Lazio Pastikan Kedatangan Sutalo: Pinjam Rp180 Miliar dengan Opsi Tebus, Bek Kroasia Segera Jalani Tes Medis
Baca dalam 60 detik
- Bek timnas Kroasia, Josip Sutalo, tiba di Roma untuk menjalani tes medis bersama Lazio, menandai kesepakatan pinjaman dengan Ajax senilai €3 juta plus opsi pembelian €7,5 juta.
- Kesepakatan ini memberi Lazio opsi mempermanenkan Sutalo pada 2027, sementara Ajax berpeluang melepas pemain yang didatangkan dengan harga €20,5 juta pada 2023.
- Kedatangan Sutalo diharapkan memperkuat lini pertahanan Lazio yang tengah bersaing di papan atas Serie A, sekaligus menjadi sorotan bagi penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti perkembangan pemain Eropa.

Bek tengah asal Kroasia, Josip Sutalo, telah tiba di Roma dan siap menjalani tes medis bersama Lazio. Kedatangannya menandai babak baru dalam karier pemain berusia 26 tahun itu setelah mencapai kesepakatan pinjaman dengan Ajax Amsterdam senilai €3 juta, dengan opsi pembelian permanen sebesar €7,5 juta pada Juni 2027.
Kepastian ini mengakhiri spekulasi yang beredar selama beberapa pekan terakhir. Lazio dan Ajax telah merampungkan negosiasi beberapa hari lalu, dan Sutalo pun telah menyetujui persyaratan pribadi. Pemain yang lahir pada Februari 2000 itu mendarat di Bandara Fiumicino, Roma, pada Jumat sore (21/8/2026) waktu setempat, dan langsung disambut oleh para pendukung serta awak media yang telah menantinya.
Menurut laporan Sky Sport Italia, nilai total kesepakatan ini mencapai €10,5 juta jika Lazio memutuskan untuk mempermanenkan Sutalo. Struktur pembayaran yang dirancang bertahap ini memberi fleksibilitas bagi klub ibu kota Italia tersebut untuk menilai performa pemain sebelum mengunci masa depannya. Tes medis dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (22/8/2026), dengan proses administrasi yang masih harus diselesaikan bersama otoritas Italia.
Sutalo bukan nama asing di pentas Eropa. Sebelum bergabung dengan Ajax pada 2023 dengan nilai transfer €20,5 juta dari Dinamo Zagreb, ia telah mencuri perhatian sebagai salah satu bek muda paling menjanjikan di Kroasia. Bersama tim nasional, ia telah mengoleksi 27 caps, menjadi bagian penting dari lini belakang Vatreni. Namun, musim lalu ia hanya tampil dalam 31 pertandingan kompetitif bersama Ajax, sebagian karena masalah cedera yang sempat mengganggu konsistensinya.
Bagi Lazio, kedatangan Sutalo merupakan langkah strategis untuk memperdalam skuad jelang musim 2026/2027. Pelatih Marco Baroni (jika masih menjabat) atau siapa pun yang memegang kendali, akan mendapatkan opsi tambahan di lini pertahanan. Dengan jadwal padat Serie A dan kompetisi Eropa, kehadiran pemain berpostur 190 cm ini diharapkan mampu memberikan stabilitas dan pengalaman internasional.
Dari sisi Ajax, keputusan melepas Sutalo dengan skema pinjaman menunjukkan keinginan klub Belanda itu untuk merampingkan skuad dan mengurangi beban gaji. Meski sempat menjadi rekrutan termahal klub, performa Sutalo yang belum konsisten membuat manajemen Ajax terbuka untuk menegosiasikan kepergiannya. Langkah ini juga bisa menjadi sinyal bahwa Ajax tengah melakukan perombakan besar-besaran di lini belakang.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan transfer pemain sekelas Sutalo selalu menarik untuk diikuti. Banyak suporter yang memantau perkembangan Liga Italia, terutama karena sejumlah pemain Asia Tenggara pernah merumput di sana. Meski tidak ada kaitan langsung dengan Indonesia, dinamika transfer ini mencerminkan bagaimana klub-klub Eropa mengelola aset pemain dan strategi finansial mereka—pelajaran yang relevan bagi perkembangan sepak bola nasional yang tengah berbenah.
“Kedatangan Sutalo menunjukkan bahwa Lazio serius membangun skuad kompetitif. Dengan opsi pembelian yang tidak terlalu besar, ini bisa menjadi transfer yang menguntungkan jika pemain mampu tampil konsisten,” ujar analis sepak bola Italia, Matteo Bonetti, dalam wawancaranya dengan media lokal.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Sutalo dapat memulihkan performa terbaiknya dan menjadi pilar pertahanan Lazio. Jika berhasil, opsi pembelian senilai €7,5 juta akan terlihat sebagai investasi yang cerdas. Namun, jika gagal, Lazio hanya kehilangan biaya pinjaman yang relatif kecil. Sementara itu, Ajax akan mengamati dari jauh, berharap nilai jual pemainnya tidak merosot lebih jauh. Akankah Sutalo menjadi sukses di Roma, atau justru kembali menjadi pemain yang tenggelam di kompetisi ketat Serie A? Waktu yang akan menjawab.



