Rashford ke Barcelona: Gordon Tak Mengubah Segalanya, Alvarez Jadi Penentu
Baca dalam 60 detik
- Barcelona tetap memburu Rashford meski Anthony Gordon segera bergabung, dengan opsi beli £26 juta yang harus dieksekusi sebelum 15 Juni.
- Klub Catalan mengalihkan fokus ke Julian Alvarez setelah Gordon, namun Atletico membanderol striker Argentina itu hingga £130 juta.
- Nasib Rashford di Old Trafford kian tak pasti; United optimistis bisa menjualnya lebih mahal jika ia tampil apik di Piala Dunia.

Barcelona masih menyimpan ruang bagi Marcus Rashford meski kesepakatan senilai £69,3 juta dengan Newcastle untuk Anthony Gordon sudah di depan mata. Klub asal Katalonia itu justru menaruh prioritas berikutnya pada Julian Alvarez, striker Atletico Madrid, yang bisa mengubah peta negosiasi dengan Manchester United.
Spekulasi yang berkembang selama ini mengasumsikan bahwa kedatangan Gordon otomatis menutup pintu bagi Rashford. Namun, informasi yang dihimpun Sky Sports News menyebutkan bahwa asumsi tersebut keliru. Barcelona tetap mempertimbangkan semua opsi untuk pemain sayap Inggris itu, termasuk kemungkinan memperpanjang masa pinjamannya.
Barcelona memiliki tenggat hingga 15 Juni untuk mengaktifkan opsi pembelian Rashford senilai £26 juta. Akan tetapi, United bersikukuh tidak mau menurunkan angka tersebut, sehingga klub Spanyol itu lebih cenderung mengajukan skema pinjaman baru. Sikap keras United ini menjadi salah satu alasan Barcelona belum mengambil keputusan final.
Setelah Gordon diresmikan pekan ini, Barcelona diprediksi akan melancarkan tawaran besar untuk Alvarez. Atletico menilai striker asal Argentina itu setidaknya £130 juta, dan tawaran informal Barcelona yang mencapai £61 juta plus Ferran Torres sudah ditolak mentah-mentah. Dengan gelar LaLiga yang baru diraih, Barcelona memiliki ruang finansial lebih longgar musim panas ini, dan prioritas belanja mereka adalah winger, striker, dan bek tengah.
Kontribusi Rashford musim lalu memang impresif: 28 gol dan assist di semua kompetisi, sekaligus membantu Barcelona merebut gelar dari Real Madrid. Namun, jika Barcelona berhasil mendatangkan Alvarez, kebutuhan mereka di lini depan akan bergeser. Rashford, yang beroperasi di sisi kiri, bisa menjadi pelengkap, tetapi bukan prioritas utama.
Di sisi United, ada keyakinan bahwa Rashford bisa dijual dengan harga lebih tinggi jika ia tampil gemilang di Piala Dunia musim panas ini. Ia akan bersaing dengan Gordon untuk tempat di sisi kiri lini serang Timnas Inggris. Jika tidak ada kesepakatan dengan Barcelona, Rashford akan kembali ke Carrington, tetapi sumber internal United memperkirakan bahwa masa depannya di Old Trafford sudah berakhir.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa mengelola prioritas belanja di tengah keterbatasan finansial. Keputusan Barcelona untuk mengejar Alvarez ketimbang menebus Rashford bisa menjadi preseden bagaimana klub besar memilih investasi jangka panjang dibandingkan solusi jangka pendek.
Pertanyaan yang tersisa: apakah Rashford akan tetap menjadi bagian dari rencana Barcelona, atau justru menjadi alat tukar yang menguntungkan United di bursa transfer? Semua akan terjawab setelah jendela transfer ditutup.



