Amazon Suntik US$2 Miliar untuk Konten Lokal dan Olahraga di Amerika Latin
Baca dalam 60 detik
- Prime Video mengumumkan investasi lebih dari US$2 miliar untuk pasar Amerika Latin hingga 2030, fokus pada konten orisinal dan siaran olahraga.
- Langkah ini menggandakan produksi lokal di lima negara dan memperluas jangkauan NBA serta tim nasional Meksiko, menandai agresivitas Amazon di kawasan tersebut.
- Ekspansi ini berpotensi mengubah peta persaingan streaming global dan memberi tekanan pada pemain lokal serta internasional di Amerika Latin.

Prime Video, layanan streaming milik Amazon, mengumumkan rencana investasi lebih dari US$2 miliar di Amerika Latin untuk periode 2027โ2030. Langkah ini menegaskan ambisi perusahaan memperkuat posisi di kawasan yang tengah menjadi medan pertempuran industri hiburan digital, dengan fokus pada produksi konten orisinal dan siaran olahraga.
Investasi tersebut akan menyasar lima negara utama: Meksiko, Brasil, Argentina, Kolombia, dan Chili. Prime Video berencana menggandakan jumlah produksi lokal di lima negara tersebut mulai 2026, dengan lebih dari 25 judul baru yang dijadwalkan rilis pada 2027. Sejumlah judul yang sudah diumumkan antara lain musim kedua "La Oficina", "Tremembรฉ", "Menem", dan "Marรญlia", mencakup serial naskah, film, serta acara realitas.
Di sektor olahraga, Prime Video memanfaatkan kesepakatan global NBA selama 11 tahun untuk menawarkan lebih dari 200 pertandingan per musim di Brasil dan Meksiko. Kini, liga basket paling bergengsi di dunia itu juga dapat dinikmati penonton di Argentina, Kolombia, dan Chili untuk pertama kalinya. Selain itu, Prime Video akan menjadi rumah baru bagi tim nasional Meksiko, dengan menayangkan 38 pertandingan kandang selama empat tahun mulai bulan depan.
Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Prime Video di Amerika Latin, tetapi juga mengirim sinyal persaingan ketat dengan platform seperti Netflix, Disney+, dan HBO Max yang selama ini mendominasi kawasan. Investasi besar di konten lokal menjadi strategi kunci untuk menarik pelanggan baru, mengingat selera penonton yang tinggi terhadap produksi bernuansa lokal.
Perluasan layanan juga mencakup aspek distribusi. Pelanggan di Kosta Rika, Republik Dominika, Guatemala, Paraguay, dan Peru akan dapat berlangganan layanan streaming pihak ketiga langsung melalui aplikasi Prime Video pada akhir tahun ini. Layanan sewa dan pembelian konten premium juga akan diluncurkan di lima negara tersebut, selain Argentina. Ini menunjukkan upaya Prime Video menjadi agregator konten, bukan sekadar penyedia tunggal.
Bagi Indonesia, langkah Amazon ini menjadi cermin bagaimana raksasa teknologi global berinvestasi di pasar berkembang. Indonesia, dengan populasi besar dan penetrasi internet yang meningkat, kerap menjadi target ekspansi layanan streaming. Namun, tantangan regulasi konten dan persaingan dengan platform lokal seperti Vidio dan Mola TV menjadi faktor yang perlu diperhitungkan. Keberhasilan Prime Video di Amerika Latin bisa menjadi tolok ukur strategi yang mungkin diterapkan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Para analis menilai investasi ini sebagai respons atas perlambatan pertumbuhan pelanggan di pasar utama seperti Amerika Serikat. Dengan menjangkau pasar yang masih tumbuh, Prime Video berharap dapat meningkatkan basis pengguna dan pendapatan iklan. Namun, risiko tetap ada, seperti fluktuasi mata uang dan perbedaan regulasi antarnegara.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah investasi sebesar ini akan mampu menggeser dominasi Netflix yang telah lebih dulu mengakar di Amerika Latin. Atau justru memicu perang konten yang menguntungkan konsumen dengan pilihan lebih banyak? Yang jelas, Amazon bermain jangka panjang, dan langkah ini akan menjadi ujian nyata bagi strategi global mereka.



