Alcaraz Siap Comeback di US Open: Tantangan Berat Menanti di Flushing Meadows
Baca dalam 60 detik
- Petenis peringkat tiga dunia, Carlos Alcaraz, dipastikan tampil di US Open 2025 setelah empat bulan absen akibat cedera pergelangan tangan.
- Kepastian ini diumumkan melalui kolaborasi unik dengan influencer sepak bola Fabrizio Romano, menandakan pendekatan baru dalam komunikasi atlet.
- Kembalinya Alcaraz langsung diuji dengan persaingan ketat melawan Jannik Sinner dan Alexander Zverev yang tengah dalam performa terbaik.

Carlos Alcaraz, juara bertahan US Open, memastikan diri tampil di turnamen Grand Slam penutup musim di New York setelah absen panjang akibat cedera pergelangan tangan kanan. Kepastian ini diumumkan secara mengejutkan melalui kolaborasi dengan influencer sepak bola Fabrizio Romano, yang dikenal dengan jargon "here we go!", dalam sebuah unggahan bersama di media sosial. Langkah ini sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai kesiapan fisik petenis Spanyol berusia 23 tahun itu setelah terakhir bertanding pada 14 April lalu di Barcelona Open.
Absennya Alcaraz selama hampir empat bulan membuatnya kehilangan kesempatan mempertahankan gelar di Cincinnati Open, yang otomatis menurunkannya ke peringkat tiga dunia di bawah Alexander Zverev. Sementara itu, rival utamanya, Jannik Sinner, yang kini nyaman di puncak ranking, justru datang ke New York dengan kondisi kurang ideal. Petenis Italia itu mundur dari Cincinnati karena cedera lutut, sehingga ia akan memulai US Open tanpa satu pun pertandingan pemanasan di lapangan kerasโsituasi yang sama seperti saat Wimbledon lalu.
Kabar kembalinya Alcaraz tentu menjadi angin segar bagi penggemar tenis, terutama di Indonesia yang semakin antusias mengikuti perkembangan petenis top dunia. Turnamen Grand Slam selalu menjadi tontonan yang dinanti, dan kehadiran Alcaraz di Flushing Meadows dipastikan akan meningkatkan daya tarik kompetisi. Selain itu, kembalinya sang juara bertahan juga berpotensi memicu lonjakan minat masyarakat Indonesia terhadap olahraga tenis, baik untuk sekadar menonton maupun bermain.
Perjalanan Alcaraz musim ini sejatinya dimulai dengan gemilang. Ia menaklukkan Novak Djokovic di final Australia Open, menjadikannya pemain termuda dalam sejarah yang berhasil mengoleksi keempat gelar Grand Slam. Namun, setelah itu performanya menurun: kalah di semifinal Indian Wells, tersingkir di babak ketiga Miami Open, dan hanya mampu memenangkan satu pertandingan di Barcelona sebelum cedera menyerang. Cedera pergelangan tangan memang dikenal sebagai masalah serius dalam tenis, dan Alcaraz sendiri mengaku tidak ingin memaksakan diri demi menjaga karier jangka panjangnya.
Proses pemulihan Alcaraz berjalan hati-hati. Ia mulai berlatih ringan pada Juli, kemudian difoto sedang memukul bola di Spanyol pada 4 Agustus, namun sehari kemudian memutuskan mundur dari Cincinnati. Ia juga terlihat mengenakan pelindung lengan bawah saat berlatih di Murcia, dan dalam beberapa pekan terakhir berlatih bersama Holger Rune yang juga baru pulih dari cedera Achilles. Kehati-hatian ini wajar, mengingat sejarah mencatat banyak petenis top yang kariernya hancur akibat cedera pergelangan tangan, seperti Dominic Thiem yang pensiun pada 2024 dan Juan Martin del Potro yang tak pernah kembali ke performa terbaiknya setelah cedera serupa.
Di sisi lain, dominasi Sinner sepanjang musim ini menjadi ancaman nyata bagi Alcaraz. Petenis Italia itu hanya kalah tiga kali tahun ini, dua di antaranya terjadi di awal musim, termasuk kekalahan dari Djokovic di semifinal Australia Open. Ia juga menyapu bersih gelar Indian Wells dan Miami Open tanpa kehilangan satu set pun. Meski sempat tersingkir mengejutkan di Prancis Terbuka, Sinner tetap menjadi favorit kuat di New York, dengan syarat kebugarannya terjaga.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Alcaraz langsung tampil kompetitif setelah absen panjang? Sejarah menunjukkan bahwa kembali dari cedera bukanlah hal mudah, terlebih saat harus menghadapi persaingan ketat di turnamen Grand Slam. Namun, dengan bakat dan mental juara yang dimilikinya, bukan tidak mungkin ia kembali mengejutkan dunia. Yang jelas, US Open tahun ini akan menjadi panggung pembuktian bagi Alcarazโdan juga bagi Sinner yang ingin mengukuhkan dominasinya.



