Newcastle Incar Nicolas Seiwald: Jawaban atas Kepergian Tonali dan Bruno?
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United dilaporkan telah mengajukan pertanyaan untuk merekrut gelandang RB Leipzig, Nicolas Seiwald, di penghujung bursa transfer.
- Kedatangan Seiwald dinilai bisa mengisi kekosongan lini tengah setelah hengkangnya Sandro Tonali ke Tottenham dan Bruno Guimaraes ke Arsenal.
- Manajer Matthias Jaissle disebut sebagai pengagum berat Seiwald, yang pernah dilatihnya di RB Salzburg, dan bisa menjadi kunci kebangkitan Newcastle musim ini.

Newcastle United tengah bergerak cepat di penghujung bursa transfer dengan mengarahkan radar ke gelandang RB Leipzig, Nicolas Seiwald. Langkah ini muncul sebagai respons atas kepergian dua pilar lini tengah, Sandro Tonali dan Bruno Guimaraes, yang membuat skuad asuhan Matthias Jaissle kehilangan daya gedor di sektor tengah.
Musim lalu, Newcastle harus puas finis di peringkat ke-12 klasemen Premier League, jauh dari ekspektasi setelah sebelumnya tampil impresif di bawah Eddie Howe. Penjualan Tonali ke Tottenham Hotspur senilai 100 juta poundsterling sempat dianggap sebagai keputusan bisnis yang cerdas, mengingat performa sang gelandang Italia yang disebut "biasa saja" oleh jurnalis The Telegraph, Luke Edwards. Namun, kepergian Bruno Guimaraes ke Arsenal memperparah situasi, membuat Jaissle kehilangan dua kreator utama sekaligus.
Menurut laporan Sky Sports Germany yang dikutip Philipp Hinze, Newcastle telah melakukan pendekatan untuk mengetahui ketersediaan Seiwald. Pemain berusia 25 tahun itu bukan nama asing bagi Jaissle, yang pernah melatihnya di RB Salzburg. Seiwald direkrut Salzburg dengan biaya sekitar 17 juta poundsterling, dan kini menjadi salah satu gelandang bertahan paling konsisten di Bundesliga.
Analis sepak bola Spencer Mossman menggambarkan Seiwald sebagai "tipe gelandang yang dibutuhkan setiap tim top" dan "pemenang duel yang tajam". Statistiknya di Piala Dunia 2022 bersama Austria cukup mengesankan: memenangkan 78 persen duel dan menyelesaikan 92 persen operan. Angka-angka ini menunjukkan bahwa Seiwald bukan sekadar pemain bertahan, tetapi juga mampu mengatur tempo dan memecah garis pertahanan lawan.
Meski secara teknis tidak sebrilian Guimaraes, Seiwald menawarkan energi tinggi, kemampuan membaca permainan yang baik, dan disiplin posisional yang kuat. Ia bisa menjadi jembatan antara lini belakang dan depan, sesuatu yang hilang sejak Tonali hengkang. Jaissle, yang dikenal dengan gaya pressing ketat, kemungkinan besar akan memanfaatkan Seiwald sebagai motor permainan di lini tengah.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Newcastle ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Premier League beradaptasi dengan kehilangan pemain kunci. Di tengah dominasi finansial klub-klub besar, strategi merekrut pemain yang kurang dikenal namun efektif seperti Seiwald bisa menjadi alternatif cerdas. Hal ini juga relevan dengan perkembangan sepak bola Asia Tenggara, di mana pemain-pemain muda mulai dilirik klub Eropa.
Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah Seiwald mampu langsung beradaptasi dengan kerasnya Premier League. Meski memiliki pengalaman di Bundesliga dan Liga Champions, tekanan di Inggris berbeda. Jaissle sendiri masih dalam masa adaptasi setelah menggantikan Howe, dan hasil awal musim ini belum meyakinkan. Jika transfer ini terwujud, ia akan menjadi ujian bagi kemampuan Jaissle dalam meramu tim.
Dengan bursa transfer yang segera ditutup, Newcastle harus bergerak cepat. Kegagalan mendatangkan pengganti yang tepat bisa membuat mereka kembali terpuruk di papan tengah. Sebaliknya, jika Seiwald berhasil diadaptasi, bukan tidak mungkin Newcastle bangkit dan bersaing di papan atas. Apakah keputusan pragmatis ini akan menjadi awal dari proyek kebangkitan? Waktu yang akan menjawab.



