Crystal Palace Kunci Kesepakatan Lisan untuk Axel Disasi, Bek Incaran Utama
Baca dalam 60 detik
- Crystal Palace dilaporkan telah mencapai kesepakatan lisan untuk meminjam Axel Disasi dari Chelsea tanpa opsi pembelian permanen.
- Langkah ini diambil untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Maxence Lacroix yang hengkang ke Chelsea, sekaligus memperkuat lini belakang jelang debut di Liga Europa.
- Jika transfer ini tuntas, Disasi akan menjadi rekrutan ketiga Palace di bursa musim panas ini, setelah Takehiro Tomiyasu dan dua pemain lainnya.

Crystal Palace dikabarkan telah mencapai kesepakatan lisan untuk mendatangkan bek Chelsea, Axel Disasi, sebagai prioritas utama mereka di bursa transfer musim panas ini. Langkah ini diambil untuk memperkuat lini pertahanan menjelang debut mereka di Liga Europa, sekaligus mengisi kekosongan yang ditinggalkan Maxence Lacroix yang pindah ke rival sekota, Chelsea.
Menurut jurnalis Fabrice Hawkins, Palace akan memboyong Disasi dengan skema pinjaman berbayar tanpa opsi pembelian permanen. Negosiasi dengan agen pemain asal Prancis itu masih berlangsung, dengan manajemen klub yang dipimpin Steve Parish berupaya menyelesaikan kesepakatan personal. Jika berhasil, bek berusia 27 tahun itu akan segera bergabung dengan skuad asuhan Oliver Glasner di Selhurst Park.
Disasi bukanlah nama asing bagi penggemar Premier League. Sebelumnya, ia menjalani masa peminjaman yang impresif di Aston Villa pada musim 2024/2025, di mana penampilannya mendapat pujian dari analis Sky Sports, Izzy Christiansen. Ia juga sempat membela West Ham United pada paruh kedua musim lalu, tampil dalam 14 pertandingan, meski harus mengalami degradasi bersama The Hammers. Pengalaman ini dinilai menjadi nilai tambah bagi Palace yang membutuhkan pemain berpengalaman di lini belakang.
Keputusan Palace untuk mengejar Disasi tidak lepas dari kebutuhan mendesak setelah kepergian Lacroix. Selain itu, kedatangan Takehiro Tomiyasu dari Arsenal juga belum sepenuhnya meyakinkan, mengingat pemain asal Jepang itu hanya tampil delapan kali di liga dalam dua musim terakhir. Tomiyasu yang bisa dimainkan sebagai bek kanan maupun bek tengah, diharapkan memberikan fleksibilitas, namun Palace tetap membutuhkan sosok yang lebih konsisten di jantung pertahanan.
Di sisi lain, aktivitas Palace di bursa transfer tidak berhenti di Disasi. Klub asal London selatan itu juga dikabarkan siap melepas bek kanan Daniel Munoz, yang diminati Everton, Tottenham Hotspur, dan Nottingham Forest. Dengan kedatangan Mingueza dan Khalaili, posisi bek kanan Palace terbilang cukup padat, sehingga penjualan Munoz dengan banderol ยฃ25 juta menjadi langkah logis untuk mendanai operasi transfer lainnya.
"Intensitas permainannya malam itu luar biasa," puji Izzy Christiansen, analis Sky Sports, saat Disasi tampil impresif untuk Aston Villa.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Palace di bursa transfer ini menarik untuk disimak, terutama dengan semakin banyaknya pemain Asia yang berkarier di Premier League. Kehadiran Tomiyasu di lini belakang Palace, misalnya, bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar sepak bola di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Selain itu, strategi Palace yang berani meminjam pemain berkualitas tanpa opsi pembelian menunjukkan pendekatan finansial yang hati-hati, sebuah pelajaran yang relevan bagi klub-klub di Indonesia yang kerap kesulitan dalam manajemen keuangan.
Dengan sisa waktu bursa transfer yang masih terbuka, publik menantikan apakah kesepakatan untuk Disasi akan segera diresmikan. Jika terealisasi, Palace akan memiliki lini belakang yang lebih solid untuk menghadapi tantangan Liga Europa dan kompetisi domestik. Namun, pertanyaan besarnya adalah: akankah Disasi mampu memberikan dampak signifikan seperti yang diharapkan, atau justru menjadi sekadar pelengkap di skuad yang tengah bertransisi?



