Arteta Waspadai Cedera Guimaraes Jelang Laga Pembuka, Arsenal Incar Rebut Kembali Gelar
Baca dalam 60 detik
- Bruno Guimaraes dikabarkan mengalami cedera ringan dan diragukan tampil saat Arsenal menjamu Coventry City di pekan perdana Premier League.
- Manajer Mikel Arteta menekankan pentingnya menjaga kebugaran skuad setelah musim lalu timnya kehilangan banyak pemain kunci akibat cedera.
- Arsenal juga dikaitkan dengan transfer Ezri Konsa dari Aston Villa dan menghadapi keputusan sulit terkait masa depan beberapa pemainnya.

LONDON โ Arsenal memulai perburuan gelar Premier League musim ini dengan catatan waspada. Rekrutan anyar asal Brasil, Bruno Guimaraes, diragukan tampil saat The Gunners menjamu Coventry City pada laga pembuka akhir pekan ini. Manajer Mikel Arteta mengakui masalah kebugaran pemain menjadi perhatian utama setelah musim lalu timnya kerap kehilangan pilar-pilar penting di momen krusial.
Guimaraes, yang diboyong dari Newcastle United dengan nilai transfer dilaporkan mencapai 75 juta poundsterling atau sekitar Rp1,5 triliun, mengalami masalah pada kakinya. Pemain berusia 28 tahun itu terlihat mengompres es pada bagian betisnya setelah ditarik keluar pada laga Community Shield akhir pekan lalu. Arteta, dalam jumpa pers Kamis (20/8), mengatakan kondisi pemainnya itu terus membaik, namun belum ada kepastian apakah ia bisa diturunkan.
โPerkembangannya bagus, tapi kita lihat saja,โ ujar Arteta singkat. Cedera memang menjadi momok bagi Arsenal musim lalu. Nama-nama seperti Kai Havertz, Martin Odegaard, dan Gabriel Jesus absen dalam periode panjang, membuat laju tim tersendat di beberapa pertandingan penentu. Arteta menilai kedalaman skuad dan ketersediaan pemain menjadi kunci untuk memperbesar margin kemenangan.
โSemakin dominan kami, semakin besar margin, semakin baik. Kami perlu meningkatkan ketersediaan skuad di area tertentu agar margin itu menjadi lebih besar,โ kata Arteta. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa manajer asal Spanyol itu tidak ingin mengulang kesalahan yang sama. Musim lalu, Arsenal sempat memimpin klasemen namun akhirnya finis di belakang Manchester City.
Arsenal, yang berada di urutan ketiga daftar klub tersukses Inggris dengan 14 gelar liga, belum pernah mempertahankan trofi Premier League. Namun Arteta merasa musim ini berbeda. โSaya merasa baik. Berbeda. Semoga lebih baik. Lebih bersemangat dari sebelumnya, lebih lapar dari sebelumnya. Saya tidak ragu para pemain kami punya keinginan. Sekarang itu harus kami wujudkan setiap hari,โ tuturnya.
Di sisi lain, Arsenal dikabarkan tengah berupaya memperkuat lini pertahanan. Media Inggris melaporkan kesepakatan senilai 51 juta poundsterling telah dicapai dengan Aston Villa untuk memboyong bek tengah timnas Inggris, Ezri Konsa. Arteta enggan berkomentar banyak, hanya mengatakan, โSaat kami siap mengumumkan sesuatu, kami akan memberi tahu.โ
Arteta juga membantah isu yang mengaitkan pemain muda Myles Lewis-Skelly dengan kepergian. Ia menyatakan 100 persen yakin pemain berusia 19 tahun itu akan bertahan. Namun, ia tak menampik kemungkinan beberapa pemain hengkang. Spekulasi menyebut Gabriel Martinelli, Gabriel Jesus, dan Ethan Nwaneri bisa saja meninggalkan klub.
โIni momen yang sangat sulit, tapi Anda harus menghadapinya dengan kejujuran dan transparansi. Kita semua tahu segala sesuatu punya awal dan akhir. Ketika itu berakhir, tugas kami adalah melakukannya dengan cara terbaik, dengan rasa hormat dan kekaguman pada pemain dan hubungan. Tapi pada akhirnya, kami harus membuat keputusan sulit,โ kata Arteta.
Bagi pengamat sepak bola di Indonesia, situasi ini menarik untuk disimak. Arsenal memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Keputusan transfer dan kebugaran pemain akan memengaruhi performa tim yang kerap menjadi tontonan utama liga Inggris. Jika Guimaraes absen, lini tengah Arsenal akan kehilangan kreativitas, dan hal itu bisa menjadi ujian awal bagi kedalaman skuad asuhan Arteta.
Pertanyaan besarnya, mampukah Arsenal menjaga konsistensi sepanjang musim? Dengan jadwal padat dan persaingan ketat, manajemen kebugaran menjadi kunci. Apakah Arteta akan berani merotasi pemain lebih sering? Atau justru mengandalkan skuad inti? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan.



