Juara ASEAN Cup 2026, Herdman Sudah Pikirkan Kekuatan Penuh: Hilgers, Jonathans, dan Marselino Menanti
Baca dalam 60 detik
- John Herdman langsung mengalihkan fokus ke pemulihan tiga pilar yang absen di final ASEAN Cup 2026: Mees Hilgers, Miliano Jonathans, dan Marselino Ferdinan.
- Pelatih asal Inggris itu menargetkan reintegrasi ketiganya pada Piala Asia 2027, dengan catatan proses penyembuhan berjalan sesuai jadwal.
- Herdman juga menyoroti pentingnya pemantauan kompetisi lokal dan pembinaan usia muda sebagai fondasi jangka panjang Timnas Indonesia.

John Herdman tidak membiarkan euforia gelar FIFA ASEAN Cup 2026 mengendurkan ambisinya. Pelatih Timnas Indonesia itu sudah menyusun rencana berikutnya: mengembalikan tiga pemain kunci yang harus menonton dari pinggir lapangan karena cedera—Mees Hilgers, Miliano Jonathans, dan Marselino Ferdinan—ke dalam skuad Garuda.
Ketiganya absen dalam turnamen yang berakhir dramatis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/10/2026), ketika Indonesia menaklukkan Thailand 4-2 melalui adu penalti. Kemenangan itu memastikan trofi bergengsi Asia Tenggara kembali ke Jakarta, tetapi Herdman sadar kekuatan penuh belum sepenuhnya terkumpul.
"Kami memiliki Mees Hilgers, Miliano Jonathans, Marselino Ferdinan. Ada pemain lain yang saat ini kami pantau dan ingin kami bawa menjadi bagian dari tim ini," ujar Herdman, dikutip dari Bola.com.
Hilgers, bek yang memperkuat FC Twente, sudah lebih dari setahun tidak mengenakan seragam merah-putih. Sementara Miliano Jonathans terakhir kali tampil pada Oktober 2025. Marselino Ferdinan mengalami cedera saat masa persiapan menuju Piala AFF 2026, yang membuatnya harus menepi.
Bagi Herdman, kembalinya ketiga nama tersebut bukan sekadar menambah opsi. Hilgers membawa kualitas Eropa di lini belakang, Jonathans menawarkan kecepatan dan kreativitas di sayap, sedangkan Marselino adalah motor serangan yang sudah terbukti di level internasional. Kombinasi ini bisa mengubah wajah Indonesia di Piala Asia 2027, di mana lawan-lawan lebih berat menanti.
Namun, Herdman tidak hanya berpangku tangan menunggu pemain cedera pulih. Ia menegaskan terus memantau kompetisi domestik, termasuk BRI Liga 1, dan mengamati timnas U-20 asuhan Nova Arianto. "Seperti biasa, saya terus memantau. Saya tinggal di Indonesia dan menyaksikan setiap pertandingan, termasuk pertandingan lokal. Anak saya bermain di Bali, jadi saya juga menonton beberapa pertandingan Bali United," katanya.
Ia bahkan menyebut ambisi besarnya: menemukan "Alphonso Davies-nya Indonesia"—pemain yang bisa menembus Liga Champions. "Saya sangat berharap kami bisa menemukan Alphonso Davies-nya Indonesia, pemain berikutnya dari negara ini yang bisa bermain di Liga Champions," ujar Herdman. "Kami selalu memantau. Saya tahu coach Nova melakukan pekerjaan luar biasa bersama tim U-20 setelah meraih kemenangan atas Australia."
Pernyataan itu menggarisbawahi dua jalur yang sedang ditempuh Herdman: jangka pendek, mengembalikan pemain cedera untuk Piala Asia; jangka panjang, membangun ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Keberhasilan U-20 mengalahkan Australia menjadi sinyal bahwa pipeline talenta mulai berjalan, tetapi konsistensi tetap menjadi pekerjaan rumah.
Dengan Piala Asia 2027 yang tinggal beberapa bulan lagi, pertanyaannya: apakah Hilgers, Jonathans, dan Marselino bisa kembali tepat waktu dan langsung menyatu dengan skema Herdman? Jika ya, Indonesia bukan lagi sekadar kuda hitam di Asia.



