Fabregas Bela Como Usai Ditahan Udinese: Sedikit Tim yang Mampu Menang di Udine
Baca dalam 60 detik
- Como hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Udinese pada laga perdana Serie A 2026-27, dengan gol balasan Tasos Douvikas di babak kedua.
- Cesc Fabregas menilai hasil tersebut wajar karena Udine dikenal sebagai kandang yang sulit ditaklukkan, bahkan Como belum pernah menang di sana dalam tiga musim terakhir.
- Pelatih asal Spanyol itu juga merespons rumor transfer Moise Kean, menyatakan kekagumannya tetapi enggan berkomentar lebih jauh.

Pelatih Como, Cesc Fabregas, dengan tegas membantah anggapan bahwa timnya tampil lamban saat ditahan imbang 1-1 oleh Udinese pada pekan pembuka Serie A 2026-27, Sabtu (22/8). Menurutnya, bermain di Bluenergy Stadium, markas Udinese, bukanlah tugas mudahโsebuah fakta yang ia sampaikan langsung dalam wawancara usai pertandingan.
Pada laga tersebut, Udinese sempat unggul lebih dulu lewat gol Hassane Kamara pada menit ke-30. Namun, Como berhasil menyamakan kedudukan sepuluh menit setelah turun minum melalui aksi Tasos Douvikas. Hasil ini membuat Como membawa pulang satu poin dari lawatan pertamanya musim ini.
Fabregas, yang dikenal sebagai pelatih muda dengan filosofi menyerang, menilai anak asuhnya sebenarnya layak menang. โKami kebobolan corner pertama setelah 21 menit, dan sampai saat itu saya pikir kami tampil sebagai tim yang baik. Babak kedua luar biasa, reaksi yang bagus, meski kami kebobolan terlalu banyak serangan balik,โ ujarnya kepada DAZN, seperti dikutip TMW. โPada akhirnya, saya rasa kami pantas menang. Anda akan lihat, tidak banyak tim yang akan menang di sini.โ
Pernyataan Fabregas bukan tanpa dasar. Como tercatat belum pernah meraih kemenangan di Udine dalam tiga kunjungan terakhirnya di Serie A. โKami datang ke sini tiga tahun berturut-turut dan belum pernah menang, tapi banyak tim lain juga mengalami hal yang sama,โ tambahnya. Statistik ini menegaskan reputasi Udinese sebagai tim yang sulit dikalahkan di kandang sendiri.
Selain soal performa tim, Fabregas juga ditanya mengenai pemain anyar yang direkrut Como pada bursa transfer musim panas ini. Ia meminta waktu bagi para pendatang baru untuk beradaptasi. โButuh waktu untuk menetap di tempat baru. Saya suka semua penampilan mereka. Yang terpenting mereka fokus. Rata-rata usia tim kami muda, dan Liberali serta beberapa pemain muda lainnya masuk. Saya senang karena sangat sulit menang di Udine,โ jelasnya.
Menariknya, Fabregas juga merespons rumor yang mengaitkan Como dengan penyerang tim nasional Italia, Moise Kean, yang saat ini memperkuat Fiorentina. Meski mengaku mengagumi kualitas pemain tersebut, ia enggan berkomentar banyak. โTentu saya suka dia. Saya tidak ingin berbicara tentang pemain tim lain, tapi sebagai pemain, jelas (saya suka), begitu juga dengan banyak pemain kuat Fiorentina lainnya,โ katanya diplomatis.
Bagi pengamat sepak bola Italia, pernyataan Fabregas ini menunjukkan ambisi Como untuk bersaing di papan atas Serie A. Namun, hasil imbang ini juga menjadi pengingat bahwa konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah bagi tim asal Lombardy tersebut. Dengan jadwal padat yang menanti, Fabregas dituntut untuk segera menemukan formula terbaik agar timnya tidak tertinggal dari para pesaing.
Ke depannya, publik sepak bola Indonesia yang mengikuti Serie A tentu menantikan apakah Como mampu memperbaiki catatan buruknya di laga tandang, khususnya melawan tim-tim yang kuat di kandang sendiri. Mampukah Fabregas membawa Como meraih kemenangan perdana di Udine pada kesempatan berikutnya? Atau justru Udinese akan kembali menjadi batu sandungan?



