Man City Alihkan Incaran ke Manu Kone Usai Buntu di Wharton dan Fernandez
Baca dalam 60 detik
- Manchester City mengalihkan fokus ke gelandang AS Roma, Manu Kone, setelah upaya mendatangkan Adam Wharton dan Enzo Fernandez menemui jalan buntu.
- Kone, yang sempat disepakati secara pribadi dengan Manchester United, dinilai sebagai pengganti ideal Rodri dengan banderol lebih murah sekitar ยฃ51 juta.
- Kedatangan Ayyoub Bouaddi yang hampir tuntas memaksa City mencari tambahan pemain berpengalaman, dengan Kone sebagai opsi paling realistis.

Manchester City dipaksa memutar haluan di bursa transfer musim panas ini. Setelah dua target utama di lini tengah, Adam Wharton dan Enzo Fernandez, gagal direalisasikan, juara bertahan Liga Inggris itu kini dikabarkan mengarahkan bidikan ke gelandang AS Roma, Manu Kone. Langkah ini muncul di tengah kebutuhan mendesak untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Rodri yang hengkang ke Barcelona.
Kegagalan mendatangkan Wharton menjadi pukulan telak. Menurut laporan David Ornstein, tawaran City untuk pemain Inggris itu telah ditolak mentah-mentah oleh Crystal Palace. The Eagles bersikukuh mempertahankan pemainnya hingga kontrak berakhir pada 2029, terutama di tengah situasi bursa yang sudah mepet. Sementara itu, upaya mendatangkan Fernandez dari Chelsea juga menemui kendala finansial. Angka yang diminta Chelsea mencapai ยฃ120 juta, nilai yang dianggap terlalu tinggi oleh manajemen City. Bahkan, City disebut tidak mengajukan tawaran saat deadline yang diberikan Chelsea pekan lalu.
Di tengah kebuntuan itu, nama Kone muncul sebagai alternatif yang menarik. Gelandang asal Prancis berusia 25 tahun ini sebelumnya telah menyepakati persyaratan pribadi dengan Manchester United, namun setan merah kemudian mengalihkan fokus ke Carlos Baleba. Kini, City siap memanfaatkan situasi tersebut. Kone dikenal sebagai gelandang bertahan yang tenang dalam menguasai bola, dengan tingkat akurasi umpan mencapai 90,4 persen di Serie A musim 2025-26, serta rata-rata 45,3 umpan sukses per 90 menit.
Pujian juga datang dari pengamat muda Como, Ben Mattinson, yang menyebut Kone sebagai salah satu pembelian terbaik musim panas lalu saat dibanderol hanya โฌ18 juta. "Begitu tenang dan tahan tekanan, pengatur tempo dengan kemampuan membawa bola yang bisa mengubah permainan," ujarnya. Kone dinilai lebih mirip dengan profil Rodri dibandingkan Wharton atau Fernandez, sehingga bisa menjadi pengganti yang lebih tepat. Menurut Daily Mail, AS Roma mematok harga sekitar ยฃ51 juta untuk pemainnya, angka yang jauh lebih masuk akal dibandingkan dua target sebelumnya.
Kebutuhan City akan gelandang baru semakin mendesak setelah Tijjani Reijnders hengkang ke Al-Qadsiash. Selain itu, City juga hampir pasti mendatangkan Ayyoub Bouaddi dari Lille. Fabrizio Romano mengungkapkan bahwa negosiasi sudah berada di tahap akhir, dan City ingin memboyong pemain muda Maroko itu musim panas ini, bukan menunggu satu musim lagi. Dengan Bouaddi yang masih muda, City membutuhkan tambahan pemain berpengalaman di lini tengah, dan Kone menjadi kandidat paling logis.
Dari perspektif Indonesia, pergerakan City di bursa transfer ini menarik untuk disimak. Liga Inggris memiliki basis penggemar yang besar di Indonesia, dan keputusan City untuk merekrut pemain seperti Kone akan berdampak pada persaingan di papan atas. Selain itu, dengan hadirnya Bouaddi yang masih muda, City tampaknya sedang membangun fondasi jangka panjang. Hal ini bisa menjadi sinyal bahwa klub-klub Eropa mulai melirik pemain-pemain berkualitas dari luar lima liga top, yang juga membuka peluang bagi pemain Asia Tenggara untuk menembus level tertinggi.
Keputusan City untuk berhemat dengan merekrut Kone menunjukkan pergeseran strategi di tengah regulasi Financial Fair Play yang semakin ketat. Pertanyaannya, apakah Kone mampu langsung beradaptasi dengan intensitas Premier League? Atau akankah City menyesal tidak menggelontorkan dana besar untuk Fernandez? Musim depan akan menjadi jawabannya.



