LG Kunci Lima Tahun Update webOS, Samsung Balas Tujuh Tahun: Era TV Sekali Beli Makin Nyata
Baca dalam 60 detik
- LG menjamin pembaruan perangkat lunak webOS selama lima tahun lewat program Re:New, mencakup model 2022 hingga yang akan datang.
- Samsung menawarkan tujuh tahun pembaruan Tizen, menandai pergeseran industri dari perangkat sekali pakai ke siklus pakai panjang.
- Pembaruan rutin tidak sekadar menghadirkan antarmuka baru, tetapi juga menambal celah keamanan dan menjaga performa TV tetap stabil.

LG memastikan pemilik smart TV-nya tidak perlu buru-buru mengganti perangkat dalam waktu dekat. Melalui program Re:New, raksasa elektronik Korea Selatan itu menjamin pembaruan perangkat lunak webOS selama lima tahun untuk model yang memenuhi syarat. Artinya, TV yang dibeli tahun ini dengan webOS 26 sudah terpasang akan terus menerima pembaruan hingga 2030—empat pembaruan tambahan setelah versi awal, satu setiap tahun.
Komitmen ini bukan hal baru. LG mulai menerapkan kebijakan lima tahun pada 2024, dan yang membedakan, cakupannya tidak terbatas pada model terbaru. Sejumlah TV LG yang dirilis sejak 2022 juga masuk dalam daftar penerima webOS 26. Namun, karena pembaruan disebar secara bertahap, pemilik model lama mungkin harus menunggu lebih lama dibanding pengguna perangkat anyar. LG tetap menyarankan agar semua pembaruan yang tertunda dipasang saat pertama kali TV dinyalakan.
Langkah LG ini bukan tanpa tekanan. Samsung, pesaing utamanya, lebih dulu menawarkan tujuh tahun pembaruan untuk Tizen. Perbedaan durasi itu menjadi sinyal bahwa produsen TV kini berlomba memperpanjang usia pakai perangkat, bukan mempercepat siklus penggantian. Pola serupa terlihat di pasar ponsel, di mana Apple masih mendukung iPhone 11 dan model setelahnya untuk iOS 27. Tren ini menandai pergeseran dari perangkat sekali pakai menuju ekosistem yang lebih tahan lama.
Bagi konsumen, pembaruan perangkat lunak sering diidentikkan dengan antarmuka baru atau fitur tambahan. Padahal, manfaatnya lebih dalam. Pembaruan dapat meningkatkan performa, memperbaiki bug, dan yang tak kalah penting, menutup celah keamanan yang terus berkembang. Seiring makin banyaknya ancaman siber yang menyasar perangkat rumah tangga, TV pintar yang tidak diperbarui berisiko menjadi pintu masuk bagi serangan digital.
“Pembaruan perangkat lunak kini menjadi indikator utama daya tahan sebuah perangkat, bukan sekadar pelengkap,” ujar seorang analis industri elektronik konsumen, menanggapi persaingan kebijakan pembaruan antarprodusen.
Proses pembaruan di TV LG umumnya berjalan otomatis begitu tersedia untuk model terkait. Namun, pengguna bisa memicunya secara manual melalui menu Settings > Support > Software Update, lalu pilih Check for Updates. Perlu dicatat, sistem webOS tidak menyediakan opsi downgrade; setelah webOS 26 terpasang, pengguna tidak bisa kembali ke versi sebelumnya. Jika TV tidak terhubung internet, pembaruan dapat dilakukan lewat flash drive, meski memerlukan PC dengan akses internet.
Bagi pasar Indonesia, kebijakan ini berpotensi mengubah pola konsumsi rumah tangga. Masyarakat yang cenderung memakai TV hingga bertahun-tahun—bahkan lebih dari satu dekade—akan diuntungkan oleh jaminan pembaruan panjang. Namun, tantangannya ada pada konektivitas: tidak semua pengguna memiliki internet stabil untuk mengunduh pembaruan besar secara rutin. Produsen juga perlu memastikan layanan purna jual dan pusat layanan di kota-kota besar maupun daerah siap membantu proses pembaruan manual.
Ke depan, pertanyaannya bukan lagi berapa lama TV bertahan secara fisik, melainkan seberapa lama ia tetap aman dan relevan secara perangkat lunak. Jika LG dan Samsung terus bersaing memperpanjang dukungan, konsumen bisa menuntut standar serupa dari merek lain. Akankah lima atau tujuh tahun menjadi norma baru, atau justru titik awal menuju dukungan satu dekade?



