GP Belanda: Verstappen Incar Kemenangan Perpisahan di Zandvoort
Baca dalam 60 detik
- Max Verstappen berpeluang menjadi pemenang keenam beruntun di F1 2026 saat GP Belanda, yang akan menjadi edisi terakhir di Zandvoort.
- Persaingan musim ini kian ketat dengan enam pembalap berbeda menang dalam enam balapan terakhir, menunjukkan tidak ada dominasi tunggal.
- Sirkuit Zandvoort akan menggelar sprint pertamanya, menambah dinamika baru bagi para tim dan pembalap di paruh kedua musim.

Max Verstappen berdiri di ambang momen emosional: memenangkan Grand Prix Belanda untuk yang terakhir kalinya di sirkuit Zandvoort yang akan segera pensiun dari kalender Formula One. Jika berhasil pada Minggu nanti, ia akan menjadi pemenang keenam yang berbeda dalam enam balapan beruntun, sebuah bukti betapa sengitnya persaingan musim ini.
Sirkuit pesisir yang sarat sejarah ini akan menggelar balapan terakhirnya akhir pekan ini. Bagi Verstappen, yang telah memenangkan tiga dari lima edisi sejak sirkuit kembali ke kalender pada 2021, kemenangan perpisahan di hadapan pendukungnya yang mengenakan oranye akan menjadi hadiah yang pahit-manis. "Saya punya banyak kenangan indah di Zandvoort," ujarnya, "berlaga di depan publik sendiri adalah sebuah keistimewaan." Ia pun akan mengenakan helm khusus biru Delft sebagai penghormatan.
Musim 2026 dimulai dengan dominasi Mercedes yang memenangkan enam balapan beruntun, tetapi lima balapan terakhir justru menampilkan pemenang yang berbeda-beda: Lewis Hamilton, George Russell, Charles Leclerc, Kimi Antonelli, dan Lando Norris. Kini Verstappen dan Oscar Piastri dari McLaren menjadi kandidat kuat untuk melanjutkan tren tersebut. Verstappen, yang dijuluki "raja sprint", berada di posisi keenam klasemen, sementara Piastri ketujuh. Semua pembalap di atas mereka telah merasakan kemenangan musim ini.
McLaren, yang memenangkan dua GP Belanda terakhir, mengincar hat-trick dengan membawa paket upgrade tahap kedua yang diperkenalkan di Hungaria. Sementara itu, Mercedes, yang belum pernah menang di Zandvoort sejak era Juan Manuel Fangio pada 1955, bertekad memutus puasa panjang tersebut. Bos tim Toto Wolff mengakui timnya tertinggal dalam hal upgrade dibanding rival, tetapi yakin masih ada performa yang bisa digali: "Kami telah kehilangan poin, rival memperkecil jarak, dan paruh kedua akan menuntut lebih dari kami."
Bagi George Russell, balapan ini adalah kesempatan untuk bangkit setelah paruh pertama yang mengecewakan. Aston Martin juga mendapat suntikan tenaga dari mesin Honda yang ditingkatkan, meski format sprint dengan hanya satu sesi latihan memberi sedikit waktu untuk mengatasi masalah. Sementara itu, Cadillac, tim pendatang baru, tengah menjadi sorotan setelah memecat prinsipal pendirinya, Graeme Lowdon, dan menggantinya dengan Marcin Budkowski di tengah perjuangan meraih poin perdana.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, persaingan yang ketat ini memberikan tontonan yang menarik. Meski tidak ada pembalap Indonesia, dinamika antar tim papan atas seperti Red Bull, Mercedes, dan McLaren selalu menghadirkan drama. Menarik untuk disimak apakah Verstappen mampu menutup era Zandvoort dengan kemenangan, atau justru McLaren yang memperpanjang dominasinya. Jawabannya akan terungkap di sirkuit yang legendaris itu.



