Pelatih Thailand Akui Vietnam Lebih Diunggulkan di Final Piala AFF 2026
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Thailand, Anthony Hudson, secara blak-blakan menilai Vietnam sebagai favorit juara Piala AFF 2026, menyusul kesiapan skuad lengkap dan persiapan panjang lawan.
- Vietnam tampil impresif sepanjang turnamen, termasuk mengalahkan Indonesia di fase grup dan menyingkirkan Malaysia di semifinal, dengan dua striker mereka memuncaki daftar pencetak gol.
- Laga final leg pertama di Bangkok akan menjadi ujian besar bagi Thailand yang harus mengatasi rekor buruk melawan Vietnam di partai puncak, sekaligus membuka peluang bagi Timnas Indonesia untuk belajar dari rivalitas keduanya.

BANGKOK — Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, secara mengejutkan mengakui bahwa Vietnam berada di atas kertas sebagai unggulan utama dalam partai final Piala AFF 2026. Pernyataan itu disampaikan Hudson jelang laga leg pertama di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (22/8), yang akan mempertemukan dua raksasa sepak bola Asia Tenggara dalam perebutan gelar juara.
Thailand, yang telah mengoleksi tujuh gelar juara sejak turnamen pertama digelar pada 1996, kini berhadapan dengan kenyataan pahit: mereka harus merebut kembali trofi dari tangan Vietnam yang pada edisi sebelumnya tampil sebagai juara. Namun, Hudson menilai tim asuhan Kim Sang-sik itu memiliki keunggulan signifikan, terutama karena mampu menurunkan skuad terkuatnya. Vietnam bahkan telah menjalani pemusatan latihan selama dua bulan di Korea Selatan dan tiga laga uji coba, sebuah persiapan yang jarang dimiliki tim lain di kawasan ini.
“Kami semua tahu sejak awal turnamen bahwa Vietnam tampil dengan kekuatan penuh. Mereka sudah berkemah di Korea Selatan selama beberapa bulan, main tiga kali uji coba. Jadi, saya rasa semua bisa sepakat bahwa Vietnam saat ini adalah favorit,” ujar Hudson dalam konferensi pers, Jumat (21/8). “Tekanan dan ekspektasi ada di pundak mereka untuk memenangkan pertandingan. Ini bukan permainan psikologis, ini fakta.”
Pernyataan Hudson bukan tanpa dasar. Sepanjang turnamen, Vietnam tampil meyakinkan. Mereka mencatat kemenangan impresif atas Indonesia di fase grup, kemudian menyingkirkan Malaysia dengan dua kemenangan 2-0 di semifinal. Dua striker andalan mereka, Nguyễn Xuân Son dan Nguyễn Đình Bắc, masing-masing telah mencetak lima gol dan memuncaki daftar pencetak gol sementara. Kombinasi ketajaman lini depan dan soliditas pertahanan membuat Vietnam layak dijagokan.
Di sisi lain, Thailand justru tampil kurang konsisten. Meski lolos dari fase grup dengan kemenangan sempurna tanpa kebobolan, mereka nyaris tersingkir di semifinal setelah kalah 1-2 dari Singapura pada leg kedua. Kekalahan itu menjadi yang pertama bagi Thailand dari Singapura sejak 2012. Hudson mengakui anak asuhnya masih perlu meningkatkan performa, tetapi ia menilai perkembangan timnya selama turnamen cukup positif, terutama dalam hal kebugaran dan mentalitas.
Bagi Indonesia, rivalitas Thailand-Vietnam ini memiliki arti tersendiri. Kekuatan Vietnam yang tengah menanjak, ditopang oleh generasi emas pemain muda, menjadi cermin bagi pengembangan sepak bola Indonesia. Keberhasilan Vietnam melakukan pemusatan latihan jangka panjang di luar negeri dan membangun kekuatan kolektif bisa menjadi pelajaran berharga bagi PSSI untuk memajukan Timnas Garuda. Sementara itu, kegigihan Thailand dalam menghadapi tekanan di turnamen besar juga menunjukkan pentingnya mentalitas juara.
Hudson sendiri menegaskan bahwa timnya tidak gentar meski dianggap underdog. “Kami punya kualitas untuk memenangkan pertandingan. Kami percaya itu. Tapi semua orang tahu, dan ini mungkin akan dikritik, bahwa Vietnam diharapkan menang. Kami justru menikmati tantangan ini. Ini laga terbesar kami di turnamen ini,” tegasnya.
Dengan rekor pertemuan yang cukup berimbang, final kali ini diprediksi berjalan ketat. Thailand unggul dalam jumlah kemenangan keseluruhan (7-4), tetapi Vietnam selalu menang saat bertemu di final, termasuk kemenangan 3-2 pada leg kedua final 2024 di Bangkok. Pertanyaan besarnya: mampukah Thailand mematahkan kutukan tersebut di hadapan pendukungnya sendiri, atau justru Vietnam yang akan mencatatkan sejarah sebagai juara bertahan pertama yang sukses mempertahankan gelar? Laga leg pertama ini akan menjadi penentu arah.



