Menhan Sjafrie Desak Sinergi Penuh Tangani Karhutla: Enam Provinsi Jadi Prioritas
Baca dalam 60 detik
- Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menekankan penguatan koordinasi lintas lembaga dalam kunjungannya ke Riau, Sabtu (22/8).
- Pemerintah memusatkan perhatian pada enam provinsi rawan gambut, dengan pengerahan 43 helikopter untuk pemadaman udara.
- Langkah ini diharapkan mencegah meluasnya kebakaran dan melindungi masyarakat, namun efektivitasnya masih diuji oleh kondisi El Niรฑo.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyerukan penguatan kolaborasi semua pihak dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), saat meninjau langsung lokasi terdampak di Riau pada Sabtu (22/8). Seruan ini disampaikan melalui akun Instagram resminya, @sjafriesjamsoefdin, pada keesokan harinya, menegaskan bahwa koordinasi yang solid antara pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, dan unsur terkait menjadi kunci untuk mengendalikan titik api serta melindungi keselamatan warga.
Sjafrie menilai pembagian peran yang jelas antarinstansi dapat mencegah tumpang tindih tugas di lapangan. Dengan peta penanganan yang terstruktur, proses pemadaman diharapkan berjalan bertahap dan menyeluruh. Ia juga menggarisbawahi pentingnya optimalisasi seluruh sumber daya yang tersedia, baik personel maupun peralatan, demi menjaga keselamatan rakyat, kelestarian lingkungan, dan stabilitas wilayah.
Pemerintah sendiri telah memetakan enam provinsi dengan tingkat kerawanan tertinggi, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (10/8), menjelaskan bahwa wilayah-wilayah tersebut memiliki lahan gambut yang rentan terbakar saat musim kemarau, diperparah oleh fenomena El Niรฑo.
Selain enam provinsi tersebut, kebakaran juga dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan lain, seperti Gunung Bromo di Jawa Timur, Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat, dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Untuk mempercepat penanganan, pemerintah telah mengerahkan sekitar 43 helikopter untuk pemadaman udara, ditambah 10 hingga 15 pesawat fixed-wing sesuai kebutuhan. Di sisi lain, operasi darat diperkuat dengan penggunaan tangki fleksibel sebagai penampung air sementara bagi petugas di lapangan.
Langkah ini menjadi sorotan karena karhutla tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kesehatan masyarakat, ekonomi, dan hubungan diplomatik. Asap yang ditimbulkan kerap menyebar ke negara tetangga, memicu protes dan kerugian besar. Bagi Indonesia, penanganan yang efektif menjadi ujian nyata bagi koordinasi antarlembaga, terutama di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.
Djamari menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan terpadu. Namun, pertanyaan yang mengemuka adalah seberapa cepat langkah-langkah ini dapat mengendalikan api sebelum musim kemarau mencapai puncaknya. Dengan prediksi El Niรฑo yang masih berlanjut, efektivitas strategi ini akan teruji dalam beberapa pekan ke depan.



