Vanthoor Tahan Van der Linde, Porsche Cetak Sejarah di Petit Le Mans
Baca dalam 60 detik
- Laurens Vanthoor memenangkan Motul Petit Le Mans setelah menahan tekanan Sheldon van der Linde dalam sprint 10 menit terakhir.
- Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Porsche di kelas utama Road Atlanta, setelah sebelumnya hanya menang di kelas GT pada 2015.
- Balapan diwarnai 16 periode caution yang menyamai rekor, memaksa strategi bahan bakar dan ban menjadi penentu.

Laurens Vanthoor berhasil mengunci kemenangan untuk Porsche Penske Motorsport di ajang Motul Petit Le Mans yang digelar di Michelin Raceway Road Atlanta, Minggu (13/10/2024) WIB. Pembalap Belgia itu menahan gempuran Sheldon van der Linde dari BMW M Team WRT dalam sprint 10 menit terakhir, finis dengan selisih tipis 1,205 detik.
Bagi Porsche, ini adalah kemenangan perdana di kelas utama (GTP) di sirkuit sepanjang 2,54 mil tersebut. Sebelumnya, pada 2015, Porsche hanya menang di kelas GT. Vanthoor, yang berbagi kemudi dengan Kevin Estre dan Matt Campbell di mobil #6 Porsche 963, harus bekerja ekstra keras setelah balapan diwarnai 16 periode cautionโmenyamai rekor yang tercipta pada 2017.
Podium ketiga diisi oleh Cadillac Wayne Taylor Racing yang dikemudikan Louis Deletraz, Jordan Taylor, dan Colton Herta. Mereka berhasil memanfaatkan masalah yang dialami Tom Blomqvist dari Acura Meyer Shank Racing, yang harus masuk pit menjelang bendera putih.
Balapan berlangsung dramatis sejak awal. Ricky Taylor sempat membawa Cadillac Wayne Taylor Racing memimpin, namun Frederik Vesti yang berada di belakangnya terus menekan. Vesti kemudian melakukan manuver di tikungan 10 untuk merebut posisi terdepan. Setelah siklus pit stop, Roman De Angelis sempat memimpin di kelas GTP dengan Aston Martin Valkyrie milik Heart of Racing, sebelum akhirnya menyerahkan kemudi kepada Alex Riberas.
Insiden mulai bermunculan. Nick Yelloly yang mengemudikan Acura ARX-06 mengalami spin di tikungan 5 dan memicu caution kesembilan. Tak lama berselang, Robin Frijns dari BMW M Team WRT memotong rumput di tikungan 10 dan nyaris menabrak Kevin Estre. Estre sendiri berhasil mengejar dan menyalip Jack Aitken untuk merebut posisi kedua, lalu memangkas jarak dengan Laurin Heinrich dari 3,8 detik menjadi 0,9 detik dalam dua putaran.
Di kelas GTD Pro, persaingan juga memanas. Thomas Preining dari Manthey menyalip Mike Rockenfeller, disusul Harry King dan Nico Varrone. Preining kemudian mendapat penalti drive-through karena kontak dengan King. Sementara itu, di kelas LMP2, Alex Quinn yang sempat tersingkir dari posisi terdepan akibat tabrakan dengan Tom Dillmann, harus mengganti rear clip. Namun ia mampu bangkit dan finis di depan Dillmann.
"Ini adalah kemenangan yang sangat berarti bagi tim. Kami harus melewati begitu banyak rintangan, tetapi mobil dan strategi bekerja dengan sempurna," ujar Vanthoor usai balapan.
Memasuki satu jam terakhir, Vanthoor yang hanya mengganti dua ban kiri sempat keluar lintasan dua kali, membiarkan Earl Bamber mengambil alih pimpinan. Namun Vanthoor dengan cepat merebut kembali posisinya dan menjauh dari kejaran. Van der Linde yang berada di posisi kedua terus menempel, tetapi Vanthoor mampu menjaga jarak sekitar 0,8 detik hingga finis.
Di kelas GTD, Winward Racing memastikan gelar juara ketiga berturut-turut setelah Philip Ellis menyalip Wadoux. Sementara itu, Car Blanche keluar sebagai pemenang di GTD Pro. Balapan ini juga mencatatkan drama bahan bakar, dengan beberapa pembalap harus melakukan pit stop tambahan di akhir lomba.
Kemenangan Vanthoor ini tidak hanya bersejarah bagi Porsche, tetapi juga menegaskan dominasi tim di akhir musim. Dengan hasil ini, Porsche Penske Motorsport semakin percaya diri menghadapi musim depan. Akankah mereka mampu mempertahankan momentum di Rolex 24 Hours of Daytona? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Road Atlanta kini menjadi saksi kebangkitan Porsche di kelas utama.



