Daiquiri Bay Menang Ebor Handicap, Tiket Melbourne Cup Dikunci
Baca dalam 60 detik
- Kuda berusia empat tahun asuhan Alan King memenangi Ebor Handicap di York dengan hadiah utama ยฃ300 ribu dan tiket otomatis ke Melbourne Cup.
- Kemenangan ini menegaskan strategi jangka panjang King dan joki Rossa Ryan yang telah merencanakan balapan sejak April, setelah sukses di Royal Ascot.
- Kekalahan favorit Love Me Tender membuka peluang bagi kuda-kuda non-unggulan untuk bersaing di level tertinggi pacuan Eropa.

Daiquiri Bay, kuda berusia empat tahun yang tidak diunggulkan, memenangi Ebor Handicap di York dengan finish dramatis tiga kuda, sekaligus mengamankan hadiah utama ยฃ300 ribu dan tiket otomatis ke Melbourne Cup, salah satu ajang pacuan paling prestisius di dunia.
Dalam balapan yang diikuti 22 kuda, Daiquiri Bay yang melesat dari posisi 10-1 berhasil menyalip Hopewell Rock dan Opportunity di garis akhir. Hopewell Rock, yang ditunggangi George Boughey, harus puas di posisi kedua setelah foto finish, sementara Opportunity asuhan William Haggas menempati posisi ketiga. Total hadiah yang diperebutkan mencapai ยฃ500 ribu, menjadikan Ebor sebagai handicap terkaya di Eropa.
Kemenangan ini bukan kebetulan. Joki Rossa Ryan mengungkapkan bahwa rencana balapan telah disusun matang oleh pelatih Alan King sejak April. "Kami merencanakan jalur untuk kuda ini sejak April dan dia tidak pernah meleset," ujar Ryan kepada ITV Sport. Daiquiri Bay sebelumnya mencatat kemenangan comeback di Newmarket dan sukses di Copper Horse Stakes, Royal Ascot, pada Juni lalu.
King, yang mengaku "terpesona" dengan penampilan kuda asuhannya, menyebut persiapan pasca-Ascot berjalan sempurna. "Dia menjalani balapan yang berat di Ascot, kami memecahkan rekor trek, jadi kami memberinya istirahat singkat dan membangunnya kembali," jelas King. Hujan yang turun sebelum balapan justru menguntungkan Daiquiri Bay yang lebih menyukai tanah agak basah.
Kekalahan telak Love Me Tender, favorit utama besutan Willie Mullins yang hanya finis ke-10, menjadi kejutan tersendiri. Ini menunjukkan bahwa di Ebor, siapa pun bisa menang, dan strategi jangka panjang seringkali mengalahkan status unggulan.
Bagi penggemar pacuan di Indonesia, kemenangan Daiquiri Bay menjadi pengingat bahwa di dunia balap kuda, perencanaan dan adaptasi terhadap kondisi lintasan seringkali lebih menentukan daripada sekadar nama besar. Melbourne Cup, yang akan digelar November mendatang, kini akan menjadi panggung bagi Daiquiri Bay untuk membuktikan diri di level internasional.
Pertanyaannya, mampukah Daiquiri Bay mengulang performa impresifnya di Australia? Atau akankah ini menjadi puncak karirnya? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal pasti: nama Daiquiri Bay kini tercatat dalam sejarah Ebor Handicap.



