Mendagri Tinjau Pelabuhan Maumere Pascagempa, Pastikan Operasional Tetap Jalan
Baca dalam 60 detik
- Kunjungan Mendagri ke Pelabuhan Laurentius Say menegaskan kesiapan sistem digitalisasi dengan cadangan untuk menjaga layanan tetap beroperasi.
- Pemerintah pusat mengerahkan berbagai kementerian untuk penanganan darurat, sementara asesmen struktural bangunan pelabuhan menunggu kondisi gempa stabil.
- Fokus jangka pendek adalah memulihkan kepercayaan masyarakat dan memastikan kebutuhan dasar terpenuhi di tengah ancaman gempa susulan.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian langsung turun ke Pelabuhan Laurentius Say di Maumere, Nusa Tenggara Timur, untuk memastikan layanan pelabuhan tetap beroperasi pascagempa yang menewaskan tiga orang. Peninjauan ini menjadi bagian dari instruksi Presiden Prabowo Subianto agar para menteri hadir di lokasi bencana, sekaligus menguji ketangguhan infrastruktur vital di tengah ancaman gempa susulan.
Dalam kunjungannya, Tito mendapatkan penjelasan dari Kepala Syahbandar bahwa operasional pelabuhan tidak terganggu berkat sistem digitalisasi yang memiliki mekanisme cadangan. Jika jaringan internet terputus, pelayanan dapat dialihkan ke lokasi sementara. "Operasional tetap berjalan karena sistem digitalisasinya punya backup," ujarnya, Kamis (14/8/2025). Langkah ini dinilai krusial mengingat Maumere merupakan pintu masuk logistik bagi wilayah timur Flores.
Di sisi lain, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago melaporkan sejumlah bangunan pelabuhan mengalami kerusakan, namun aktivitas embarkasi dan debarkasi sudah kembali normal. Tito mengapresiasi Kementerian Perhubungan, Syahbandar, dan otoritas pelabuhan yang sigap menjaga pelayanan di tengah kondisi darurat. Meski demikian, ia mengingatkan potensi gempa susulan dengan skala lebih kecil masih mungkin terjadi dalam dua hingga tiga pekan ke depan berdasarkan data BMKG.
Untuk memastikan keamanan jangka panjang, Kementerian Pekerjaan Umum akan melakukan asesmen struktur bangunan setelah kondisi gempa benar-benar stabil. "Kalau strukturnya masih kuat, tinggal perbaikan dinding dan atap. Tapi kalau tidak, mau tidak mau harus dibongkar," tegas Tito. Keputusan ini penting untuk mencegah risiko kegagalan konstruksi di masa depan, sekaligus menjaga kepercayaan pengguna jasa pelabuhan.
Selain infrastruktur, pemerintah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga, mulai dari pangan, air bersih, listrik, hingga komunikasi. Tito juga meminta pemerintah daerah tidak memaksa warga kembali ke rumah jika masih trauma. "Kalau mereka tidur di luar, kita bantu, jangan dipaksa masuk," katanya. Ia menegaskan seluruh jajaran, termasuk BNPB, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian PU, telah dikerahkan untuk penanganan terpadu.
Kunjungan ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan infrastruktur di kawasan rawan bencana seperti NTT. Bagi pelaku usaha dan logistik, kelancaran operasional pelabuhan Maumere menjadi sinyal bahwa rantai pasok ke wilayah timur Indonesia tetap terjaga. Namun, pertanyaan besar masih menggantung: akankah asesmen struktural mampu mengungkap kerentanan tersembunyi yang belum terlihat? Jawabannya akan menentukan langkah rehabilitasi yang lebih kokoh dan berkelanjutan.



