Chrissie Hynde Sindir Taylor Swift: Lagu 'Cleveland' Disebut Tiru Strategi Karier?
Baca dalam 60 detik
- Chrissie Hynde memuji lagu baru Taylor Swift, 'Cleveland!', tetapi bercanda bahwa Swift meniru langkahnya untuk mendongkrak karier.
- Lagu tersebut merupakan bonus track dari album 'The Life of a Showgirl: The Encore' dan diduga tentang suami Swift, Travis Kelce, yang berasal dari Cleveland.
- Hynde sebelumnya juga memuji kecerdasan bisnis Swift, menunjukkan hubungan saling menghormati di industri musik.

Chrissie Hynde, vokalis band The Pretenders, memberikan komentar pedas namun jenaka terhadap lagu terbaru Taylor Swift yang berjudul 'Cleveland!'. Dalam unggahan blog pribadinya, Hynde menyebut dirinya 'terkesan' mendengar lagu tersebut, tetapi ia menyindir bahwa Swift mungkin sedang meniru karyanya untuk meningkatkan popularitas. Hynde, 75 tahun, mengaku telah menulis lagu tentang Cleveland pada album debutnya, 'Precious', jauh sebelum Swift.
Hynde menulis, "Oh ya… Saya sangat senang mendengar lagu baru Taylor Swift, Cleveland. Sekarang ada gadis yang selalu mengikuti perkembangan… bahkan mungkin dia satu-satunya orang dalam sejarah yang benar-benar menulis lagu tentang Cleveland. Meskipun, kalau dipikir-pikir, saya juga pernah mengabadikan Cleveland di album pertama saya dalam lagu 'Precious'. Mungkin Taylor mencoba mencari keuntungan dalam kariernya dengan meniru saya…… meskipun saya sangat menduga itu lebih karena suami barunya yang tampan, seorang penduduk asli Cleveland."
Lagu 'Cleveland!' sendiri merupakan salah satu dari empat bonus track dalam edisi diperluas album 'The Life of a Showgirl: The Encore'. Menurut sumber, lagu ini sebenarnya tentang suami Swift, Travis Kelce, yang merupakan pemain tight end untuk Kansas City Chiefs dan berasal dari Cleveland. Sebelumnya, beberapa musisi seperti Machine Gun Kelly, Kid Cudi, dan Scott Weiland juga pernah merilis lagu tentang kota di Ohio tersebut.
Ini bukan kali pertama Hynde memuji Swift. Pada 2024, ia memuji kecerdasan bisnis Swift. Hynde bercerita, "Saya bertemu Taylor Swift, dan dia mengatakan orang tuanya mendorongnya untuk terjun ke bisnis, tetapi 'Musik adalah gairah saya.' Sepertinya dia cukup baik dalam bisnis sebagai sampingan. Tapi saya, saya tidak pandai berbisnis karena saya tidak tertarik." Hynde menambahkan bahwa musisi dan seniman visual memiliki kesamaan: tidak suka diberi tahu apa yang harus dilakukan.
"Either way, hats off to Taylor for commemorating Akron's main competition…. Cleveland Ohio. I certainly have myriad recollections of adventures in Cleveland.. it's a hell of a town." - Chrissie Hynde
Komentar Hynde ini menunjukkan dinamika menarik di industri musik, di mana persaingan dan penghormatan antar generasi musisi tetap terjalin. Meskipun sindiran Hynde terkesan kompetitif, nada bicaranya lebih kepada lelucon dan kekaguman. Ia bahkan menutup tulisannya dengan memberi penghormatan kepada Swift karena telah mengabadikan Cleveland, kota yang menurutnya memiliki banyak kenangan.
Bagi penggemar musik Indonesia, fenomena ini mencerminkan bagaimana musisi global sering kali mengambil inspirasi dari tempat atau pengalaman pribadi, dan bagaimana senioritas di industri musik tetap relevan. Di Indonesia sendiri, kita melihat hal serupa ketika musisi legendaris seperti Iwan Fals atau Slank mengomentari karya musisi muda, sering kali dengan sindiran ringan yang justru mempererat komunitas.
Ke depan, menarik untuk melihat apakah Taylor Swift akan menanggapi komentar Hynde secara publik, atau apakah kolaborasi tak terduga antara keduanya akan terjadi. Yang jelas, lagu 'Cleveland!' telah menambah daftar panjang karya Swift yang memicu percakapan, sekaligus membuktikan bahwa musik tetap menjadi ruang dialog lintas generasi.



