Amanda Serrano Cetak Sejarah di TikTok: 3,4 Juta Penonton Saksikan Kemenangan ke-50
Baca dalam 60 detik
- Laga bersejarah Amanda Serrano vs Lucrecia Manzur menjadi partai perebutan gelar dunia pertama yang disiarkan langsung di TikTok, menarik 3,4 juta penonton.
- Serrano mempertahankan sabuk WBA dan WBO kelas bulu dengan keputusan mayoritas, meski gagal memecahkan rekor KO milik Christy Martin.
- Pertarungan ini menandai era baru distribusi olahraga melalui platform sosial, membuka peluang bagi atlet dan penggemar di Indonesia untuk mengakses laga kelas dunia.

Amanda Serrano, petinju Puerto Riko, sukses mempertahankan sabuk juara dunia WBA dan WBO kelas bulu setelah menundukkan penantang asal Argentina, Lucrecia Manzur, dalam laga yang menjadi partai perebutan gelar pertama yang disiarkan langsung di TikTok. Pertarungan yang digelar di Temecula, California, Jumat lalu itu menarik 3,4 juta penonton, menandai babak baru dalam distribusi olahraga melalui platform digital.
Kemenangan ini merupakan yang ke-50 bagi Serrano sepanjang karier profesionalnya. Namun, petinju berusia 37 tahun itu gagal menambah koleksi KO-nya menjadi 33, yang akan memecahkan rekor milik Christy Martin. Dengan hasil ini, Serrano tetap berbagi rekor KO terbanyak di tinju wanita dengan Martin, masing-masing 32 kali.
Pertarungan berlangsung sengit. Manzur, yang 10 tahun lebih muda, tampil agresif di ronde-ronde awal dengan serangan tangan kanan berulang. Namun, stamina Manzur menurun seiring berjalannya laga, dan Serrano mengambil alih kendali sejak ronde kesembilan. Skor akhir menunjukkan kemenangan mayoritas untuk Serrano dengan angka 114-114, 116-112, dan 116-112.
Serrano mengakui pertarungan ini tidak mudah. "Saya tahu gadis ini tangguh. Dia muda, 27 tahun, 10 tahun lebih muda dari saya. Petinju wanita sekarang semakin muda dan kuat," ujarnya. "Dia lapar akan kemenangan, dan saya tahu itu sejak latihan. Saya berlatih sangat keras karena saya tahu ini adalah kesempatan besar baginya, jadi saya harus tampil dengan permainan terbaik saya."
Laga ini juga menjadi sorotan karena menjadi yang pertama dalam sejarah tinju dunia yang disiarkan langsung di TikTok. Serrano mengaku bangga menjadi bagian dari momen bersejarah ini. "Saya sangat bahagia dan merasa terhormat. Ini adalah pertarungan utama pertama yang disiarkan di TikTok, saya sangat bersemangat," katanya.
Bagi penggemar tinju di Indonesia, fenomena ini membuka peluang baru. Dengan semakin populernya platform seperti TikTok, akses untuk menyaksikan laga kelas dunia menjadi lebih mudah dan murah. Ini bisa menjadi momentum bagi industri olahraga nasional untuk mengeksplorasi model distribusi serupa, terutama untuk cabang olahraga yang selama ini kurang terekspos.
Serrano, yang juga pernah bertarung melawan Katie Taylor dalam trilogi epik, telah membuktikan daya tariknya di platform digital. Laga ketiganya melawan Taylor tahun lalu ditonton enam juta penonton di Netflix, sementara rematch mereka pada 2024 menarik lebih dari 50 juta penonton. Angka-angka ini menunjukkan bahwa tinju wanita memiliki basis penggemar yang besar dan terus berkembang.
Setelah pertarungan, Serrano mengakui faktor usia mulai memengaruhi performanya. Dalam unggahan media sosial, ia menulis, "Jujur, pikiran mengatakan satu hal, tetapi tubuh melakukan hal lain. Kamu bisa melawan siapa pun dan meraih kemenangan, tetapi Father Time tidak mengizinkan terlalu banyak hal seperti itu." Ia juga berterima kasih kepada para penggemar yang mendukungnya.
Serrano berencana menggelar laga perpisahan di Puerto Riko pada akhir tahun ini atau awal 2027, dengan target memecahkan rekor KO. Namun, hingga kini belum ada nama lawan yang pasti. Pertanyaannya, mampukah Serrano menutup karier dengan cara yang spektakuler, atau justru usia akan menjadi lawan terberatnya?



