Liverpool Buka Opsi Baru: Endrick Jadi Alternatif Pengganti Salah di Sisi Kanan
Baca dalam 60 detik
- Liverpool dikabarkan melirik Endrick dari Real Madrid sebagai opsi pengganti Mohamed Salah, setelah negosiasi untuk Yankuba Minteh menemui jalan buntu.
- Endrick, yang tampil impresif saat dipinjamkan ke Lyon, dinilai lebih siap bersinar di Anfield dibandingkan Minteh yang masih cedera.
- Keputusan Liverpool dalam dua pekan ke depan akan menentukan arah serangan mereka, sekaligus menjadi sinyal ambisi di era kepelatihan Andoni Iraola.

Liverpool tengah mempertimbangkan langkah mengejutkan dengan mengarahkan radar transfer mereka kepada penyerang muda Real Madrid, Endrick, sebagai calon pengganti jangka panjang Mohamed Salah di sisi kanan serangan. Kabar ini muncul di tengah kebuntuan negosiasi dengan Brighton untuk Yankuba Minteh, yang membuat The Reds mencari alternatif lain sebelum jendela transfer ditutup.
Kehilangan Salah secara gratis pada bursa musim panas ini menjadi pukulan telak bagi Liverpool. Meski era baru di bawah pelatih Andoni Iraola membawa optimisme, kebutuhan akan pengganti yang setara tetap mendesak. Sejauh ini, Liverpool telah mengajukan dua tawaran untuk Minteh—verbal senilai £50 juta dan pendekatan £60 juta pada Jumat malam—namun Brighton bersikukuh membanderol pemain asal Gambia itu dengan £70 juta. Situasi ini membuat pihak Anfield mulai melirik opsi lain.
Menurut laporan ESPN Brazil, Liverpool menunjukkan minat serius kepada Endrick, yang posisinya di Real Madrid terancam setelah kedatangan rekrutan anyar. Meski pemain berusia 20 tahun itu enggan meninggalkan Santiago Bernabeu, peluang bermain yang terbatas bisa menjadi celah bagi Liverpool untuk meyakinkannya. Aston Villa dan Roma juga dikabarkan memantau situasi pemain yang diboyong dari Palmeiras dengan nilai sekitar £51 juta pada Juli 2024 tersebut.
Endrick bukan nama asing di pentas Eropa. Selama dipinjamkan ke Lyon di Ligue 1 musim lalu, ia mencatatkan 12 kontribusi gol hanya dalam setengah musim—capaian yang jauh lebih impresif dibandingkan Minteh yang mengumpulkan 17 kontribusi dalam dua musim penuh. Gabriel Jesus, rekan setimnya di timnas Brasil, bahkan pernah menyebut Endrick sebagai 'fenomena'. Kombinasi kecepatan, ketenangan di depan gawang, dan mentalitas petarung membuatnya dianggap layak menjadi penerus Salah.
Namun, keputusan Liverpool tidak semata-mata soal kualitas individu. Minteh, yang masih berusia 22 tahun, diyakini memiliki potensi besar dan disebut-sebut bisa mencapai level Sadio Mane. Meski sedang cedera hingga Oktober, ia dianggap sebagai investasi jangka panjang yang cerdas. Akan tetapi, Endrick menawarkan kematangan dan pengalaman bermain di klub besar, sesuatu yang mungkin lebih dibutuhkan Liverpool yang tengah dalam masa transisi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa berlomba mengamankan talenta muda. Liverpool, yang memiliki basis penggemar besar di Indonesia, tentu berharap langkah mereka di bursa transfer kali ini mampu mengembalikan kejayaan tim. Namun, pertanyaannya adalah: apakah Endrick siap menjadi sosok sentral di Anfield, atau justru Minteh yang lebih cocok dengan skema Iraola?
Dengan waktu yang semakin sempit, Liverpool harus bergerak cepat. Jika gagal mendapatkan Endrick, bukan tidak mungkin mereka kembali ke jalur Minteh dengan tawaran yang lebih besar. Skenario lain, mereka bisa memanfaatkan pemain muda seperti Rio Ngumoha yang diplot bergeser ke sisi kanan. Namun, untuk bersaing di level tertinggi, Liverpool membutuhkan sosok yang siap tampil beda sejak musim ini.
Keputusan Liverpool dalam dua pekan ke depan tidak hanya akan menentukan masa depan lini serang mereka, tetapi juga menjadi sinyal ambisi di era Iraola. Apakah mereka berani mengambil risiko dengan pemain yang belum terbukti di Premier League, atau memilih opsi yang lebih matang? Publik sepak bola, termasuk di Indonesia, akan menantikan jawabannya.



