Perburuan Striker Tottenham: Nicolas Jackson Dinilai Bisa Jadi 'Welbeck Baru' De Zerbi
Baca dalam 60 detik
- Tottenham dikabarkan siap menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan Nicolas Jackson dari Chelsea sebelum bursa transfer ditutup.
- Mantan manajer Spurs, Tim Sherwood, menilai Jackson punya profil ideal untuk menjadi ujung tombak andalan De Zerbi, mirip peran Danny Welbeck di Brighton.
- Jika transfer ini terwujud, total belanja Tottenham bisa menembus angka ยฃ250 juta, menunjukkan ambisi besar mereka untuk bersaing di papan atas Premier League.

Dengan kurang dari dua pekan menjelang penutupan bursa transfer musim panas, Tottenham Hotspur masih belum menunjukkan tanda-tanda mengerem belanja. Klub asal London Utara itu kini dikaitkan dengan sejumlah nama besar di lini depan, dan satu nama yang mencuat adalah Nicolas Jackson, penyerang Chelsea yang tengah kehilangan tempat di skuad utama. Mantan manajer Spurs, Tim Sherwood, bahkan menilai Jackson bisa menjadi sosok yang tepat untuk mengisi peran yang dulu diemban Danny Welbeck di Brighton & Hove Albion.
Ketertarikan Tottenham pada Jackson bukan tanpa alasan. De Zerbi, yang kini menukangi Spurs, dikenal gemar memainkan striker bertipe fisik sebagai titik tumpu serangan. Pola ini persis seperti yang ia terapkan di Brighton, di mana Welbeck menjadi target umpan sekaligus pembuka ruang bagi pemain sayap. Sherwood, dalam wawancara eksklusif dengan Football FanCast, menilai Jackson memiliki atribut serupa: kuat, agresif, dan mampu menjadi pusat permainan. "De Zerbi memang menyukai striker bertubuh besar. Danny Welbeck selalu ia pasang di depan dan pemain lain berlari di sekelilingnya. Jadi, mungkin Nicolas Jackson bisa menjadi jawabannya jika ia mau datang," ujar Sherwood.
Namun, langkah Tottenham untuk memboyong Jackson tidak akan mudah. Chelsea dikabarkan mematok harga sekitar ยฃ65 juta untuk pemain asal Senegal tersebut. Jika kesepakatan tercapai, total belanja Tottenham pada bursa ini akan melonjak melewati angka ยฃ250 juta, setelah sebelumnya mereka sudah mengeluarkan lebih dari ยฃ200 juta untuk mendatangkan sejumlah pemain anyar. Angka ini menunjukkan keseriusan Spurs untuk membangun skuad kompetitif di bawah arahan De Zerbi, yang musim lalu membawa Brighton tampil impresif di Premier League.
Kebutuhan Tottenham akan penyerang baru memang mendesak. Saat ini, lini depan mereka dihuni Dominic Solanke yang kerap cedera, Richarlison yang santer dikaitkan dengan kepindahan ke Everton, serta Mathys Tel yang masih muda dan belum konsisten. Dengan target finis di empat besar, komposisi seperti itu dinilai kurang memadai. Kehadiran Jackson diharapkan bisa memberikan dimensi baru dalam serangan Spurs, terutama dalam duel fisik melawan bek-bek tangguh Premier League.
Menariknya, langkah Tottenham ini tidak hanya berdampak pada persaingan di papan atas Inggris, tetapi juga bisa memengaruhi dinamika transfer pemain Afrika di Eropa. Jackson, yang sebelumnya menjadi andalan Chelsea, kini berada di persimpangan jalan. Kepindahannya ke Spurs akan menjadi ujian apakah ia mampu memenuhi ekspektasi sebagai penerus Welbeck. Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini juga menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana klub-klub besar Eropa berlomba membangun skuad demi meraih sukses jangka pendek dan panjang.
Di sisi lain, keputusan Tottenham untuk terus berbelanja besar juga memunculkan pertanyaan tentang keberlanjutan finansial klub. Dengan regulasi Financial Fair Play yang semakin ketat, langkah berani De Zerbi dan manajemen Spurs akan menjadi sorotan. Apakah investasi sebesar ini akan terbayar dengan tiket Liga Champions, atau justru menjadi bumerang di masa depan? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: bursa transfer musim panas ini masih menyimpan banyak kejutan.



