Siswa Filipina Siarkan Langsung Aksi Penembakan di Sekolah, Satu Tewas
Baca dalam 60 detik
- Seorang siswa kelas 9 di Filipina menembak mati seorang siswa lain dan kemudian bunuh diri, sambil menyiarkan aksinya melalui Facebook Live.
- Insiden ini terjadi di Ateneo de Zamboanga, memicu evakuasi massal dan menyoroti masalah keamanan sekolah di Filipina, terutama setelah kasus serupa dua bulan sebelumnya.
- Penyelidikan tengah berfokus pada latar belakang pelaku, termasuk riwayat bermain game dan obrolan daring, serta asal usul senjata yang digunakan.

Seorang siswa sekolah menengah di Filipina mengakhiri hidupnya setelah menembak mati seorang rekannya di kampus Ateneo de Zamboanga, Selasa (18/8/2026). Aksi yang disiarkan langsung melalui media sosial itu memicu evakuasi ratusan pelajar dan menjadi insiden penembakan sekolah kedua di negara tersebut dalam dua bulan terakhir.
Pelaku, yang diidentifikasi sebagai Mohammad Mael Jalani, siswa kelas 9, masuk ke gedung sekolah sambil membawa dua pistol. Menurut laporan awal polisi, ia melepaskan tembakan ke arah seorang guru namun meleset, kemudian menembak seorang siswa kelas 10 di lantai empat. Ia lalu naik ke lantai lima dan menembak dirinya sendiri. Dua orang lainnya dilaporkan terluka dalam insiden ini.
Menteri Dalam Negeri Filipina, Jonvic Remulla, mengungkapkan bahwa pelaku menyiarkan aksinya melalui Facebook Live saat menaiki tangga, meski hanya cuplikan singkat. "Kami akan memeriksa riwayat permainan dan obrolannya untuk memahami motif di balik tindakan ini," ujarnya. Pihak berwenang belum dapat menyimpulkan penyebab pasti hingga analisis forensik selesai.
Insiden ini terjadi di kampus terpisah yang dijaga ketat, sementara kampus utama universitas Katolik swasta tersebut menampung perguruan tinggi dan sekolah profesional. Ateneo de Zamboanga, salah satu universitas paling bergengsi di selatan Filipina, langsung menangguhkan kegiatan belajar mengajar hingga Rabu.
Polisi nasional, yang dipimpin Jenderal Jose Melencio Nartatez Jr., memastikan situasi telah terkendali dan meminta publik tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. "Keselamatan komunitas sekolah adalah prioritas utama," kata Nartatez. Sementara itu, seorang ayah siswa yang berada di lokasi, Joe Darryl Jaron, merekam kepanikan yang terjadi dan mengunggahnya ke Facebook dengan teriakan minta tolong.
Yang menarik, salah satu pistol yang digunakan pelaku berasal dari ayahnya yang menjabat komandan polisi Bea Cukai di Zamboanga. Deputi Komisaris Bea Cukai, Nolasco Bathan, merekomendasikan penangguhan sementara sang ayah karena gagal menjaga senjata dinasnya. Ini menyoroti lemahnya pengawasan senjata api di Filipina, di mana kepemilikan senjata ilegal marak terjadi.
Peristiwa ini juga memicu kekhawatiran tentang pengaruh konten daring. Setelah penembakan di Tacloban pada Juni lalu, otoritas Filipina sempat memblokir aplikasi game online Gorebox untuk menyelidiki kaitannya dengan kekerasan. Polisi menemukan bahwa salah satu tersangka adalah pengguna aktif aplikasi tersebut. Langkah serupa mungkin akan dipertimbangkan kembali menyusul insiden terbaru ini.
Di kawasan Asia Tenggara, kasus penembakan sekolah memang jarang terjadi, tetapi bukan tanpa preseden. Kurang dari dua minggu sebelumnya, Thailand diguncang aksi serupa yang menewaskan tujuh orang, mendorong Perdana Menteri Anutin Charnvirakul untuk memperketat kepemilikan senjata. Tingkat kepemilikan senjata di Thailand adalah yang tertinggi kedua di Asia setelah Pakistan.
Bagi Indonesia, insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya keamanan sekolah dan pengawasan senjata api. Meskipun tingkat kepemilikan senjata di Indonesia relatif rendah, kasus kekerasan di lingkungan pendidikan tetap menjadi perhatian. Regulasi yang ketat dan deteksi dini terhadap potensi ancaman menjadi kunci untuk mencegah tragedi serupa.
Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif pelaku. Pertanyaan yang menggantung: apakah ini murni aksi individu, atau ada faktor lain seperti pengaruh media sosial dan game daring yang memperparah kondisi psikologis pelaku? Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan langkah preventif yang lebih efektif di masa depan.



