Nottingham Forest Incar Lamine Camara: Suksesor Elliot Anderson di Lini Tengah?
Baca dalam 60 detik
- Klub asal Midlands itu telah mengirimkan pertanyaan resmi untuk merekrut gelandang AS Monaco, Lamine Camara, sebagai pengganti Elliot Anderson yang hengkang ke Manchester City.
- Dengan dana segar 116 juta poundsterling dari penjualan Anderson, Forest siap memecahkan rekor transfer klub demi mengamankan jasa pemain internasional Senegal tersebut.
- Persaingan ketat menanti karena Chelsea, Liverpool, dan Manchester United juga dikabarkan memantau situasi pemain berusia 22 tahun itu.

Nottingham Forest bergerak cepat di bursa transfer musim panas ini dengan mengajukan pertanyaan resmi kepada AS Monaco untuk merekrut gelandang tengah Lamine Camara. Langkah ini diambil sebagai upaya mengisi kekosongan yang ditinggalkan Elliot Anderson, yang baru saja memulai petualangan barunya di Manchester City. Camara, yang dibanderol sekitar 65 juta poundsterling, dinilai sebagai sosok ideal untuk memperkuat lini tengah The Tricky Trees.
Kepergian Anderson ke Manchester City memang meninggalkan lubang besar di skuad asuhan Nuno Espirito Santo. Meski sudah mendatangkan Xaver Schlager dari RB Leipzig secara gratis, manajemen klub yang dipimpin Evangelos Marinakis tampaknya belum merasa cukup. Dengan kantong tebal hasil penjualan Anderson yang mencapai 116 juta poundsterling, Forest memiliki amunisi finansial untuk memburu pemain bintang, termasuk Camara yang juga menjadi incaran sejumlah klub papan atas Premier League seperti Chelsea, Liverpool, dan Manchester United.
Camara bukan nama asing di kancah sepak bola Eropa. Gelandang berusia 22 tahun itu tampil impresif bersama AS Monaco di Ligue 1 musim lalu, dengan catatan rata-rata 50,9 umpan akurat per 90 menit dan 2,9 umpan panjang akurat per 90 menit. Angka tersebut menempatkannya sebagai pemain terbaik di skuad Monaco dalam kategori umpan panjang. Selain itu, kontribusinya dalam mencetak gol dan assist juga patut diperhitungkan, dengan torehan tiga gol dan empat assist di liga domestik Prancis.
Kualitas Camara tidak hanya terbatas pada distribusi bola. Ben Mattinson, pengamat sepak bola yang juga berperan sebagai scout untuk Como, memberikan pujian tinggi terhadap kemampuan duel pemain asal Senegal tersebut. "Lamine Camara adalah duelist darat yang fenomenal. Kekuatan tubuh bagian atasnya memungkinkan dia untuk melewati tekanan dengan baik. Dia mengantisipasi kontak dengan luar biasa, menggunakan tubuh dan lengannya untuk melindungi bola saat dalam tekanan," ujar Mattinson. Pujian ini menegaskan bahwa Camara bukan hanya pengatur serangan, tetapi juga pekerja keras yang tangguh dalam bertahan.
Dari sudut pandang taktis, kehadiran Camara akan memberikan dimensi baru bagi lini tengah Forest. Kemampuannya dalam menjaga penguasaan bola dan mendistribusikan umpan-umpan terobosan sangat cocok dengan gaya permainan yang mengandalkan transisi cepat. Selain itu, pengalaman internasionalnya bersama Senegal dengan 37 caps menjadi nilai tambah yang signifikan. Ia telah terbukti mampu tampil di panggung besar, termasuk saat menghadapi tim-tim kuat Eropa.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Forest di bursa transfer ini menarik untuk disimak, mengingat semakin banyaknya pemain Asia Tenggara yang merambah liga-liga Eropa. Meski belum ada kaitan langsung dengan Indonesia, keberanian klub-klub seperti Forest untuk berinvestasi besar pada pemain muda berbakat bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan sepak bola nasional. Terlebih, dengan semakin kompetitifnya Premier League, setiap keputusan transfer selalu memiliki dampak yang luas, baik bagi klub maupun para penggemar di seluruh dunia.
Namun, Forest tidak akan mudah mendapatkan tanda tangan Camara. Persaingan ketat dari klub-klub besar seperti Chelsea, Liverpool, dan Manchester United bisa menjadi batu sandungan. Selain itu, nilai transfer yang mencapai 65 juta poundsterling akan memaksa Forest memecahkan rekor transfer klub yang saat ini dipegang oleh Omari Hutchinson yang diboyong dari Ipswich Town dengan nilai 37,5 juta poundsterling. Pertanyaannya, apakah Marinakis berani mengeluarkan kocek lebih dalam untuk mewujudkan ambisi timnya?
Dengan tenggat waktu bursa transfer yang semakin dekat, keputusan Forest dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu. Jika berhasil mengamankan Camara, ini akan menjadi sinyal kuat bahwa Forest serius membangun tim yang kompetitif di musim 2025-26. Namun, jika gagal, mereka harus segera mencari alternatif lain. Satu hal yang pasti, lini tengah Forest akan menjadi sorotan utama musim ini.



