Krisis Skuad Aston Villa: Watkins Terancam Hengkang, Enam Pilar Juara Europa League Bisa Pergi
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa berpotensi kehilangan enam pemain inti juara Europa League musim lalu, dengan Ollie Watkins menjadi nama terbaru yang diminati klub Arab Saudi.
- Manajer Unai Emery mengakui situasi ini pelik; ia ingin mempertahankan Watkins tetapi tidak bisa memberi jaminan di tengah godaan tawaran besar.
- Kepergian massal ini menguji kedalaman skuad Villa, yang baru saja merekrut kiper Zion Suzuki sebagai pengganti Emi Martinez yang batal pindah ke Juventus.

Ollie Watkins, pencetak gol terbanyak Aston Villa musim lalu dengan 21 gol di semua kompetisi, menjadi nama terbaru yang terancam hengkang dari Villa Park. Manajer Unai Emery secara terbuka mengakui bahwa ia tidak bisa memberikan jaminan penuh soal masa depan striker andalannya itu, menyusul adanya tawaran dari klub Arab Saudi, Al-Hilal. Situasi ini menambah daftar panjang kepergian pemain inti Villa pada bursa transfer musim panas ini, yang jika terealisasi akan membuat juara Europa League dua bulan lalu itu kehilangan enam pilar utamanya.
Kabar ini tentu menjadi pukulan telak bagi ambisi Villa untuk bersaing di papan atas Premier League musim 2025/2026. Sebelumnya, bek tengah Ezri Konsa telah resmi bergabung dengan Arsenal dengan nilai transfer mencapai 51 juta poundsterling, sementara gelandang serang Morgan Rogers memecahkan rekor klub saat diboyong Chelsea seharga 117 juta poundsterling. Tak hanya itu, duo gelandang Youri Tielemans dan bek kiri Lucas Digne juga telah angkat koper lebih dulu pada bursa musim panas ini. Jika Watkins dan kiper Emi Martinez menyusul, maka enam dari sebelas pemain yang menjadi tulang punggung saat Villa menjuarai Liga Europa akan meninggalkan klub.
Emery, yang dikenal sebagai pelatih yang cermat dalam membangun skuad, mengakui bahwa ia menghadapi dilema besar. "Kami punya masalah dengannya, itu jelas. Dia adalah pemain kami. Kami telah menerima tawaran untuknya," ujar Emery dalam konferensi pers menjelang laga pembuka Premier League melawan Brighton. "Saya tidak ingin menjualnya, tetapi situasi bisa berubah karena jika ini adalah opsi yang baik untuk dia dan klub, dan saya bisa menggantikannya di skuad, ini adalah rutinitas yang kami lakukan sebelumnya dengan pemain yang pergi." Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa Emery tidak akan menghalangi kepergian Watkins jika semua pihak diuntungkan, termasuk dirinya yang bisa mendapatkan dana segar untuk belanja pemain baru.
Watkins, yang bergabung dari Brentford pada 2020 dengan biaya 28 juta poundsterling, telah menjadi mesin gol Villa dengan total 108 gol di semua kompetisi. Ia juga merupakan pencetak gol terbanyak Premier League sepanjang sejarah klub. Kehilangan pemain sekaliber Watkins tentu akan meninggalkan lubang besar di lini depan Villa. Namun, Emery menegaskan bahwa ia tidak akan gegabah. "Dia pemain yang fantastis, kami selalu percaya padanya," tegasnya. "Sekarang dia adalah pemain kami, masih ada sekitar 10 hari lagi bursa transfer ditutup, kita lihat saja nanti. Saya senang dengannya, jika dia bertahan, dia akan terus bermain di levelnya."
Di sisi lain, saga kepergian kiper Emi Martinez juga menjadi sorotan. Rencana transfer ke Juventus gagal total karena kedua klub tidak mencapai kesepakatan soal biaya transfer. Villa pun bergerak cepat dengan mendatangkan kiper asal Jepang, Zion Suzuki, dari Parma dengan nilai 30 juta poundsterling. Suzuki diharapkan langsung menjadi kiper utama, bukan sekadar proyek masa depan. "Kami punya dua kiper yang sangat baik, tentu saja kami merekrut Suzuki bukan untuk masa depan, tapi untuk sekarang. Dia menunjukkan kapasitasnya untuk tampil di level kami," jelas Emery. Martinez sendiri dipastikan absen pada laga perdana melawan Brighton karena baru menjalani satu sesi latihan setelah libur pasca-Piala Dunia 2026.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, fenomena ini menarik untuk dicermati. Banyak pemain bintang Eropa yang mulai melirik liga-liga kaya seperti Arab Saudi, yang menawarkan gaji fantastis. Hal ini serupa dengan tren yang terjadi di Asia, termasuk Indonesia, di mana klub-klub berlomba mendatangkan pemain asing berkualitas untuk meningkatkan daya saing. Namun, keputusan Emery untuk melepas pemain kunci demi regenerasi skuad bisa menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub Indonesia yang kerap kesulitan mempertahankan pemain bintangnya. Manajemen klub harus pandai membaca situasi dan menyiapkan pengganti yang setara agar performa tim tidak merosot.
Dengan bursa transfer yang masih terbuka hingga akhir bulan ini, pertanyaan besarnya adalah: akankah Emery mampu mempertahankan Watkins dan membangun kembali skuad yang kompetitif? Atau justru ia akan memanfaatkan dana segar dari penjualan pemain untuk mendatangkan pengganti yang lebih muda dan potensial? Keputusan ini akan menentukan nasib Aston Villa di musim yang penuh tantangan, baik di domestik maupun Eropa. Para penggemar tentu berharap Emery memiliki rencana cadangan yang matang, karena kehilangan terlalu banyak pemain inti dalam satu musim bisa menjadi bumerang bagi ambisi klub.



