Russell Keluhkan Mercedes W17 'Off the Pace' di Sepang, Set-up Jadi Kunci
Baca dalam 60 detik
- George Russell menilai Mercedes W17 belum kompetitif di Sirkuit Sepang setelah hanya finis kedua dan ketujuh pada sesi latihan bebas Jumat.
- Tantangan utama bukan pada paket upgrade, melainkan pada pengaturan mobil yang harus dioptimalkan untuk mengatasi degradasi ban ekstrem di iklim tropis Malaysia.
- Persaingan menuju pole position keenam Russell musim ini diprediksi ketat karena Red Bull, McLaren, dan Ferrari menunjukkan kecepatan yang mengancam.

Pebalap Mercedes, George Russell, mengakui bahwa mobil W17 yang dikendarainya masih belum menemukan performa optimal pada sesi latihan bebas Grand Prix Bahrain di Sirkuit Sepang, Malaysia, Jumat (waktu setempat). Ia menilai timnya perlu melakukan penyesuaian signifikan sebelum sesi kualifikasi dan balapan.
Russell menorehkan catatan waktu kedua tercepat di sesi latihan bebas pertama (FP1), tetapi terpuruk ke posisi ketujuh pada FP2. Selisih waktunya dari Max Verstappen dan Charles Leclerc mencapai 0,383 detik di FP1 dan 0,492 detik di FP2. Rekan setimnya yang memimpin klasemen pembalap, Kimi Antonelli, juga tidak tampil dominan seperti biasanya, hanya menempati posisi kelima dan kedelapan.
Kondisi sirkuit Sepang yang panas dan lembap menjadi faktor krusial. Degradasi ban yang tinggi memaksa para pembalap beradaptasi dengan jendela operasional ban yang sangat berbeda. "Sebagai tim, kami belum menempatkan mobil di posisi yang seharusnya. Kami perlu melakukan penyesuaian set-up karena kami sedikit tertinggal," ujar Russell kepada F1 TV.
Meski demikian, Russell melihat potensi dari paket pembaruan yang dibawa Mercedes. Ia merasakan tambahan downforce di beberapa tikungan, namun masalah overheating dan degradasi ban dinilai lebih dominan. "Kami hanya perlu mengatasinya semalam. Ini lebih soal set-up ketimbang upgrade itu sendiri," tambahnya.
"Verstappen terlihat sangat cepat dan kecepatan balapan McLaren juga tampak tinggi, tapi jangan pernah bilang tidak mungkin."
โ George Russell
Pada FP2, baik Russell maupun Antonelli tidak mencatatkan waktu putaran dengan ban soft karena kesalahan terpisah di sektor akhir. Hal ini membuat data FP1 dianggap lebih representatif untuk mengukur kemampuan Mercedes sebenarnya. Dengan sirkuit yang menuntut keseimbangan aerodinamis dan manajemen ban, penyesuaian set-up menjadi prioritas utama tim yang berbasis di Brackley tersebut.
Persaingan menuju pole position keenam Russell musim ini diprediksi berlangsung sengit. Red Bull, McLaren, dan Ferrari menunjukkan performa kompetitif, sementara Mercedes masih berjuang menemukan konsistensi. Kualifikasi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi upaya Mercedes mempertahankan dominasi mereka di musim 2026.
Jika Mercedes gagal mengatasi masalah degradasi ban, bukan tidak mungkin posisi terdepan akan direbut oleh rival. Sebaliknya, jika set-up yang tepat ditemukan, W17 berpotensi kembali bersaing di barisan terdepan. Sesi kualifikasi dan balapan akan menjadi pembuktian apakah Mercedes mampu mengubah tantangan menjadi peluang.



