TikTok Disorot Parlemen Irlandia: Konten Berkendara Berbahaya Picu Kecelakaan Maut
Baca dalam 60 detik
- Komite parlemen Irlandia memanggil TikTok untuk menjelaskan moderasi konten yang memicu aksi berkendara melawan arus di jalan tol.
- Kecelakaan yang menewaskan lima remaja memicu investigasi regulator media dan desakan agar platform lebih ketat menyaring konten ilegal.
- Pemerintah Irlandia berencana menjadikan melawan arus sebagai pelanggaran khusus dan meningkatkan pelatihan pengejaran bagi polisi.

Parlemen Irlandia secara resmi meminta TikTok memberikan klarifikasi terkait mekanisme penghapusan konten yang dianggap mengagung-agungkan aksi ilegal di jalan raya. Langkah ini menyusul tragedi maut yang menewaskan lima remaja dalam kecelakaan di jalan tol, ketika mereka sengaja melawan arus demi mencari perhatian di media sosial.
Kecelakaan yang terjadi pada akhir pekan lalu itu tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga melukai tiga perempuan dan seorang anak yang sedang dalam perjalanan menuju Bandara Dublin. Polisi menyebut para korban adalah penumpang mobil lain yang menjadi korban dari aksi nekat sekelompok pemuda yang mengabadikan aksinya. Video-video yang memperlihatkan aksi melawan arus dan interaksi berbahaya dengan pengguna jalan lain pun beredar luas di berbagai platform, memicu kemarahan publik.
Alan Kelly, ketua komite parlemen yang membidangi seni, media, komunikasi, budaya, dan olahraga, menegaskan bahwa tragedi ini membuka mata banyak pihak akan bahaya konten yang memicu perilaku berisiko. "Setelah musibah ini, muncul pertanyaan serius tentang peredaran konten media sosial yang tampaknya mengagung-agungkan perilaku ilegal di jalan kita," ujarnya. Kelly juga mendesak agar platform media sosial mengambil tindakan nyata, bukan sekadar janji.
TikTok sendiri belum memberikan tanggapan resmi atas undangan parlemen tersebut. Namun, juru bicara perusahaan menyatakan bahwa mereka terus memantau konten terkait kecelakaan ini dan telah menghapus sejumlah video serta akun yang melanggar aturan. Sementara itu, regulator media Irlandia juga telah meminta laporan lengkap dari TikTok mengenai langkah-langkah yang diambil untuk menangani konten berkendara berbahaya.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Irlandia. Di berbagai negara, termasuk Indonesia, tantangan di media sosial yang mendorong aksi berbahaya kerap muncul dan menjadi perhatian otoritas. Polisi Irlandia bahkan menyebut adanya geng-geng pemuda yang saling bersaing membuat konten berbahaya, termasuk melawan arus di jalan tol. Pemerintah pun berjanji memberikan sumber daya yang cukup bagi kepolisian dan mengusulkan aturan baru yang menjadikan melawan arus sebagai pelanggaran khusus.
Menteri Kehakiman Irlandia, Jim O'Callaghan, memberikan peringatan keras kepada siapa pun yang berniat meniru aksi tersebut. "Anda akan berakhir di penjara atau di liang lahat," tegasnya. Pernyataan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menangani fenomena yang mengancam keselamatan publik.
Di tengah meningkatnya tekanan, polisi Irlandia berencana memperkenalkan pelatihan pengejaran kendaraan bagi para petugas sebelum akhir tahun. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan aparat dalam merespons aksi berbahaya di jalan raya. Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah platform media sosial seperti TikTok akan benar-benar memperketat pengawasan kontennya, atau justru terus menjadi panggung bagi aksi-aksi yang membahayakan nyawa.
Bagi Indonesia, kasus ini menjadi pengingat bahwa regulasi konten digital dan pengawasan media sosial harus terus diperkuat. Maraknya tren berbahaya di platform seperti TikTok menuntut kolaborasi antara pemerintah, platform, dan masyarakat untuk mencegah korban jiwa. Apakah Indonesia akan mengambil langkah serupa dengan Irlandia dalam menekan platform digital agar lebih bertanggung jawab?



