James Wade Akhiri Penantian 13 Tahun: Juara Australian Masters, Gelar Perdana di World Series
Baca dalam 60 detik
- Veteran asal Inggris, James Wade, akhirnya memecah kebuntuan dengan merebut gelar juara Australian Masters 2025, setelah dua kali gagal di final World Series.
- Kemenangan 8-5 atas Brody Klinge, pemain kualifikasi Australia, menegaskan dominasi Wade di pentas dunia dan sekaligus menghentikan laju kejutan sang penantang.
- Keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi Wade menjelang World Series Finals di Amsterdam, sekaligus memberi sinyal kebangkitan performa di usia 43 tahun.

James Wade akhirnya mengakhiri puasa gelar di ajang World Series of Darts. Pada final Australian Masters yang berlangsung di Wollongong, New South Wales, Minggu (10/8) malam waktu setempat, pemain berjuluk 'The Machine' itu menundukkan pebalap kualifikasi asal Australia, Brody Klinge, dengan skor 8-5. Kemenangan ini menjadi gelar perdana Wade di World Series setelah 13 tahun menanti sejak debutnya di Dubai.
Pertandingan yang berlangsung dramatis itu sempat berjalan berat bagi Wade. Unggulan keenam dunia tersebut sempat unggul jauh 6-2, namun Klinge yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri berhasil memangkas ketertinggalan menjadi 6-5. Meski demikian, pengalaman Wade berbicara. Ia menutup laga dengan rata-rata 101.62, sebuah angka yang menunjukkan konsistensi di momen krusial.
Bagi Klinge, kekalahan ini tetap terasa manis. Ia menjadi kualifikasi kedua dalam sejarah World Series yang mampu menembus final. Sebelumnya, ia mengejutkan banyak pihak dengan mengalahkan juara Eropa Ross Smith di babak pertama, lalu menyingkirkan Gian van Veen dan Jonny Clayton, yang pekan lalu menjuarai New Zealand Masters. "Saya tidak percaya bisa berada di sini," ujarnya, disambut sorak penonton yang memenuhi Entertainment Centre.
Wade sendiri mengakui lawannya tampil luar biasa. "Mungkin saya pikir ini akan mudah, tapi ternyata tidak. Saya harus bekerja keras," katanya. Ia juga menyampaikan kekagumannya pada Klinge, berharap pemain peringkat satu asosiasi dart Australia itu terus mengembangkan potensinya. "Saya akan kecewa jika dia tidak mengejar karier ini," tegas Wade.
Konteks kemenangan ini tak lepas dari persaingan ketat di papan atas dart dunia. Wade, yang telah mengoleksi 10 gelar major PDC, memang belum pernah merasakan juara di seri World Series. Terakhir kali ia memenangkan turnamen besar adalah UK Open 2021. Dengan performa impresif di Australia, ia memberi sinyal bahwa usianya yang ke-43 tidak menjadi penghalang untuk tetap kompetitif.
Bagi penggemar dart di Indonesia, kabar ini menambah daftar panjang nama-nama elite yang menunjukkan bahwa konsistensi dan mental baja adalah kunci. Meski olahraga ini belum sepopuler bulu tangkis atau sepak bola di tanah air, turnamen seperti World Series kerap menjadi tontonan menarik bagi penggemar yang mengikuti siaran langsung. Kehadiran pemain seperti Wade yang mampu bangkit dari tekanan justru menjadi inspirasi bagi atlet muda.
Dengan berakhirnya musim reguler World Series, perhatian kini tertuju pada World Series Finals di Amsterdam. Wade dipastikan menjadi salah satu unggulan, namun persaingan diprediksi semakin ketat dengan hadirnya pemain-pemain top dunia. Pertanyaannya, mampukah 'The Machine' mempertahankan performa ini dan menambah gelar di akhir musim? Atau justru akan muncul kejutan lain seperti yang nyaris dilakukan Klinge?



