Liverpool Siapkan Dana Rp4 Triliun demi Dua Winger Baru: Barcola dan Minteh Jadi Prioritas
Baca dalam 60 detik
- The Reds mengincar Bradley Barcola dan Yankuba Minteh secara paralel, bukan memilih salah satu.
- Penjualan Cody Gakpo menjadi kunci untuk mendanai pembelian besar, dengan PSG mematok harga tinggi untuk Barcola.
- Jika kedua transfer terealisasi, total belanja Liverpool bisa menembus £200 juta, menandai ambisi juara di musim baru.

Liverpool dikabarkan siap menggelontorkan dana lebih dari £200 juta atau sekitar Rp4 triliun untuk mendatangkan dua winger baru, Bradley Barcola dan Yankuba Minteh, pada bursa transfer musim panas ini. Langkah ini menjadi sinyal ambisi The Reds untuk mempertahankan gelar juara Premier League, sekaligus menjawab kritik atas kedalaman skuad yang sempat menjadi kelemahan musim lalu.
Menurut jurnalis kenamaan David Ornstein, Liverpool menempatkan Barcola sebagai prioritas utama. Namun, keputusan untuk merekrut pemain sayap PSG itu sangat bergantung pada kesepakatan harga dengan klub Prancis tersebut. PSG dikabarkan memulai negosiasi dengan permintaan mencapai €170 juta, angka yang dinilai terlalu tinggi oleh kubu Anfield. Sementara itu, negosiasi untuk Minteh juga berjalan alot, dengan Brighton & Hove Albion mematok harga di atas £70 juta untuk pemain berusia 22 tahun tersebut.
Yang menarik, Ornstein menegaskan bahwa kedua transfer ini bukanlah pilihan alternatif, melainkan dua paket yang berjalan paralel. "Minteh untuk kanan, Barcola untuk kiri," ujarnya. Strategi ini menunjukkan bahwa pelatih Andoni Iraola ingin memperkuat kedua sisi sayap secara bersamaan, sebuah langkah berani yang jarang dilakukan klub sebesar Liverpool dalam satu bursa.
Untuk membiayai belanja besar ini, Liverpool siap melepas Cody Gakpo. Penjualan pemain asal Belanda itu diprediksi menjadi kunci finansial yang membuka ruang gerak klub. Jika Barcola berhasil direkrut, Gakpo kemungkinan besar akan dijual, meski Iraola dikabarkan masih menyukai kontribusinya. Keputusan ini tentu menjadi dilema tersendiri, mengingat Gakpo adalah salah satu pemain penting di lini depan.
- PSG memulai negosiasi Barcola dengan harga €170 juta, namun diperkirakan bisa turun ke kisaran €130–150 juta.
- Brighton menolak dua tawaran Liverpool untuk Minteh, masing-masing £50 juta dan £60 juta, dan menginginkan lebih dari £70 juta.
- Total belanja untuk kedua winger bisa melebihi £200 juta, di luar pengeluaran yang sudah dilakukan musim panas ini.
Kabar ini tentu menarik perhatian pengamat sepak bola Indonesia. Liverpool memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, dan setiap langkah transfer klub selalu menjadi sorotan. Jika kedua pemain ini benar-benar bergabung, daya saing Liverpool di kompetisi Eropa dan domestik diprediksi meningkat signifikan. Namun, keputusan menjual Gakpo juga berisiko mengganggu kekompakan tim, terutama jika pemain pengganti tidak segera beradaptasi.
Menurut Fabrice Hawkins dari RMC Sport, PSG tidak berniat mempertahankan Barcola, dan kesepakatan tinggal menunggu titik temu harga. "Semua pihak yang terlibat yakin akan ada kesepakatan," ujarnya. Namun, hingga saat ini Liverpool belum mengajukan tawaran tertulis, karena menunggu angka yang pas. Situasi ini menunjukkan bahwa negosiasi masih dalam tahap sensitif, dan bisa berubah sewaktu-waktu.
Di sisi lain, Minteh dinilai sebagai salah satu pemain muda paling menjanjikan di luar "enam besar" Inggris. Kecepatan dan kemampuannya dalam memberikan umpan silang menjadi daya tarik utama. Meski memiliki catatan cedera, Ornstein menilai talenta Minteh sepadan dengan risiko yang diambil. "Saya pikir dia bisa mencapai level yang belum pernah kita lihat sebelumnya," katanya.
Dengan bursa transfer yang masih terbuka hingga akhir bulan, Liverpool berada dalam posisi menentukan. Apakah mereka berani mengambil risiko finansial besar demi memperkuat skuad, atau justru memilih bermain aman dengan mempertahankan pemain yang ada? Keputusan ini akan menjadi penentu arah kebijakan transfer klub dalam beberapa musim ke depan.
Bagi para penggemar di Indonesia, musim ini menjadi momen yang menarik untuk disaksikan. Liverpool tidak hanya berjuang di lapangan, tetapi juga di meja negosiasi. Jika kedua transfer ini terwujud, The Reds akan memiliki lini serang yang lebih tajam dan variatif, siap bersaing di semua kompetisi. Namun, jika gagal, pertanyaan besar akan muncul: apakah Liverpool cukup kuat untuk mempertahankan gelar tanpa tambahan amunisi baru?



