Ronaldinho Kembali ke Lapangan di Usia 46: Target Pensiun dengan Gol ke-300
Baca dalam 60 detik
- Legenda Brasil, Ronaldinho, resmi bergabung dengan klub Serie C Italia, Ravenna, sebagai pemain sekaligus pemegang saham.
- Keputusan ini memicu perdebatan tentang motivasi di balik comeback, apakah murni sportivitas atau sekadar strategi pemasaran klub.
- Jika berhasil mencetak gol, Ronaldinho akan menggenapi 300 gol sepanjang karier, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih pemain seusianya.

Ronaldinho, legenda sepak bola Brasil yang telah pensiun sejak 2015, mengumumkan comeback mengejutkan di usia 46 tahun bersama Ravenna, klub kasta ketiga Italia. Dalam acara perkenalan yang digelar di pantai kota Ravenna, ribuan penggemar rela hujan-hujanan untuk menyaksikan momen yang dijuluki "Ronaldinho Day". Mantan bintang Barcelona dan AC Milan itu menyatakan harapannya untuk mencetak gol ke-300 dalam kariernya, sebuah angka yang nyaris tercapai sebelum ia gantung sepatu.
Keputusan Ronaldinho untuk kembali bermain bukan sekadar nostalgia. Ia akan menjadi pemegang saham di klub yang bermarkas di wilayah Emilia-Romagna tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kedatangannya bukan untuk pamer, melainkan untuk membantu rekan setim meraih kemenangan. "Saya sangat bahagia berada di sini bersama teman-teman, kami punya tim yang bisa melakukan sesuatu yang baik," ujarnya, sembari menambahkan bahwa ia merasa dalam kondisi prima dan siap bermain jika pelatih membutuhkannya.
Ravenna sendiri tengah berambisi kembali ke Serie B, kompetisi kasta kedua Italia yang terakhir mereka rasakan pada 2008. Musim lalu, tim asuhan pelatih yang belum diumumkan ini finis di peringkat ketiga Grup B Serie C. Kehadiran Ronaldinho diharapkan bisa menjadi suntikan moral sekaligus daya tarik bagi klub yang berstatus peserta liga profesional ketiga di Italia.
Pengumuman comeback ini pertama kali mencuat pada Juni lalu, saat pemilik klub, Ignazio Cipriani, seorang pengusaha Italia-Amerika yang mengambil alih Ravenna pada 2024, menyampaikan rencana tersebut di sela-sela Piala Dunia di Miami. Cipriani menegaskan bahwa keterlibatan Ronaldinho bukan sekadar gimmick pemasaran. "Tujuannya romantis, untuk mencoba mencetak gol terakhirnya," katanya. Namun, ia juga mengonfirmasi bahwa Ronaldinho tidak akan tampil di laga pembuka Serie C melawan Reggiana pada Senin mendatang.
Karier Ronaldinho memang penuh dengan pencapaian gemilang. Ia mengoleksi 33 gol dalam 97 penampilan bersama tim nasional Brasil, termasuk gol kemenangan di perempat final Piala Dunia 2002 melawan Inggris. Gelar Ballon d'Or 2005 dan berbagai trofi bersama klub-klub besarnya menjadikannya salah satu pemain paling ikonik di generasinya. Namun, setelah pensiun, ia sempat tersandung masalah hukum dan kesehatan, sehingga comeback ini dianggap sebagai langkah berani.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, comeback Ronaldinho membawa nostalgia tersendiri. Era kejayaannya di awal 2000-an bertepatan dengan maraknya siaran langsung Liga Italia dan Spanyol di televisi nasional, membuat namanya lekat di ingatan. Fenomena ini juga mengingatkan pada tren pemain senior yang kembali bermain, seperti yang terjadi di Liga Indonesia dengan beberapa nama besar. Namun, yang membedakan adalah skala internasional dan ambisi pribadi Ronaldinho untuk mencapai angka 300 gol.
Pertanyaan yang kini mengemuka adalah sejauh mana Ronaldinho akan berkontribusi di lapangan. Pada usia 46 tahun, fisiknya tentu tidak seprima dulu, tetapi pengalaman dan visi bermainnya masih bisa menjadi aset berharga bagi Ravenna. Apakah ia akan menjadi pemain reguler atau sekadar pelengkap skuad? Keputusan pelatih akan menjadi kunci. Sementara itu, para penggemar tentu berharap momen bersejarah itu terjadi, baik bagi Ronaldinho maupun bagi sepak bola Italia yang sedang berusaha bangkit dari keterpurukan.



