Bundesliga Perluas Penghargaan Man of the Match dengan Dukungan adidas
Baca dalam 60 detik
- Penghargaan Man of the Match Bundesliga musim 2026/27 kembali digelar dengan sponsor baru, adidas, yang akan menyediakan trofi khusus untuk setiap pemenang.
- Mekanisme voting tetap berbasis suara penggemar melalui aplikasi resmi, dengan enam kandidat yang dinominasikan berdasarkan data pertandingan.
- Penghargaan perdana musim ini akan diberikan pada Franz Beckenbauer Supercup antara Borussia Dortmund dan Bayern Munich, menandai awal kemitraan baru.

Bundesliga kembali menggulirkan penghargaan Man of the Match untuk musim 2026/27, dan kali ini kompetisi kasta tertinggi sepak bola Jerman itu menggandeng raksasa apparel asal Jerman, adidas, sebagai mitra resmi. Penghargaan yang musim lalu mendapat sambutan hangat dari penggemar ini akan hadir dengan trofi baru yang lebih prestisius, sekaligus memperkuat daya tarik kompetisi di tengah rivalitas ketat antarklub.
Skema voting yang melibatkan penggemar tetap dipertahankan. Untuk setiap pertandingan Bundesliga, para suporter dapat memberikan suara melalui live blog di aplikasi resmi Bundesliga. Jendela voting dibuka pada menit ke-86 dan ditutup bersamaan dengan peluit akhir. Enam pemain yang tampil menonjol berdasarkan data resmi pertandingan akan dinominasikan, dan penggemar yang menentukan siapa yang layak menyandang gelar tersebut.
Keterlibatan adidas membawa dimensi baru dalam penghargaan ini. Setiap pemenang tidak hanya menerima pengakuan, tetapi juga trofi Man of the Match yang dirancang khusus oleh adidas, diserahkan langsung setelah pertandingan usai. Ini merupakan peningkatan dari musim sebelumnya yang belum memiliki sponsor resmi untuk penghargaan tersebut.
Momen perdana pemberian trofi ini akan berlangsung pada Franz Beckenbauer Supercup, yang mempertemukan Borussia Dortmund dan Bayern Munich pada Sabtu pekan ini. Laga ini tidak hanya menjadi ajang pembuka musim, tetapi juga panggung bagi adidas untuk memperkenalkan trofi barunya kepada publik. Selain Bundesliga, voting juga akan digelar pada laga play-off degradasi, memastikan konsistensi penghargaan di semua lini kompetisi.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, langkah ini menegaskan bahwa Bundesliga terus berinovasi dalam melibatkan audiens global. Sistem voting yang transparan dan berbasis data memberikan kesempatan bagi suporter di seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk berpartisipasi aktif dalam menentukan pemain terbaik. Hal ini sejalan dengan meningkatnya popularitas Bundesliga di Asia Tenggara, di mana interaksi digital menjadi kunci untuk memperkuat basis penggemar.
Kemitraan dengan adidas juga memiliki implikasi komersial yang luas. Sebagai salah satu merek olahraga terbesar di dunia, adidas tidak hanya menyediakan trofi, tetapi juga berpotensi mengintegrasikan elemen pemasaran yang lebih dalam, seperti konten eksklusif atau aktivasi merek di media sosial. Ini bisa menjadi preseden bagi liga lain untuk menjalin kolaborasi serupa, mengingat tren sponsorship yang semakin mengarah pada pengalaman interaktif.
Namun, pertanyaan yang muncul adalah apakah penghargaan ini akan mampu mempertahankan antusiasme penggemar dalam jangka panjang. Dengan meningkatnya jumlah kompetisi dan tuntutan jadwal yang padat, apakah voting berbasis aplikasi akan tetap relevan? Atau justru akan menjadi ritual yang dinantikan setiap pekan? Musim ini akan menjadi ujian nyata bagi format yang telah diperbarui ini.



