyak agenda Timnas Indonesia yang juga digelar di sana. "Iya, makanya nanti kami lihat ketersediaan GBK sendiri seperti apa. Karena banyak juga agenda-agenda tim nasional main di sana," kata Ferry.
Karena itu, kepastian venue belum dapat ditentukan karena GBK juga memiliki sejumlah agenda Timnas Indonesia yang perlu diperhatikan. Langkah I-League ini menjadi sinyal bahwa pengelola liga serius membangun ekosistem kompetisi yang tidak hanya berorientasi domestik, tetapi juga membuka peluang internasional bagi klub-klub peserta.
Ke depan, apakah AFC akan menyetujui usulan ini? Jika ya, League Cup bisa menjadi batu loncatan bagi klub Indonesia untuk mengukur kemampuan di level Asia, sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi nasional secara keseluruhan.



