Miranda Lambert dan Kacey Musgraves Akhiri Perseteruan Satu Dekade Lewat Sesi Menulis Lagu
Baca dalam 60 detik
- Miranda Lambert dan Kacey Musgraves menyelesaikan ketegangan selama lebih dari sepuluh tahun saat menulis lagu kolaborasi berjudul Horses and Divorces.
- Lambert menyamakan hubungan mereka dengan duo legendaris Willie Nelson dan Waylon Jennings, menyoroti dinamika unik di industri musik country.
- Kolaborasi ini menandai babak baru solidaritas antarartis perempuan di country, setelah Lambert menyebut dekade 2010-an sebagai masa sulit bagi musisi wanita.

Perseteruan panjang antara dua ikon musik country, Miranda Lambert dan Kacey Musgraves, akhirnya menemukan titik terang. Keduanya dilaporkan telah menyelesaikan ketegangan yang berlangsung lebih dari satu dekade melalui sebuah sesi penulisan lagu yang menghasilkan kolaborasi berjudul Horses and Divorces, yang akan muncul dalam album terbaru Musgraves, Middle of Nowhere.
Lambert, 42 tahun, mengungkapkan bahwa proses kreatif tersebut menjadi wadah untuk meluruskan hal-hal yang selama ini terpendam. "Semuanya berjalan sangat baik, karena kami bisa mengutarakan beberapa hal yang perlu kami sampaikan satu sama lain saat menulis lagu tentang kembali bersama," ujarnya kepada Southern Living, seperti dikutip dari Bang Premier. Ia menambahkan bahwa hasil akhirnya sangat memuaskan.
Menariknya, Lambert menyamakan ikatan barunya dengan Musgraves seperti hubungan antara Willie Nelson dan Waylon Jennings, dua pionir gerakan Outlaw Country pada 1970-an. "Bagiku, ini terasa sedikit seperti Willie dan Waylon," ucapnya. Perbandingan ini menyiratkan adanya rasa saling menghormati dan semangat kolaboratif yang khas di antara musisi country yang berpengaruh.
Rekonsiliasi ini juga menjadi cermin dinamika industri musik country yang selama ini dikenal kompetitif, terutama bagi artis perempuan. Lambert sebelumnya pernah menyatakan bahwa dirinya dan Carrie Underwood berjuang keras melewati era 2010-an ketika dominasi musisi pria sangat kuat. "Kami seharusnya mendapat pita penghargaan karena bertahan dari masa itu. Itu benar-benar masa yang sulit," kenangnya dalam podcast Popcast.
Kisah Lambert dan Musgraves ini bukan sekadar tentang dua bintang yang berbaikan. Ini adalah potret bagaimana kolaborasi dapat menjadi jembatan untuk mengatasi perbedaan dan memperkuat solidaritas di antara musisi perempuan. Di tengah industri yang sering kali tidak ramah terhadap perempuan, langkah mereka bisa menjadi preseden bagi generasi berikutnya.
"Miranda adalah sosok yang saya dengarkan dan kagumi sejak kecil. Dia adalah dirinya sendiri dan tidak meminta maaf untuk itu. Itu selalu terlihat jelas dan menginspirasi saya untuk percaya diri dalam berkarya," ujar Ella Langley, penyanyi muda yang ikut menulis lagu Choosin' Texas bersama Lambert.
Pujian dari Langley menegaskan posisi Lambert sebagai panutan. Bagi pendatang baru, melihat dua senior mereka menyelesaikan konflik secara terbuka dan produktif memberikan harapan bahwa persaingan tidak harus berujung permusuhan. Kolaborasi lintas generasi semacam ini juga memperkaya warna musik country kontemporer.
Meski demikian, rekonsiliasi ini tidak serta-merta menghapus catatan pahit masa lalu. Lambert tetap pada pendiriannya bahwa dekade 2010-an adalah periode yang menantang. Namun, dengan adanya kolaborasi seperti ini, ia tampaknya ingin meninggalkan warisan bahwa solidaritas dan saling mendukung adalah kunci untuk bertahan dan berkembang.
Ke depan, akankah kolaborasi Lambert dan Musgraves menjadi awal dari tren baru di mana musisi country perempuan lebih sering bekerja sama? Ataukah ini hanya momen langka yang sulit diulang? Yang jelas, Horses and Divorces akan menjadi penanda bahwa dua nama besar pernah menempuh jalan panjang untuk akhirnya bisa bernyanyi bersama.



